Tanggap Menangani Demam Tanpa Drama

Oleh musdalifa anas pada Kamis, 19 Maret 2020
Seputar Tips
Tanggap Menangani Demam Tanpa Drama

Duh, si Kecil demam…

Rasanya sebulanan belakangan, demam datang silih berganti di rumah kami. Dari mulai si Sulung duluan yang sakit, lalu adiknya, dan ditutup dengan giliran saya atau suami yang kena belakangan. Kalau kurang beruntung, dua minggu setelah sembuh eh demamnya datang kembali. Belum lagi drama yang harus dihadapi manakala anak-anak rewel karena tubuhnya tak nyaman saat demam. Jadi sebenarnya sakit apa sih, kalau sampai muncul demam?

Perlu dipahami bahwa demam umumnya terjadi sebagai reaksi alami dari sistem imun tubuh dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit lainnya penyebab penyakit. Jadi, munculnya demam menandakan adanya penyakit atau kondisi lain di dalam tubuh. Selain penyakit, ada beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan demam, seperti paparan cuaca, suhu panas yang berlebih, serta reaksi setelah pemberian imunisasi pada anak. Tak heran kalau demam merupakan hal yang sering dialami oleh anak-anak ya, Mama. Munculnya demam menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja untuk memerangi infeksi. Demam sendiri merupakan sebenarnya adalah meningkatnya suhu tubuh hingga lebih dari 38 derajat Celcius.

(Gambar: www.pexels.com)

Ketika demam terjadi pada anak-anak, mereka menjadi lesu dan lemas atau menjadi lebih rewel. Sebagai orangtua, ini sih yang paling membuat sedih ketika melihat anak sakit. Apalagi ketika anak demam tinggi, pastilah orangtua khawatir. Namun ingat untuk tetap tenang dan waspada ya, Mama. Ada beberapa hal penting yang dapat Mama lakukan ketika Si Kecil terkena demam.

1. Buat orangtua: siapkan stok sabar yang banyak. Diulangi ya: YANG BANYAK. Saat terkena demam, anak-anak jadi lemas lesu dan tidak bersemangat, atau malah rewel bukan main. Jangankan diberi obat, dipakaikan kompres hangat saja bisa menolak keras. Remember, don’t take it personally. Demam biasanya diiringi dengan nyeri-nyeri di tubuh, jadi wajar jika si kecil rewel dan tidak tenang karena memang tubuhnya benar-benar tidak enak. Jika si kecil minta dipeluk, berikan sentuhan dan pelukan sebanyak yang ia inginkan. Jika si kecil ingin tidur, biarkan dia tidur dengan tenang, banyak-banyak beristirahat untuk memulihkan energi dan menghilangkan stress akibat nyeri yang dirasakan selama sakit.

2. Jaga asupan cairan, jangan sampai anak mengalami dehidrasi. Ketika suhu tubuh meningkat karena demam, tubuh mengompensasinya dengan lebih banyak berkeringat. Ini juga artinya, cairan tubuh akan lebih cepat menguap lewat berkeringat sehingga risiko terjadinya dehidrasi akan lebih besar. Anak butuh asupan cairan yang cukup. Oleh karenanya, usahakan si Kecil untuk selalu minum. Berikan minum air putih, jus buah yang diencerkan, ASI, susu, atau urban Mama juga bisa memberikan sup kaldu hangat, bubur, dan makanan berkuah encer untuk dikonsumsi oleh anak selama demam.

3. Jaga sirkulasi udara dalam ruangan tempat tinggal. Biasanya kalau anak sedang sakit, akan terasa sekali kamarnya jadi sumpek. Beberapa kali dalam sehari, buka jendela kamarnya sebentar saja agar udara mengalir dan tidak sumpek. Pastikan suhu ruangan kamar cukup nyaman untuk anak. Kenakan piyama yang bahannya adem, tambahkan kaus kaki jika kakinya kedinginan. Tak perlu menyelimuti anak dengan selimut tebal-tebal karena tubuhnya akan terasa semakin panas dan makin rewel karena tidak nyaman; cukup siapkan selimut tipis saja.

4. Bicara soal kenyamanan, Mama dapat memberikan kompres demam agar si Kecil merasa lebih enakan. Saya ingat waktu kecil, rasanya nyaman sekali ketika sedang sakit lalu dahi diberikan kompres oleh Ibu. Sebenarnya kompres ini cukup membantu meredakan demam dan memberikan perasaan aman untuk anak. Hanya saja kalau si kecil rewel saat demam, biasanya mereka bakal menolak diberikan kompres yang basah lembap.

Nah, sekarang sudah ada produk kompres demam Hansaplast Cooling Fever Disney dari #HansaplastID. Kompres demam Hansaplast ini praktis sekali, tinggal ditempelkan di dahi anak. Sensasinya cukup sejuk di dahi dan ada aroma Peppermint dan Wintergreen Oil menenangkan si Kecil kala demam. Selain itu gambarnya juga lucu-lucu, ada karakter favorit anak dari Disney Frozen dan Marvel Avengers. Jadi nggak ada lagi tuh, cerita si kecil menolak dipakaikan kompres. Tinggal tunjukkan kompresnya, minta anak pilih mau pakai yang gambar mana. Pokoknya demam #GakPakeDrama lagi deh. Hansaplast Cooling Fever ini jadi barang yang wajib ada dalam kotak obat di rumah kami.

 

5. Perbanyak istirahat di rumah. Ketika anak demam, buat kondisi senyaman mungkin, perbanyak istirahat, serta hindari bepergian ke luar rumah jika tak perlu. Selain itu, Mama dan Papa harus tetap waspada dan rutin mengukur suhu tubuh anak saat anak demam. Perhatikan juga kondisi-kondisi lainnya yang mengiringi demam si kecil. Bila demamnya di atas 39 derajat Celsius, atau disertai sakit kepala terus-menerus, sakit perut, susah napas, ruam pada tubuh, nyeri sendi, dan/atau pembengkakan, atau setelah 72 jam dirawat di rumah demamnya tak kunjung mereda, maka segera periksakan si kecil ke dokter.

Sebagai ibu, kita harus tanggap menangani demam pada anak tanpa drama. Semoga tips-tips di atas dapat membantu Mama kala harus menangani si kecil yang sedang demam. Semoga lekas sembuh dan kembali sehat!

1 Komentar
mama_ningsih March 24, 2020 2:34 pm

Aku baru tahu kalau hansaplast ada yg buat fever. Terima kasih mama infonya.