Theurbanmama

It's Time For Spring Cleaning

Selasa, 10 April 2018

Di negara-negara empat musim, salah satu ritual yang dilakukan tiap musim semi adalah spring cleaning. Spring cleaning adalah kegiatan membersihkan rumah secara menyeluruh luar-dalam, dari mulai menyortir barang-barang di rumah, membersihkan atap dan cerobong asap, mengecat ulang tembok, sampai merapikan taman. Mengapa musim semi? Mungkin karena saat musim semi udaranya sudah lebih hangat sehingga tidak terlalu dingin saat membuka jendela dan pintu lebar-lebar, matahari sudah muncul jadi enak untuk menjemur kasur dan selimut, serta angin segar berhembus lebih banyak sehingga semua debu yang menumpuk sejak musim dingin ikut terbawa pergi.

(kredit gambar: www.pixabay.com)

Di kota tempat saya tinggal, seperti biasa musim semi terlambat datang. Matahari masih tertutup mendung, kabut, dan hujan. Namun agenda spring cleaning tidak bisa ditunda lagi menunggu kemunculan matahari. Saya pun memulai spring cleaning dengan menyortir barang-barang di rumah, sekaligus mempraktikkan ilmu memilah-milih barang dari Marie Kondo. Dimulai dengan menyortir isi lemari baju, laci kamar mandi, lalu isi laci alat tulis, kulkas, serta isi lemari dapur. Merelakan baju-baju yang sudah kusam, rusak, dan kekecilan. Pensil dan pulpen yang sudah pendek atau tintanya habis, dibuang. Begitupula dengan bumbu-bumbu yang sudah lama, tersisa tinggal sedikit dan mengering, sebaiknya dibuang saja karena saya tidak tahu juga kualitasnya masih bagus atau tidak. Kertas-kertas dokumen dan surat juga diperiksa kembali, mana yang perlu disimpan atau sudah ada versi digitalnya, dan mana yang bisa dibuang. Easy peasy. Begitu pula dengan isi kamar anak. Saya minta si kecil untuk memilih, barang mana saja yang bisa direlakan atau dibuang. Ini gampang-gampang susah, terutama anak saya susah sekali berpisah dengan hasil-hasil karyanya, tetapi akhirnya bisa dibersihkan juga.

Buat kita para Mama, membersihkan seisi rumah dengan spring cleaning ini cukup mudah dilakukan sekaligus melegakan. Capek, tetapi lega. Rumah jadi tidak sumpek lagi. Namun tanpa Mama sadari kadang ada beberapa bagian yang sering terlupakan, atau sebenarnya perlu juga untuk dibersihkan a la spring cleaning. Aspek-aspek lain dalam rumah -dan dalam kehidupan- yang ternyata bikin sumpek dan sama-sama perlu dibersihkan. Atau kalau Mama butuh dorongan ekstra untuk melakukan spring cleaning, mungkin bisa dimulai dengan 'membersihkan' hal-hal berikut ini. 

1. Membersihkan isi ponsel dan gawai. Bukan membersihkannya dari debu, tetapi menghapus semua arsip file, contact lists, aplikasi, serta data-data yang tidak penting. Ya, termasuk foto, animasi, video dan gambar meme kiriman dari Whatsapp, contact lists yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengontak dan dikontak, apps yang hanya dipakai sesekali tetapi 'makan' banyak tempat di dalam data storage, serta memindahkan file foto-foto penting dan dokumen penting ke dalam harddisk. Ingat juga untuk updating aplikasi yang sering Mama pakai di ponsel dan gawai. Setelah ponsel dan gawai dibersihkan dari file dan data tersebut, kinerjanya pasti jadi lebih lancar.

2. Membersihkan isi inbox email. Oh all those unread emails from months ago. Don't hesitate to click delete and unsubscribe, because if it's really important to you, you will find a way to read, reply, and proceed it rightaway. And don't forget subscription mails. Terutama untuk paid subscriptions yang biasanya dalam bentuk apps ponsel, membership, serta media berlangganan -cetak maupun digital, karena sayang sekali kalau ternyata apps dan media tersebut sudah jarang digunakan, sementara uang terus terbuang.

3. Your #newyearresolutions, #bucketlist and #longtermgoals. Cepat sekali ya waktu berlalu di 2018 ini, tahu-tahu sekarang sudah April. Apa kabar resolusi tahun baru? Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengevaluasi ulang resolusi dan wishlist yang dibuat empat bulan yang lalu, apakah dibuat karena benar-benar ingin dijalankan atau sekadar nafsu semata #halah Belum kunjung kuat untuk lari 10K? Mungkin bisa dimulai dengan latihan untuk lari 5K dulu, atau rutin lari pagi atau jalan pagi sekeluarga saat Car Free Day. Target seminggu baca tiga buku, tetapi buku-buku hasil buruan di pameran buku besar masih tertumpuk manis di pojokan kamar? Tak mengapa kok kalau berdamai dengan kenyataan dan targetnya diubah jadi sebulan baca tiga buku, atau semalam baca tiga halaman.

4. Your social media 'follow' lists. Ada banyak hal dan kebiasaan yang harus dilestarikan demi tercapainya kewarasan yang hakiki, namun hate-following akun media sosial artis dan orang lain untuk bahan gosipan (termasuk juga akun gosip) bukanlah salah satunya. Ini saya ngomong apa sih. But you get the idea. Kalau di media sosial Mama menemukan akun yang mengganggu kedamaian hati dan tidak sejalan dengan nilai-nilai kepantasan, tidak ada salahnya untuk klik mute, report, atau unfollow. Social media should be a safe space for us, and it should begin from us.

5. Perbaiki kebiasaan dalam mengonsumsi media. Zaman sekarang isi beritanya tidak jauh-jauh dari fake news, hoax, atau berita yang tak berimbang. Jangankan menonton berita di TV atau baca koran pagi, buka Whatsapp group, Twitter, serta Facebook saja bisa bikin stress sendiri karena begitu cepat berita-berita tersebut beredar dan mudah sekali untuk diakses. Tak ada salahnya untuk meninjau ulang dari media cetak dan situs mana saja berita-berita yang dibaca, dan mengubah frekuensi kita dalam mengonsumsi media tersebut.

6. Bersihkan notifikasi dalam ponsel. Pilah-pilih email, chat grup dan akun media sosial mana saja yang perlu dinyalakan notifikasinya. Tidak perlu semua notifikasi dinyalakan hanya karena ingin selalu terhubung dan tidak ketinggalan info berita terkini. Jujur saja, hidup saya terasa lebih tentram setelah hanya menyalakan notifikasi untuk email pekerjaan dan chat group keluarga, sahabat, dan grup editorial saja.

Bagaimana Urban Mama, apakah Mama rutin melakukan spring cleaning, atau ada yang baru saja memulainya? Apapun pilihan Mama, menjalani hari baru yang 'bersih' akan lebih menyegarkan pikiran dan raga. Selamat mencoba!

Related Tags : ,
Apa Reaksi Anda ?
3 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.