Panduan Menyiapkan Stok Barang Kebutuhan Pokok untuk Masa Darurat

Oleh Retno Aini pada Selasa, 17 Maret 2020
Seputar Tips
Panduan Menyiapkan Stok Barang Kebutuhan Pokok untuk Masa Darurat

Alkisah Kamis lalu, susu di rumah kami habis. Biasanya kalau tak sempat beli, saya titip minta suami belikan sepulangnya dari kantor. Hanya saja Kamis lalu bapaknya anak-anak masih bertugas di luar kota. Akhirnya pergilah saya ke toko terdekat sambil menggendong si bungsu yang masih berusia delapan bulan. 

Di jalan, saya lihat orang berseliweran membawa kantung penuh belanjaan. Tak hanya 1-2 kantung, tetapi sampai 5. Oh, sama toilet paper! Seorang bisa bawa 2-3 bungkus. Sampai di gerbang toko, makin banyak orang-orang keluar dari toko menenteng banyak belanjaan. Ada apa ini?

Di dalam toko, rak bagian toilet paper sudah kosong. Begitupula rak roti, tepung & pasta. Rasanya air muka semua orang tampak 'kencang', sambil mendorong cart belanjaan masing-masing. Beberapa kakek-kakek dan nenek-nenek tampak kebingungan memutari rak, berusaha mendekati rak untuk mengambil barang di tengah keramaian. Tak hanya 1-2 orang yang tampak beberapa kali mengitari rak di toko, 'blank' panik tak jelas apa yang hendak dilakukan.

Saya hanya menyelinap ambil susu dari lemari pendingin, lalu bergegas ke kasir. Toko semakin ramai. Gongnya adalah tiba-tiba dari arah kasir sebelah, ada suara teriakan heboh disertai jeritan. Dua ibu-ibu berkelahi rebutan barang sampai dorong-dorongan. Di pintu keluar, saya berpapasan dengan ibu salah satu teman anak saya yang berkata, "Don't you know? They just announce it, the school, the office, almost every place in Norway will be closed for the next two weeks. That's why people are doing... this".

(Gambar: www.pexels.com)


Panic can bring out the worst in people.

Dua hari yang lalu, pemerintah mengumumkan masa karantina di rumah sebagai salah satu tindakan drastis yang diambil untuk memperlambat laju penularan Covid-19 yang disebabkan oleh coronavirus. Kalau Urban Mama disergap rasa panik setelah mendengar pengumuman sekolah bakal ditutup 2 minggu, tolong tarik napas terlebih dahulu. Lalu embuskan. 

Ingat, rencanakan mau membeli barang apa saja yang dibutuhkan selama masa darurat. Buat daftarnya. Hindari panic buying, dan hindari berbelanja saat orang sedang panik-paniknya. Panic buying akan mengacaukan rantai distribusi barang-barang kebutuhan popok, menciptakan kelangkaan, serta harga-harga kebutuhan pokok meningkat drastis. Kita semua tidak mau ini terjadi, bukan? 

Menurut informasi dari ready.gov sehubungan dengan status pandemi Covid-19, disebutkan bahwa kita hanya perlu menyiapkan stok untuk kebutuhan pokok selama 14 hari (dua minggu). Mengapa 14 hari? Saat terjadi penularan Covid-19, dibutuhkan masa 14 hari untuk inkubasi, gejala sakitnya muncul, hingga pemulihan. Asumsinya, stok tersebut untuk persiapan kalau-kalau sampai jatuh sakit dan harus dikarantina. Sehingga selama 14 hari karantina tersebut, kita punya cukup stok kebutuhan pokok (air minum, makanan, dan obat-obatan) yang mudah diolah atau siap dimakan. Namun, barang-barang kebutuhan pokok apa saja yang harus disiapkan?

Yang pasti siapkan stok air minum, makanan, obat-obatan pribadi, serta beberapa barang penting. Berikut kami sarikan daftarnya:

1. Air minum dalam kemasan sebanyak 1.5 liter per orang.  

2. Untuk makanan, utamakan makanan kering yang mudah dimasak dan disiapkan, makanan beku matang (frozen food), lalu makanan kalengan yang siap disajikan. Bersihkan bagian luar kemasan makanan dengan seksama sebelum disimpan dalam kulkas atau lemari pantry. 

-Sumber karbohidrat: beras, sereal, biskuit marie, oatmeal, pasta, mi.

-Sumber protein: sarden, makarel, kacang merah, sosis atau nugget, lauk-pauk ungkepan yang sudah matang, serta telur (selalu cuci telur sebelum disimpan dalam kulkas karena banyak kuman dari kotoran ayam yang menempel pada kulit telur) 

-Sayuran beku atau kalengan

-Garam dan gula, masing-masing cukup sebanyak 1 kg. Jaga konsumsinya ya Mama, jangan sampai kebanyakan.

-Jika punya hewan peliharaan, siapkan pula stok makanan untuk hewan peliharaan di rumah.

3. Siapkan dokumen penting, catatan kesehatan masing-masing anggota keluarga, serta daftar nomor kontak penting.

4. Obat-obatan over-the-counter: tablet/kapsul dan sirop parasetamol, obat flu, tetes mata, obat diare, oralit, plester, cairan pembersih luka, hand sanitizer, salep luka. Siapkan pula obat-obatan untuk anak-anak ya, Urban Mama. Siapkan secukupnya untuk kebutuhan selama 14 hari.

5. Obat-obatan pribadi yang diresepkan untuk kondisi khusus yang sedang diidap, seperti inhaler kalau ada asthma, pil KB, obat anti-depresan kalau sedang menjalani terapi, dan sebagainya. Siapkan secukupnya untuk kebutuhan selama 14 hari.

6. Kapsul multivitamin, suplemen vitamin C dan suplemen omega/minyak ikan untuk sumber vitamin D (karena selama karantina ini orang akan berada lebih banyak di dalam rumah).

7. Kalau punya bayi, siapkan stok popok bayi, susu, serta makanan bayi.

8. Kebutuhan pokok rumah tangga: pembalut, tisu toilet (jika pakai), sabun mandi, sabun pencuci tangan, pasta gigi, sampo, sabun cuci piring, deterjen, cairan pembersih serbaguna, serta sarung tangan lateks.   

9. Perlukah menyiapkan masker? Masker lebih penting dipakai oleh orang yang sedang sakit, dan mereka yang mengurus orang sakit. Jadi silakan menyiapkan masker tetapi jumlahnya secukupnya saja, untuk berjaga-jaga kalau kita ketularan sakit atau harus mengurus anggota keluarga yang sakit.

Ingat kembali ya Mama, siapkan barang-barang tersebut secukupnya saja, untuk stok kebutuhan pokok selama 14 hari terlebih dahulu. Jikalau ada dorongan untuk membeli lebih dari yang dibutuhkan, harap ingat ini:

Kalau Urban Mama dan Papa punya rezeki berkecukupan untuk membeli stok barang kebutuhan pokok, bersyukurlah. Namun harus diingat juga, ada banyak orang yang sama-sama membutuhkan barang-barang kebutuhan pokok tersebut. Orang lain juga menyiapkan stok kebutuhan pokok untuk keluarga mereka, dengan rezeki yang mereka punya. Namanya juga barang kebutuhan pokok, ya pasti lebih jadi kebutuhan banyak orang juga.

Jadi, beli secukupnya saja untuk kebutuhan selama 14 hari terlebih dahulu. 

Semoga Urban Mama dan Papa sekeluarga tetap sehat dan aman. Stay safe!

0 Komentar