olipe_tomboy..mom, anakku dl juga pernah dicurigai TBC sama dokter. Aku pernah cerita juga di thread ini, (halaman 2 kayanya) sama di thread
TBC pada bayi. Akhirnya aku merelakan juga dia di rontgen waktu dia usia 7 blnan, krn aku pikir lebih baik ketahuan dini (kalau memang positif) untuk segera ditangani drpd telat. Tp tiap orang tua pasti punya pertimbangan sendiri ya. Dan alhamdulillah hasilnya anakku negatif TB.
Oya, kalau boleh saran, cari second opinionnya kalau bisa ke dsa saja. Soalnya dokter spesialis lain yg paling sesuai dg penyakit anak akan dirujuk juga sama dsa jika penyakitnya sudah jelas. Kaya pengalaman anak temanku, setelah diketahui dia positif TBC tulang oleh dsa-nya, dia dirujuk juga ke dokter spesialis tulang, jd tiap kontrolnya akhirnya dg dua dokter sekaligus jadinya, dsa sama dokter spesialis tulang.
Anaknya sepupu (4 thn) juga pernah dicurigai kena TBC/flek sama dsa-nya dan dianjurkan tes. Krn ga mau langsung percaya, sepupuku lalu cari dokter spesialis paru untuk anaknya. Sama dokter spesialis paru sempat juga diperiksa dan dikasih beberapa obat. Dan pas waktu sepupuku itu balik konsul lagi ke dsa langganannya, dsa-nya ngambek dan lepas tangan. Alasannya krn anak usia 17 thn ke bawah (CMIIW) kan memang harus ke dsa kalau berobat, tidak langsung ke dokter spesialis lainnya. Aku pernah baca di buku ttg perawatan anak (tapi maaf lupa judulnya, soalnya ini lagi nggak di rumah), kalau di luar negeri, anak usia 17 thn ke bawah memang kalau periksa masih ke dsa. Cuma yang seperti ini belum membudaya di indonesia