Liburan Ke Mana?

Oleh fitriavi noeriman pada Selasa, 26 Juni 2012
Seputar Expert Explains

Bulan Juni – Juli
Kalau kata Tasya di lagunya, "Libur tlah tiba!"
Sudah ada rencana akan mengajak anak-anak ke mana? Atau justru yang merencanakan destinasi liburan bukan urban Mama Papa tetapi anak-anak?

Anak saya, Zaira kelas TK B. Dia sudah sibuk cerita tentang keinginannya pergi ke tempat-tempat tertentu yang dia inginkan. Kalau tempatnya dekat-dekat saja sih ngga masalah. Tapi yang dia inginkan adalah liburan ke negara-negara yang cukup jauh. Tau saja ya anak sekecil ini. Tahu dari mana? Yang pertama dari pelajaran sekolah, yang kedua dari cerita teman-teman sekelasnya. Zaman memang sudah berubah jauh. Kalau dulu jaman saya SMP, kayanya ke Singapore saja udah keren banget. Sekarang buat anak TK, Singapore itu tujuan yang dekat dan biasa aja. Soalnya Zaira dapat cerita kalau teman-teman di sekolah ada yang pergi liburan ke Amerika, keliling Eropa, Australia, Hongkong. Waduh berat!

Sementara saya tetap berprinsip mending ajak anak liburan mahal, nanti saja saat mereka sudah agak besar. Jadi biar ingat. Kalau masih kecil, paling juga lupa.

Tapi terkadang peer pressure, soal cerita liburan ke mana saat libur telah usai mungkin jadi beban juga buat anak-anak kita ya. Kita menganggap sepele hal tersebut, ah ya sudah lah. Bisa saja kita pergi ke Bali, ke Jogja, cinta dalam negeri. Liburan di negara sendiri juga seru kok! Apakah anak kita bisa cerita dan membela diri nya semudah itu di hadapan teman-temannya? Jangan-jangan ga bisa. Alhamdulilah selama ini sih, anak saya belum mengalami peer pressure ini. Semua teman-temannya baik ya atau emang anak TK masih santai. Yang saya pikirkan bagaimana kalau anak beranjak besar, masuk SD, masuk SMP, masuk SMA. Pastinya tekanan akan pertanyaan “liburan ke mana?” akan semakin besar.

Jadi apa dong yang harus kita lakukan sebagai orangtua?
Apakah demi penghematan dan skala prioritas, liburan ke luar negeri tidak pernah menjadi kenyataan?
Atau langsung saja, demi anak, apa pun yang dia minta kita kabulkan?

Sebaiknya kita ambil jalan tengah, hidup penuh dengan pilihan. Kita sebagai orangtua yang harus bijak mengambil pilihan tersebut. Liburan itu perlu! Kalau urban Mama Papa saat ini berpikir liburan ke luar negeri masih belum perlu, tetap rencanakan dan sisihkan uang dalam bentuk investasi untuk tetap bisa mengajak buah hati tercinta melihat negara lain ketika mereka beranjak besar. Untuk urban Mama Papa yang sudah gila-gilaan berlibur, ingat akan skala prioritas. Liburan terus, habiskan uang terus. Tapi saat membayar uang sekolah mepet, ya ga keren! Jadi intinya tetap saving and spending harus balance.

Selamat berlibur semuanya.

Kategori Terkait


Tag Terkait

8 Komentar
Ellisa Martha
Ellisa Martha August 29, 2012 11:52 am

Tempat liburan dalam negeri memang keren keren sekarang. Jangankan yg sudah "tersohor" seperti bali dan lombok. Yang masih belum tersohor pun bagus bagus seperti karimun jawa, kiluan bay. Jadi sama sekali ga kalah dengan liburan keluar negeri.
Alhamdulillah saya cukup "berutung" :) karena suami saya kerjanya berpindah-pindah dari beberapa negara asia. Jadilah apabila suami tdk bisa pulang, saya dan luna yang gantian mengunjungi ayahnya. Bisa dihitung liburan juga lahhh *ngeles :)
Tapi bener kata mbak Fitri, mulai skrg saya mau nabung juga deh untuk liburan yang bener-bener liburan. Liburan sekaligus ibadah kayak umroh sekeluarga, atau my dream place Paris for example.

Honey Josep
Honey Josep June 29, 2012 4:42 pm

suka deh sama artikel ini!

jalan- jalan memang menyenangkan :)

Lupakan urusan kantor, rumah tangga yang penting memang ada uangnya dan ga maksa-in.

Tfs mba Fitri :)

ninit yunita
ninit yunita June 27, 2012 9:48 am

setuju sama shinta...
apa yang fitri bilang bener banget... skala prioritas. liburan kemana-mana kalo bayar uang sekolah mepet, kurang pas juga.

mau dalam atau luar negeri, masing2 pasti punya pertimbangan sendiri. yang penting bertanggung jawab & punya prioritas.

cheers fit! great article!

Desy Wulansari June 27, 2012 9:40 am

Kalo kami liburan mostly pulang kampung ke Yogya, biar anak-anak ketemu eyang2nya plus sodara2, belajar bahasa Jawa, ke sawah, naik andong dll Ke luar negerinya ntar kalo udah gede aja ah..(sambil kumpulin tabungan)

Imelda Silitonga June 26, 2012 9:08 pm

Aku lebih mendahulukan liburan dalam negeri, Krn menurutku liburan di dalam negeri sekarang ga kalah menarik dengan liburan di luar negeri, karena kalau bukan kita yang mencintai negeri kita sendiri si apa lagi? tapi memang anak jaman sekarang liburan ke luar negeri sepertinya sudah biasa....tinggal kita sebagai orangtua yang harus menjelaskan pada anak2 Dan menentukan skala prioritas. tapi kalau Ada budget, liburan ke luar negeri ...kenapa tidak?