Untuk urban Mama Papa yang sudah gila-gilaan berlibur, ingat akan skala prioritas. Liburan terus, habiskan uang terus. Tapi saat membayar uang sekolah mepet, ya ga keren! Jadi intinya tetap saving and spending harus balance.
Saya juga ingin mengingatkan bahwa apa pun yang terlalu, efeknya tidak akan baik. Keseimbangan dan tetap menempatkan diri sebagai perempuan adalah yang terbaik.
Jadi apa dong kado terindah yang sebaiknya mulai kita bisik-kan pada suami?
Pernahkah terpikir oleh para mama untuk minta kado berupa emas saja? Tapi emas batangan ya.
Setelah ngefans dengan Ligwina Hananto melalui acaranya di radio, kini giliran saya terkagum-kagum dengan bukunya, yang membahas tips praktis untuk membangun ekonomi keluarga yang kuat!
Dulu semua saya lakukan tanpa pikir panjang. Pas saya bertemu Aay, anak betawi yang polos ini, dan bisa saving dan invest tiap bulan reguler 50% dari income-nya, saya langsung malu. Masa sih gaji saya lebih gede tapi investasi nya lebih dikit? Ga bener banget! So I have to change!
We introduce the concept of savings, by stretching the money to be used "later" and "tomorrow". At the end, our Noe learned about delaying gratification, which is an important lesson in life.
Saya sih shock waktu tau kalau Lana butuh biaya pendidikan sekitar Rp 4M sampai Sarjana. Untuk investasi sebanyak ini, bagaimana caranya ya? Menabung di Bank, Asuransi Pendidikan, atau Investasi dimana ya?
Memiliki dana darurat adalah hal yang penting untuk perencanaan keuangan keluarga. Berapa banyak dana darurat yang harus disiapkan? Dan apa saja yang harus dipikirkan untuk menyisihkan dana darurat ini?
When can you start teaching kids about money? While maintaining my daily household finances, I became intrigued with the question. There may be no hard and fast rules for that, but sooner or later, kids will encounter reality of life where money is one part of it. I hope to share my experience in teaching my kids about it in a series posts.