Being Upside Down

Oleh lisa namuri pada Jumat, 04 Januari 2013
Seputar Expert Explains

Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala... tapi, bukan begitu maksudnya. Ini adalah salah satu gerakan yang akan saya anjurkan untuk urban Papa dan Mama, di tahun baru ini. Tahun baru perlu sensasi baru, kan?

Nah, tubuh akan merasa hal baru dengan posisi upside down alias terbalik. Aliran darah yang biasanya ke arah kaki, akan ikut terbalik menjadi ke arah kepala. Anak-anak juga bisa dilibatkan.

Apa sih, fungsinya? Begini, selama ini aliran darah yang selalu mengarah ke kaki, butuh jantung untuk memompanya kembali agar bisa naik ke otak. Sekarang, jantung kita beri istirahat sejenak. Dengan posisi inverted (istilah kerennya dalam dunia olah tubuh), kita akan memosisikan kaki lebih tinggi dari pada jantung dan kepala. Secara otomatis, aliran darah akan berbalik. Pipa-pipa aliran darah yang ada di otak, seketika membesar menerima asupan darah yang banyak. Dari situlah sensasi kesegaran akan terasa. Tapi ingat, posisi upside down ini tidak dianjurkan untuk urban Mama yang sedang haid.

Mari kita mulai...

Ini gerakan paling mudah, yaitu Shoulder Stand.

Mula-mula, tidur telentang. Lalu dengan bantuan tangan atau orang lain, ayunkan kaki ke arah kepala. Sangga panggul dengan kedua tangan. Perlahan arahkan kaki ke langit sejauh mungkin. Tahan selama Anda bisa dan lakukan sebanyak Anda mau.

Egg Position

Katupkan kedua jemari tangan, pastikan siku anda selebar bahu. Letakkan kepala di antara kedua tangan. Luruskan lutut dan mulailah berjalan ke arah kepala, hingga punggung benar-benar lurus. Perlahan angkat satu kaki, lalu dekatkan lutut ke dada. Setelah merasa seimbang, angkat kaki yang satu lagi. Jika belum terlalu berani, lakukan dengan bersandar pada tembok.

Yang ketiga adalah kelanjutan dari Egg Position, yaitu Full Head Stand.

Jika sudah cukup familiar dengan Egg Position, bisa mencoba meluruskan kaki satu persatu ke arah langit. Posisi ini bisa juga dilakukan dengan bersandar ke tembok. Untuk permulaan, jangan lakukan lebih dari 30 detik.

Yang terakhir adalah Hand Stand.

Posisi ini membutuhkan lebih banyak keseimbangan dan kekuatan lengan serta bahu. Lakukan terlebih dahulu pada tembok. Lalu, cobalah untuk melepaskan satu kaki. Jika merasa cukup seimbang, lepaskan kaki yang satu lagi. Tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan ini lebih dari satu menit.

Kids Headstand

Posisi-posisi ini memang terlihat sulit dan fantastis. Tapi justru lebih mudah dilakukan anak-anak. Pasalnya, tubuh mereka masih sangat lentur dan seimbang. Mereka pun pasti sangat bersemangat mengikutinya. Jadi, Anda bisa ikut mengajak buah hati ikut Upside Down. Tunggu apa lagi... Ayo rasakan sensasi baru di tubuh Anda! Beri istirahat bagi jantung dan rasakan kesegaran yang belum pernah dialami.

Kategori Terkait


Tag Terkait

14 Komentar
lisa namuri
lisa namuri September 1, 2013 6:22 am

@Annisa wira: ini bukan ttg badan besar atau kecil loh... Ini hanya masalah keseimbangan... Ayo dicoba!!!

Annisa
Annisa September 1, 2013 5:42 am

kalau badanku besar gini, meski suka gerakan yang ini belum bisa kulakukan, huhu. Padahal bagus sekali fungsinya untuk aliran darah ya,imho kalau ndut gtu emang ga bisa mba Lisa?

Siska Knoch
Siska Knoch January 9, 2013 9:25 am

Selalu suka sama artikel yg di bikin Lisa, dan idem sama mama-mama diatas bisanya CUMA shoulder stand aja. jadi merasa diingatkan lagi masih ada 'latihan' yg bisa dilakukan. selama ini exercise rutin yg dikerjakan lari bareng TUM's runners. tfs lisa.

btw.. betapa bruntungnya para sosialita yg punya private instructor bin kosmopolitan macam dirimu ya hihi *salut*

lisa namuri
lisa namuri January 8, 2013 8:46 pm

@niniek keep going!!! Semangat... Kalo badan sehat, bakal tetap happyyyy.... @yenarosa ayo dimulai dg jalan pagi aja duluuu...

yenarosa
yenarosa January 8, 2013 8:17 pm

woooowww...ramping skali itu peyut dan paha mbak lisa...hadeuuhh...nahan napas sambil pegan perut buncit :-)