Tips Mempersiapkan MPASI Homemade

Oleh Gressia pada Jumat, 08 April 2016
Seputar Tips

Sebagai ibu bekerja, tantangan terbesar yang saya hadapi dalam mempersiapkan MPASI adalah manajemen waktu dan metode pemberian MPASI.

Kapan ya waktu untuk mempersiapkan bahan makanan?
Jam berapa saya harus bangun untuk mulai mempersiapkan MPASI si kecil?
Selama kita bekerja, sebaiknya membiasakan bayi mandiri dengan menyuap sendiri (BLW) atau disuapi (spoonfeed) ya?

Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

1. Metode Pemberian MPASI

Sebelum mulai MPASI, saya mencari tahu sebanyak mungkin terkait MPASI. Oh, ternyata cara makannya bayi bukan hanya disuapi (spoonfeed) saja, tapi ada juga metode BLW (Baby Led Weaning) yaitu membiarkan bayi menyuap makanannya sendiri. Lalu dari jenis menunya, ada menu ala WHO, ada food combining, ada versi instant food (fortifikasi), dan banyak lagi lainnya. Lalu untuk storing dan penyajiannya ada metode freezing, ada juga metode makanan dimasak langsung sebelum makan. Dari sisi memasak, selain memasak di atas kompor, ada pula cara memasak ala Slow Cooker, Pressure Cooker, dan lain-lain.

Pada akhirnya, saya pun mengambil satu metode yang dijadikan pakem utama, tetapi tidak menutup kemungkinan dikombinasikan dengan metode lainnya. Saya bahas satu-persatu ya:


  • Menu MPASI
    Saya mengawali pemberian MPASI dengan menggunakan pakem menu MPASI homemade ala WHO, namun tidak secara fanatik karena kemudian saya sesuaikan dengan kebutuhan keluarga saya. Di bulan awal, menyajikan menu tunggal dan kemudian mulai mengombinasikan menu 4 bintang menjadi rutinitas tengah malam hari dan subuh sebelum berangkat ke kantor. Menu-menu tersebut awalnya saya sajikan dengan menggunakan bahan tersendiri, berbeda dari menu makanan harian keluarga, biasanya menggunakan bahan serba organik. Namun pada akhirnya, kami sesuaikan dengan menu makanan kami, tidak selalu menggunakan bahan serba organik.

  • Penyimpanan/ Penyajian
    Ada beberapa metode yang saya kombinasikan. Untuk kudapan buah dan kaldu, saya buat seminggu sekali untuk kemudian dibekukan (disimpan menggunakan baby cubes). Sementara itu, untuk main course selalu dibuat fresh setiap harinya.

  • Memasak
    Untuk memasak main course, saya memanfaatkan Slow Cooker, yang dikenal dapat menjaga nutrisi makanan karena metode pemasakan menggunakan suhu rendah secara konsisten. Selain itu, penggunaannya sangat simpel karena saya tinggal memasukkan bahan-bahan makanan yang diperlukan untuk kemudian ditinggal tidur. Paginya, sudah tinggal tahap finishingberupa menghaluskan masakan sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi. Untuk kudapan buah atau sayuran, saya memanfaatkan kukusan dan blender. Agar lebih praktis, saya menggunakan alat yang dapat berfungsi untuk mengukus sekaligus memblender makanan dengan harga cukup terjangkau.

  • Pemberian MPASI
    Dengan pertimbangan awal bahwa Pengasuh belum tentu siap menghadapi bayi tersedak, maka kami pun memilih metode spoonfeed dalam pemberian MPASI. Di luar hari kerja, sesekali pemberian MPASI kami kombinasikan dengan BLW khusus di akhir pekan. Lama kelamaan, semakin kami pe-de dengan Pengasuh yang sudah menguasai Maneuver Heimlich, kami pun semakin sering membiarkan pemberian MPASI secara BLW di hari kerja, sekalian untuk mengasah motorik bayi.
    Hal tersebut kami awali pertama kali dari menu kudapan, yang awalnya berupa buah atau sayuran yang dibuat berbentuk puree, lama-kelamaan kami sajikan berbentuk finger foods tanpa diblender.


2. Manajemen Waktu

Soal manajemen waktu, Saya coba sharing manajemen waktu sedikit ya:


  • Bahan-bahan untuk kaldu dan kudapan yang akan di-freezing biasanya saya persiapkan seminggu sekali. Jadi, sekalian pada saat berbelanja kebutuhan mingguan, saya akan membeli ceker ayam (untuk kaldu ceker) atau ayam kampung utuh (untuk kaldu ayam) atau sumsum sapi (untuk kaldu sapi) atau jamur dan daun bawang (untuk kaldu sayuran), serta buah-buahan yang akan di-puree kemudian dibekukan. Saya juga biasanya menyetok buah pisang karena penyajian dan penyimpanannya simpel sekali, yaitu tinggal ditaruh secara utuh dan kemudian dikerok saja daging buahnya ketika akan dimakan.

  • Bahan-bahan berupa protein hewani dan sayuran saya beli 2-3 kali sehari sepulang kantor di supermarket terdekat, biasanya dalam porsi kecil karena hanya akan dipergunakan untuk 2 hari ke depan (saya menyimpannya di kulkas bagian chiller). Sebetulnya bisa saja dibeli jumlah banyak, namun freezer saya saat itu dipenuhi dengan ASI perah, khawatir saja bila terkontaminasi dengan daging-dagingan, sehingga penyimpanan daging-dagingan tersebut saya pisahkan di chiller yang hanya memiliki daya tahan penyimpanan selama 2 hari saja.

  • Main course selalu saya masak pada malam hari sebelumnya menggunakan Slow Cooker (start malam hari sampai sebelum subuh) untuk porsi 2 kali makan, yaitu sarapan dan makan siang. Pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya memasak kembali menggunakan Slow Cooker (start pagi sampai siang hari) untuk menu sore harinya. Memasak menu sore hari tidak jarang saya delegasikan kepada Pengasuh agar Pengasuh memasak sedekat mungkin dengan jadwal makan sore anak saya untuk menjaga kesegaran nutrisi makanan.

  • Untuk kudapan, Pengasuh cukup mencairkan saja puree beku yang sudah saya persiapkan.


Pada akhirnya, terlepas dari plus minusnya, puas sekali rasanya bisa melakukan setiap proses penyajian MPASI sendiri untuk sang buah hati. Rasanya hati kami bisa tetap dekat meskipun saya tidak selalu bisa hadir secara fisik di sisinya. Setiap bahan, setiap adukan, setiap mangkuknya dipenuhi dengan rasa cinta.

[caption id="attachment_114639" align="aligncenter" width="500" caption="Menu MPASI saat anak saya berusia 7 bulan"][/caption]

[caption id="attachment_114638" align="aligncenter" width="500" caption="Beberapa menu MPASI saat anak saya memasuki usia 8 sampai 9 bulan"][/caption]

Apakah Urban Mama punya tips MPASI lainnya? Yuk ikut berbagi pada kolom komentar di bawah ini.

16 Komentar
Nike dwi Virgianty
Nike dwi Virgianty March 17, 2017 10:49 am

waahh infonya bagus banget.. kebetulan bulan depan anak ku mpasi nih..

Putri Pratiwi March 14, 2017 4:06 pm

moms, untuk memberikan pure buah yg disimpan dikulkas sihangatkan dulu atau didinginkan dulu disuhu ruangan?

diana fawzi
diana fawzi December 5, 2016 4:30 pm

Makasih ya moms, ceritanya berguna banget buat aku ibu baru :) Btw moms, pernah coba buat MPASI pake hand blender belum? lebih praktis deh dan gak ribet :) Oh ya, aku kemarin abis ikut kuis sakatonik liver, caranya gampang cuma upload foto hadiahnya menarik hand blender/bread toaster, lumayan loh ya!

detrie
detrie August 30, 2016 2:29 pm

wahhh makasih sharingnya mom kebetulan anak aku pas mau MPASI

Dita KS
Dita KS June 15, 2016 3:45 pm

keren banget ibu ini ya.. sharing menunya juga donk..