Kebetulan anak saya sangat suka kalau makan bekal sendiri yang saya siapkan dari rumah. Jadi untuk lebih menambah selera makannya dan tidak tergoda untuk jajan, saya mencoba membuat bento untuk bekal anak saya.
Dengan waktu persiapan yang singkat, saya dan suami berusaha mencari kegiatan sepanjang Ramadhan untuk Gaza. Karena tahun ini Gaza sudah berusia 3,5 tahun, jadi kami membuatkan sesuatu yang ada unsur reward & punishment.
Punya kaus polos di lemari pakaian si kecil? Kita bisa menghias kaus polos milik si kecil agar menjadi lebih menarik dengan menempelkan huruf pertama namanya dari kain katun bermotif.
Ini sepertinya proyek DIY kami yang paling berat yang pernah kami buat. Konsepnya sederhana, hanya 4-5 tiang yang diikat ujungnya, lalu dibuat saling menopang satu sama lain, dan ditutupi pakai kain/terpal. Beres.
Hobby Nana (2,5 tahun) bermain puzzle di tab membuat Papa dan Mama punya ide lain agar fungsi tab lebih maximal. Untuk melatih kemampuan mengenal huruf Nana, maka saya membuatkan flash card sederhana.
Albert tampak bangga sekali saat menyerahkan kenang-kenangan untuk gurunya. Dia bercerita kalau dia membuat kalung itu bersama saya. Cap tangan di kertas kado itu adalah tangannya.
Menyenangkan sekali. Sambil membuat, Syasya juga belajar percampuran warna. Dia terkagum-kagum bagaimana warna kuning dan biru bisa menjadi warna hijau, dan bagaimana warna pink dan kuning bisa menjadi oranye.
Point Reward Chart fungsinya untuk mencatat setiap kebaikan dan prestasi yang dicapai anak. Mereka akan memperoleh poin yang kelak jika sudah cukup banyak, bisa ditukarkan dengan reward yang bisa mereka beli sesuai jumlah poin yang terkumpul.
Ide untuk membuat jetpack datang saat tidak sengaja saya sedang browsing. Pertama kali melihat saya langsung ingin membuatkannya untuk Albert. Bahan-bahannya mudah ditemukan dan yang pasti, Albert yang suka dengan roket, pesawat, semua hal yang berhubungan dengan terbang, pasti ikutan heboh.