Berbahaya kah Berkendara Saat Hamil?

Oleh dr. Riyana Kadarsari, SpOG pada Senin, 02 Maret 2015
Seputar Expert Explains

Saat ini ibu hamil kebanyakan memiliki beragam kegiatan yang mengharuskan mereka tetap aktif selama menjalani kehamilan, dalam hal ini adalah mengendarai mobil atau motor.

Pertanyaan yang sering diajukan adalah:
Bolehkah saya mengendarai motor atau menyetir mobil? 
Kondisi apakah yang harus diperhatikan sehingga kita tidak boleh menyetir?
Transportasi apa yang aman?

Kiat aman berkendara selama hamil
Pada prinsipnya tidak ada larangan spesifik untuk berkendara saat hamil dalam hal ini menyetir, namun tentunya kita tidak boleh mengabaikan beberapa kondisi perubahan pada tubuh ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus.

Laporan statistik angka kecelakaan kendaraan bermotor pada ibu hamil meningkat 40 % saat trimester kedua, berdasarkan laporan dari Canadian Medical Association Journal, Donald Redelmeier yang mengepalai studi ini menyatakan tidak merekomendasikan ibu hamil untuk menndelegasikan tugas pada suami karena laki-laki angka kecelakaannya lebih tinggi dibandingkan ibu hamil. Redelmeier mengatakan hanya perlu berhati-hati saat berkendara, patuhi rambu lalu lintas, tidak ngebut, dan mengurangi gangguan konsentrasi (alat komunikasi dsb). Yang menarik angka ini menurun saat kehamilan trimester ketiga dan menurun setelah melahirkan.


foto: Chandra Marsono

Kita ketahui karena pengaruh hormon ibu hamil cenderung mudah lelah, insomnia, mual, dan stress dan hal ini lah yang mungkin memicu terjadinya kecelakaan. Pada trimester pertama ibu hamil cenderung mengalami mual dan muntah yang menyebabkan gangguan intake nutrisi dan cairan hal ini tentunya bisa mengganggu daya konsentrasi selama berkendara. Seiring berjalan kehamilan tekanan darah cenderung akan menurun, hal ini menyebabkan pada posisi statis baik duduk maupun berdiri terlalu lama menyebabkan aliran darah ke otak berkurang sehingga sesekali bisa terjadi black out, pusing yang tentunya berbahaya jika terjadi saat berkendara. Perut yang makin besar, duduk terlalu lama dan kaki yang bengkak itu pun mungkin menyebabkan tidak nyaman berkendara terlalu lama.

Risiko yang mungkin terjadi dari kecelakaan lalu lintas pada ibu hamil adalah:


  • Solusio plasenta atau terlepasnya sebagian plasenta yang menyebabkan perdarahan dan kekurangan oksigen pada janin, hal ini biasanya terjadi akibat benturan dengan setir.

  • Persalinan prematur.

  • Ketuban pecah dini.

  • Keguguran atau janin meninggal dalam kandungan.

Mengingat risiko kecelakaan maka mengendarai mobil tentunya jauh lebih aman daripada mengendarai motor.  Karena alat pengaman yang terbatas pada motor, sebaiknya dihindari.

Tips berkendara saat hamil


  1. Memakai sabuk pengaman dengan benar, aturlah sabuk pengaman antara dada dan perut, dan sabuk bagian bawah dibawah perut melewati paha dan pelvis.

  2. Duduklah jauh dari kemudi, atur posisi dimana kaki masih bisa menjangkau pedal.

  3. Jangan mematikan airbag.

  4. Sebaiknya berkendara tidak lebih dari 6 jam.

  5. Sebaiknya ada yang menemani, jika terjadi hal yang tidak diinginkan ada yang mendampingi.

Semoga bermanfaat.

Kategori Terkait


Tag Terkait

7 Komentar
mrs satria
mrs satria March 14, 2015 11:23 pm

Thx pencerahannya Dok..

Saya nyetir ampe uk36w udah sempit aja gak nyaman k perut krn sempit, mungkin karna kecapean trus melahirkan 4hr kemudian..

Lei
Lei March 12, 2015 11:38 am

Terima kasih pencerahannya dok...
Saya sampai H-1 menjelang cuti masih mengendarai motor. Saya memilih naik motor, karena tak kuat dan pernah hampir pingsan ketika naik bis yang penuh sesak disertai kemacetan dan tak ada yang memberi tempat duduk pula. Selama mengendarai motor ketika hamil, saya konsultasi terus mengenai kondisi kandungan saya. Alhamdulillah Allah masih memberi perlindungan kepada saya dan bayi saya. Alhamdulillah sekarang jarak tempuh ke tempat kerja tidak sejauh dulu, karena saya minta mutasi ke tempat yang lebih dekat dengan rumah.

dian supiadi March 11, 2015 10:06 am

saya juga masih mengendarai mobil saat hamil 9 bulan, alhamdulilah gpp. motor s/d umur 4 bulan

Cindy Vania
Cindy Vania March 11, 2015 9:11 am

Terimakasih untuk tipsnya dr.Riyana,sangat berguna sekali.

*Segera kasih link untuk teman yang lagi hamil dan sering menyetir mobil*

Susy Yulia
Susy Yulia March 8, 2015 12:16 pm

Alhamdulillah masih boleh ya. Minimal antar anak sekolah dan kontrrol obgyn. Saat ini saya sudah 37 w dan masih antar jemput anak walo agak2 mepet perutnya ke setir. Abis kebelakang lagi kakinya yg ngga nyampe,... Thanks infonya dok. Btw, dulu dokter di RS sari asih ciledug kan ya? Saya pernah kontrol anak ke 2 dg dokter dulu. Skrg saya dibgr.