Surat Cinta untuk Alyssa

Oleh Fanny Hartanti pada Kamis, 14 Februari 2013
Seputar Our Stories


One day, it just hit me. My baby grew up so fast and I might not always be there for her.

Mungkin dia tinggal jauh dari saya. Mungkin dia sedang sebal pada saya dan terlalu gengsi untuk menelepon saya. Atau mungkin, Tuhan berhendak lain…

Apa pun alasannya, saya ingin bisa tetap ada untuk Alyssa. Mengingatkannya, menasihatinya, termasuk ‘memarahi’nya. Bahkan jika secara fisik, saya tidak mampu lagi melakukan itu semua… Saya ingin, paling tidak, kenangan tentang saya, wisdom saya, pengalaman saya akan selalu tersedia kapan pun Alyssa membutuhkan mamanya.

Saya pun memutuskan untuk menulis sebuah surat untuk Alyssa. Sengaja saya menulisnya dalam bentuk blog, supaya kelak Alyssa bisa mengaksesnya di mana pun, kapan pun. ‘Surat’ ini pun bertambah panjang dari waktu ke waktu, karena saya selalu meng’update’nya setiap kali saya mendapat pelajaran baru yang ingin saya bagi pada Alyssa.

Surat itu dimulai dengan kata-kata:


I've been there, I've done that...
I've made silly mistakes...
I've made stupid actions...
I've made wrong decisions...
Mungkin ini bukan ide terhebat...
Atau nasihat terbijak...
Atau pengalaman yang luar biasa...

You don't have to follow them, if you don't want to. Some of them might be rubbish anyway...
but I still wanna share them with you.
Just because...

Kemudian, saya mulai menuliskan poin demi poin nasihat dan pemikiran saya. Mulai dari yang 'sepele' dan 'girly' seperti mengingatkan putri semata wayang saya untuk tidak lupa memakai tabir surya, cara berdandan, dan dealing with a broken heart... Sampai kepada hal-hal yang lebih serius seperti sukses, keluarga, karier, dan tidak lupa untuk tetap bersyukur.

Saya memintanya untuk selalu tersenyum. Di kala ia bertemu orang baru dan merasa terintimidasi atau malu. Sok pede dan tersenyumlah, karena saya percaya senyum bisa mencairkan kekakuan. Saya juga mengingatkannya untuk tetap tersenyum di kala sedang sedih, bahkan jika dia harus memaksakan diri untuk itu. Pokoknya, senyum! Karena katanya, saat kita tersenyum (walaupun pura-pura) tubuh akan mengeluarkan hormon yang bisa bikin kita merasa lebih happy.

Saya menyarankannya untuk belajar dan berkarier di bidang yang ia minati, bukan hanya ikut-ikutan orang atau sekadar gengsi. Karena saya percaya, ketekunan dan kecintaannya dalam melakukan sesuatu akan berbuah manis nantinya.

Saya menasihatinya untuk berani meminta maaf jika salah, mengutamakan keluarga, banyak membaca, dan kalau bisa traveling untuk membuka mata dan memperluas wawasannya.

Masih banyak lagi hal-hal yang saya tulis di surat cinta untuk putri semata wayang saya. Saya berharap, di balik semua kecerewetan saya yang terungkap dalam surat… Alyssa akan menyadari betapa sayangnya saya sama dia.

One day, whenever she needs me but cant reach me in person.. she will always have my letter with her.... Reminding her how much I love her and giving her all the strength and supports that she needs... Eventhough I no longer stand next to her.

Love you, Neng.

21 Komentar
triana nyla May 23, 2013 1:05 pm

mewweek dikantor krn baca article inih..:(:(
"neng' pasti bangga!

arinta hapsari
arinta hapsari February 28, 2013 3:59 pm

*mbrebes mili.. terharu banget..

Rini Pujiastuti
Rini Pujiastuti February 27, 2013 1:29 am

*mewek2 jam 1 malem.
karena baru kemaren menyadari my baby is now a toddler.
parah banget gak siiiiihhhh baruuuu toddler udah mewek2 gini aku.
Makin mengerti perasaan mama-mama yang anak perempuannya akan menikah, ampe nangis2 di hari H. Ya iya laaaaaahhhhhhh!!!
Wondering how much tears I would shed when/if one day that day arrived for me...
HUAAKKKKK!! *lanjut mewek...

Hestia Amriyani
Hestia Amriyani February 25, 2013 2:37 pm

Ahhh, terharuu! :') Sempat kepikiran juga untuk menulis surat untuk Safina, tapi kok ya malah ditulis tangan, bukannya di blog aja :D

Sherly Wijaya
Sherly Wijaya February 20, 2013 9:04 pm

duh, terharu banget bacanya..
so sweet :)