Hamil Dengan Myoma

Oleh afrina dwi anggraini pada Rabu, 15 Januari 2014
Seputar Our Stories

image credit: www.gettyimages.com

Bulan November 2012 adalah hari akan selalu saya ingat karena pada hari itu untuk pertama kalinya saya dan suami pergi ke dokter kandungan memeriksakan kehamilan. Ada dua hasil yang diperoleh, pertama saya dinyatakan hamil dan ternyata ada dua buah miom dengan diameter 4 cm dan 2 cm.

Kami lalu memutuskan untuk mencari second opinion ke dokter lain. Ternyata hasilnya sama seperti pemeriksaan yang pertama. Dokter berkata, “Hamil dengan adanya miom sangat berisiko, bisa janinnya yang kalah atau sebaliknya miomnya yang dikalahkan oleh janin, karena mereka saling memperebutkan makanan dan kemungkinan besar menghalangi bayi lahir secara normal”.

Hal itu membuat saya dan suami terkejut, apalagi ini hamil anak pertama. Keempat orangtua kami juga sama terkejutnya.

Apa sih sebenarnya miom itu?

Miom adalah sejenis tumor jinak yang ada dinding rahim wanita yang tumbuh ketika masih dalam masa produktif. Miom rata-rata berukuran seperti kacang polong dan anggur. Miom ada yang berkembang dengan cepat dan ada pula yang berkembang dengan lambat tergantung dari kondisi fisik dan tingkat kesehatan setiap orang yang berbeda-beda. Namun kebanyakan kasus miom ini tidak berbahaya dan tidak ada kaitannya dengan risiko adanya kanker rahim, meskipun segala kemungkinan dapat terjadi namun hanya beberapa kasus miom yang berubah menjadi kanker.

Miom diketahui ketika pada kehamilan atau saat memasuki kelahiran. Umumnya, kebanyakan wanita tidak menyadari atau tidak mengetahui adanya miom dalam dinding rahim, karena miom yang kecil umumnya tidak menunjukkan suatu gejala yang mudah dikenali.

Gejala-gejalanya:


  1. Nyeri diperut atau dipinggul

  2. Perut terasa penuh

  3. Nyeri saat melakukan hubungan intim

  4. Sering mengalami anemia ketika haid karena banyak kehilangan darah

  5. Adanya penekanan pada panggul

  6. Infertilitas atau keguguran

  7. Konstipasi (sembelit)

  8. Terjadi perdarahan yang mengeluarkan banyak darah baik ketika masa menstruasi

  9. Terjadi penekanan pada saluran indung telur yang membuat seorang wanita susah hamil

  10. Ada perasaan kenyal di bagian bawah perut dekat rahim

  11. Mengalami susah BAB dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena adanya pembengkakan pada tangkai tumor

  12. Penekanan juga dapat terjadi di bagian kandung kemih, ureter, rectum atau organ panggul lainnya


Miom terjadi akibat dari ketidakseimbangan antara hormon endrogen dan estrogen yang dimiliki wanita yang faktor penyebab paling utama adalah faktor makanan yang umumnya banyak mengandung lemak, kolestrol tinggi, makanan dengan banyak mengandung gula, dan faktor psikologis.

Awal-awal kehamilan, saya mengandung seperti ibu-ibu hamil lainnya. Merasakan ngidam, morning sickness, dll. Setiap bulan selalu di-USG. Pertama untuk melihat perkembangan janin dan yang kedua melihat miomnya berkembang atau tidak.

Di usia kandungan 1-4 bulan, miom terus bertambah menjadi 2 cm setiap bulannya. Saya tidak nafsu makan dan mengemil, yang masuk hanya air minum saja. Sampai ketika itu harus dirawat inap selama seminggu di rumah sakit, karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi janin Alhamdulillah sehat, berat badan, ukuran tubuh, jantung semuanya normal.

Usia kehamilan di atas 5 bulan, janin dan miom sudah mulai bersahabat dengan tubuh, sudah biasa dengan nyeri-nyeri yang ada. Setelah di USG ternyata miom bertambah lagi, kecil-kecil. Malam hari saya jadi tidak tenang tidurnya, apalagi jika bayinya sedang menendang-nendang sangat terasa sakitnya.

Semakin besar kandungan semakin besar juga miomnya. Ruang gerak bayi makin sempit, karena harus berbagi tempat dan makanan dengan miom. Ketika usia kandungan berjalan 9 bulan, 2 kali merasakan sakit yang amat sangat, ketika bayi berputar-putar di dalam, dan mendorong-dorongkan kepalanya ke miom sampai ke leher rahim. Saya sampai tidak bisa bergerak, mau pingsan rasanya, dan hanya bisa meringkuk ditempat tidur. Memang hanya berlangsung 10 menit, tetapi sakitnya luar biasa hebatnya.

Akhirnya, 13 Juli 2013 lalu, alhamdulillah bayi saya lahir dengan operasi sesar, normal tanpa kurang satu apa pun. Berat badannya 3400 gr, tinggi badan 46 cm. Memang hamil dengan miom itu berisiko, tetapi kita sebagai perempuan tidak boleh pantang menyerah begitu saja, ibunya kuat pasti janin juga ikut kuat secara otomatis. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha, bersyukur, dan banyak berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Hingga saat ini (18 desember 2013) sang miom pun masih bersarang dengan manis dalam rahim saya. Anak kami, Darrell Nararya Arsakha, tumbuh sehat, lincah, ceria, riang, dan normal seperti bayi-bayi lainnya.

Terakhir pemeriksaan dengan dokter, miom saya masih ada, hanya terhenti sementara perkembangannya seiring dengan normalnya bentuk dan ukuran rahim saya kembali seperti semula. Pilihan kembali diajukan oleh dokter, pengangkatan miom atau membiarkannya dalam rahim, dengan risiko kembali mengalami kehamilan dengan miom seperti pada kehamilan pertama. Pengangkatan miom, berdasarkan apa yang saya baca dan penjelasan dokter, tidak menghilangkan total miom dalam rahim ku. Sang miom masih mungkin tumbuh kembali suatu saat nanti. Tapi setidaknya, mungkin miom tidak akan mengganggu pada kehamilan kedua nanti. Opsi inilah yang sedang kami diskusikan.

Jika ada urban mama yang hamil dengan miom, janganlah stres dan rajin berkonsultasi dengan dokter untuk melihat perkembangan janin dan miom. Hindari juga makanan berlemak.

Kategori Terkait


Tag Terkait

9 Komentar
Putri Diana April 13, 2019 5:52 am

halo bun, adakah yg bisa sharing ke saya pola makan apa yg di jaga saat hamil dengan myoma? jujur saya sempat down saat tahu bahwa hamil dengan ada myoma, karrna tidak merasakan gejalanya, tetapi pengalaman bunda di sini membantu menguatkan saya, makasih ya bunda

gisela April 27, 2015 7:41 am

Hello moms. Seneng ketemu thread ini.
Cerita sedikit, kemarin saya ke dokter utk promil, tp saat di cek, ternyata ada miom di luar rahim. 1st doctor said kalo miom ukrn 5cm dan harus segera operasi. 2nd doctor said miom ukuran 3cm dan ga perlu operasi. Nanti aja diangkat saat melahirkan.
Saya jd bingung mana yg bisa dipercaya. Saya mau cari 3rd opinion. Any recommendation? Kmrin cek di bandung. Skrg pgn cek di jkt.
Thanks moms

Zuhesti Prihadini May 7, 2014 7:04 am

Hi mama Ell, saya juga mengalami hal yang sama. Hamil dengan myoma. Dalam kasus saya ada 3 myoma dengan ukuran antara 3 sampai 4 cm. DSOG saya sudah memberitahukan segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sejak kontrol kehamilan prtama. Awalnya sempat membuat saya down dan berfikiran negatif. Namun setelah banyak browsing dan mendengarkan cerita dari teman bahwa ada kemungkinan juga myoma nya mengecil karena hamil, saya agak cukup berlega hati. Alhamdulillah selama kehamilan saya diberikan kemudahan. Tidak mengalami mual muntah dan nyeri di perut. Pada tanggal 2 Maret kemarin akhirnya saya bisa melahirkan anak saya melalui proses kelahiran normal.

indriyanie February 20, 2014 6:04 pm

hi mom darell...aku juga punya kasus yang sama hamil dengan miom tapi miom aku duliar rahim dan tepatnya berada dijalan lahir bayi...pertama saat USG dokter bilang aku ada moim dgn uk 2cm dan dokter menyatakan tidak bisa lahir dengan normal USG ke-2 dokter juga bilang Mion semakin membesar akhirnya diputuskan utk pindah dokter dan di dokter yg ke-2 ini dia tidak membuat aku khawatir kata2nya selalu membuat semangat dari bulan ke bulan bayi dan miomku selalu dipantau dan moim selalu tumbuh dgn diameter yg semakin membesar. dibulan ke 8 dokter bilang kalo moimku lunak dan kegencet kepala bayi...selalu berfikir positif...alhamdulillah bayiku lahir dgn normal dgn BB 3,8kg dan panjang 50cm

YENI TRIANA January 17, 2014 10:17 am

Bismillah,moga dilancarkan semuanya,aku dulu pas cesar sekalian diambil miom nya
Semangaat mama Ell