Serba-Serbi Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Oleh windi_teguh pada Rabu, 13 April 2016
Seputar Tips

Apa saja perlengkapan bayi baru lahir yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran anak pertama, apalagi anak kedua?

Yang namanya menyiapkan perlengkapan bayi itu ternyata lumayan repot, karena banyak biaya yang harus disiapkan. Kalau soal beli-belinya sih sama sekali tidak merepotkan. Ada banyak toko online, lagipula toko perlengkapan bayi sekarang ada di mana-mana, mudah sekali untuk urusan cari perlengkapan bayi.

Dulu waktu menyiapkan perlengkapan bayi untuk kelahiran Tara si anak pertama, saya buta sama sekali akan apa-apa saja yang harus disiapkan. Akhirnya saya minta tolong ke adik dan kakak ipar saya yang sudah lebih berpengalaman. Kali ini untuk kelahiran anak kedua, saya putuskan untuk berbelanja sendiri. Pengalaman dari Tara, jadi sudah tahu kira-kira apa saja yang harus dibeli.

Saat menyiapkan perlengkapan bayi untuk anak pertama, karena semuanya belum ada maka jadilah dibeli dalam jumlah lumayan banyak. Begitu mempersiapkan kebutuhan anak kedua, agak sedikit pikir-pikir. Soalnya beberapa barang dari kakaknya masih ada, jadi tidak semua dibeli. Setelah diperiksa dan dipikirkan masak-masak, akhirnya saya putuskan untuk membeli perlengkapan bayi baru lahir sebagai berikut. Menurut saya, ini juga perlengkapan bayi paling mendasar, jadi mungkin bisa menjadi petunjuk untuk urban mama-papa yang baru akan menyiapkan perlengkapan bayi untuk anak pertamanya.

1. Popok

Berdasarkan pengalaman Tara dulu, popok bayi butuhnya banyak. Bayi kecil habis minum pasti pipis, baru diganti popoknya tak lama kemudian pup, dan begitu saja seterusnya. Sehari bisa sampai belasan kali, makanya harus punya banyak persediaan popok. Saya membeli dua lusin popok kain, lagi pula sekarang juga musim hujan, takut tidak ada stok popok kering karena jemurannya tidak kering.

Untuk popok kain, jenisnya tergantung selera mama, namun bisa beli yang bahannya tidak terlalu tebal. Waktu itu beli dua lusin, hanya sekitar Rp160.000,-.

Saya juga sedia disposable diapers, tetapi untuk dipakaikan saat bayi tidur malam. Sederhana saja sih, supaya bayi tidak bangun-bangun setiap saat pipis malam. Dan pastinya mama juga ikut tidur nyenyak. Pilih diapers yang bahannya lembut agar kulit bayi tidak teriritasi.

2. Bedong

Banyak tulisan dan pendapat yang mengatakan sebaiknya bayi tidak usah dibedong, karena akan menghambat geraknya. Kalau saya pribadi, lebih memilih untuk membedong bayi. Dulu waktu Tara baru lahir, saya bedong tidak lama, palingan hanya selama seminggu setelah lahir. Sesudahnya hanya dibedong sebatas dada saja, tangannya dibiarkan bebas.

Untuk bedongnya, saya beli yang bahan katun dan bahan flanel. Satu lusin bedong bahan katun untuk dipakai siang hari, dan 3 lembar bedong bahan flanel (lebih tebal) untuk dipakai malam atau saat udara agak dingin. Mengapa bedong flanelnya lebih sedikit? Karena malam pakai diapers sehingga tidak basah kena pipis. Pilih bedong yang ukurannya agak lebar, agar tidak terlalu pendek dan mama tidak kesulitan membedong bayinya. Saya paling suka bedong bahan katun karena adem dan cepat kering.  Selain itu nantinya bedong ini dapat dipakai juga sebagai alas (burp cloths) saat mama-papa menyendawakan si bayi setelah disusui.

3. Baju bayi newborn size

Memang sih, anak bayi berat badannya cepat bertambah, jadi beli saja baju yang ukurannya agak besar agar masa pakainya lama. Namun dulu waktu Tara baru lahir, bajunya kedodoran semua. Akhirnya sekarang untuk adiknya saya sediakan juga baju newborn baby supaya tidak kedodoran. Namun belinya tidak banyak, cukup setengah lusin. Pilih yang harganya terjangkau, mudah dibersihkan dan berbahan lembut.


4. Baju ukuran 3-6 bulan

Sebenarnya baju ukuran new born dan 3 bulan beda tipis sih, tetapi tetap berbeda. Dengan asumsi berat bayi cepat bertambah, dan kemungkinan selama 3 bulan pertama setelah bayi lahir maka mama akan repot kalau harus bolak-balik ke toko bayi, maka baju ukuran 3 bulan bolehlah masuk dalam daftar perlengkapan bayi baru lahir yang harus dipersiapkan. Tetapi tidak usah beli banyak-banyak juga; saya hanya menyediakan setengah lusinan saja berupa baju sepasang dengan celana pop.


Untuk baju ini, belinya sepasang dengan celananya dan bajunya dicampur antara lengan panjang dan lengan pendek. Saya juga beli baju sepasang atasan-bawahan yang lebih berwarna, bisa juga untuk baju bepergian. Sengaja saya tidak memilih beli baju jumper, karena harus beli legging terpisah lagi.

Dengan baju sejumlah ini, apakah cukup?

Berdasarkan pengalaman anak pertama, cukup-cukup saja. Apalagi nanti biasanya akan banyak yang memberikan kado baju bayi.

5. Kaus singlet, topi, sarung tangan dan kaus kaki bayi

Untuk singlet, bisa beli yang ukurannya pas di badan, jangan kedodoran. Jumlah selusin sudah cukup.  Untuk sarung tangan, ada beberapa yang berpendapat bahwa bayi tidak perlu pakai sarung tangan, karena bayi mengemut jari-jari tangannya memang kebiasaan yang dibawanya dari rahim dan itu membuatnya nyaman. Namun, kalau saya pribadi tetap memakaikan sarung tangan bayi di awal-awal, karena waktu dulu Tara baru lahir, ia suka memasukkan tangan ke mulutnya yang bisa sampai seluruh bagian tangan itu masuk mulut. Di samping itu, biar kuman-kuman di tangan tidak masuk ke mulut bayi dan kuku bayi tidak menggores kulit wajahnya.



Kalau kaus kaki, fungsinya agar kaki si bayi tetap hangat. Sediakan saja enam pasang sudah cukup. Untuk topi, punya 2 buah pun sudah cukup.

Beres menyediakan kebutuhan pakaian bayi, selanjutnya mari kita menyediakan perlengkapan bayi baru lahir lainnya seperti perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi. Berikut untuk perlengkapan tidur:

1. Bantal

Saya menyediakan dua set bantal peyang dan guling. Sebenarnya gulingnya tidak terlalu penting, tetapi lebih penting bantalnya. Beli dua buah untuk ganti-ganti kalau kepala bayi basah berkeringat banyak. Sementara bantal yang satu diangin-angin, ada bantal kering yang bisa dipakai.

Tetapi ada juga beberapa bayi yang tidak suka pakai bantal, jadi ini tergantung kebutuhan saja, mau disediakan atau tidak. Tara dulu hanya pakai bantal sampai usia 3 bulanan saja, setelah itu ia lebih suka langsung ke kasur tidak pakai bantal.

2. Perlak

Ini wajib punya untuk alas bayi tidur, tidak langsung ke seprai. Terbayang kan kalau bayi pipis saat tidur dan tidak dialasi, langsung kena seprai dan merembes sampai ke bawah? Cukup beli dua lembar saja kalau bisa, jadi kalau satu kotor, ada gantinya yang kering bisa dipakai.

3. Kelambu

Saya beli satu yang model biasa aja, model buka tutup seperti payung. Penting punya ya kalau di Indonesia, agar si kecil tidak digigit nyamuk.

4. Selimut

Selimut ini dipakai kalau mama hendak membawa bayi keluar rumah. Lho, buat apa bawa bayi merah keluar? Misalnya saat pergi ke klinik untuk imunisasi. Paling enak sediakan satu selimut yang ada topinya. Satu saja cukup. Pilih bahan yang lembut dan sedikit tebal agar hangat, mudah dibersihkan, mudah kering, tetapi tidak perlu beli yang berbulu-bulu agar tidak memerangkap debu; takutnya si bayi masih rentan atau alergi debu/bulu.

Untuk perlengkapan mandi bayi, tidak banyak kok.

1. Ember bak mandi bayi

Kalau sudah punya, tidak pelu beli lagi. Kali ini saya tidak beli, masih ada punya Tara. Sebenarnya tidak harus punya juga, kadang pakai ember lebar biasa juga bisa.

2. Baby Bather

Nah yang satu ini sangat membantu mama saat memandikan si bayi. Bisa dipakai dengan diletakkan di dalam ember dangkal yang lebar. Mama bisa beli saat mempersiapkan perlengkapan bayi baru lahir, atau bisa juga beli beberapa minggu setelah si bayi lahir (ini kalau saya, karena di awal-awal si bayi dimandikan oleh bidan).

3. Sabun mandi & baby toiletries

Menyediakan sabun yang sekaligus sampo bayi biasanya lebih mudah dan ekonomis. Sediakan juga baby oil untuk diteteskan sedikit pada air mandinya dan untuk membersihkan daerah lipatan-lipatan tubuh bayi. Mama bisa menyediakan minyak telon yang mild, namun cukup pakaikan beberapa tetes saja pada tubuh bayi. Yang juga penting disediakan adalah diaper cream untuk mencegah timbulnya gatal-gatal sekitar diaper area pada tubuh bayi.

4. Handuk dan waslap

Untuk handuk mandi bayi, mama dapat menyediakan dua lembar dahulu. Untuk waslap mandi, bisa beli selusin karena akan lebih sering dipakai, baik saat mandi atau untuk membersihkan liur bayi.

5. Bola-bola kapas

Kapas bola mudah sekali dipakai untuk membersihkan pup atau pipis si bayi. Waktu Tara masih bayi, awal-awal saya coba pakai tisu basah baby wipes. Habisnya banyak sekali untuk sekali pup. Padahal harganya lumayan juga. Kemudian oleh adik saya diberi tahu: pakai kapas bola yang dibasahi air saja, lebih hemat.

Sedikit tips: sediakan wadah bersih khusus untuk tempat bola kapas dan beri air bersih. Tiap akan ganti popok dan membersihkan bayi, kapas dicelup ke air, dan kapas kotor tinggal dibuang langsung ke tempat sampah. Jadi air dan bola kapas yang belum dipakai tetap bersih.

 

Selain baju, perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi, ada beberapa barang yang juga harus dipersiapkan seperti:

1. Tas perlengkapan bayi

Ini penting, untuk membawa perlengkapan bayi saat membawa bayi bepergian. Tas ini meskipun untuk membawa perlengkapan bayi, tetapi enaknya dengan bentuk dan model yang bagus dipakai mama-papanya. Biar mama-papanya bisa tetap gaya dong! Sebaiknya pilih warna dan motif yang netral. Modelnya tergantung selera mama-papa. Pilih juga tas perlengkapan bayi yang memiliki banyak kantung sekat/kompartemennya

2. Baby cot/boks tempat tidur bayi

Untuk yang ini, saya tidak beli karena bayinya masih tidur bersama kami. Selain itu karena rumah kami ukurannya mini, jadi agak sempit kalau menampung boks bayi. Namun kalau memang butuh, urban mama-papa dapat menyewanya untuk beberapa bulan. Jika memutuskan untuk beli, urban mama-papa juga harus menyiapkan kasur, seprai, alas perlak dan bumper pelindung sisi boks bayi.

3. Gendongan bayi

Kalau masih newborn baby, saya nyaman memakai kain jarik batik. Selain itu saya juga menyediakan satu baby carrier dan satu gendongan model baby wrap.

Sebagai masukan, sebaiknya saat membeli gendongan itu dicoba langsung. Dan seringnya, ada rupa (memang) ada harga. Kalau mau beli dengan budget yang tidak terlalu besar, ada juga beberapa gendongan merk lokal yang juga bagus, silakan mama bandingkan terlebih dahulu.

Untuk bayi baru lahir, menurut saya pakai baby wrap itu paling enak. Cara pakainya mudah, tidak rumit kalau sudah biasa tinggal lilit-lilit lalu diikat saja. Merk impor ada, merk lokal yang tak kalah bagusnya dengan harga yang lebih bersahabat juga ada.

4. Stroller

Untuk stroller ini menurut saya juga antara penting dan tidak penting. Namun ini tergantung selera, kebutuhan tempat tinggal, dan aktivitas orangtua, karena biasanya kebutuhan pakai stroller berpengaruh pada mobilitas orangtua saat membawa si bayi.

Namun untuk anak yang sudah lebih besar, seperti masuk usia balita, stroller dibutuhkan juga. Satu lagi pertimbangan: kalau tidak punya pengasuh di rumah, punya stroller perlu juga agar mamanya bisa handsfree melakukan apa-apa sambil bawa bayi. Pilih stroller yang kursinya menghadap ke mama ya, agar bayi tetap nyaman bisa melihat mamanya.

5. Pompa ASI (breastpump)

Untuk mama yang bekerja dan berencana untuk penuh memberikan ASI kepada si bayi, wajib punya breastpump beserta perlengkapan menyusui lainnya. Pertanyaannya, beli yang manual atau yang elektrik?

Pengalaman saya waktu dulu pernah punya keduanya (manual dan elektrik), ternyata lebih enak yang manual karena hasil ASI perahnya lebih banyak. Di samping itu beda harga antara manual dan elektrik itu jauh sekali. Breastpump manual keluaran salah satu merk impor yang bagus (mudah dibersihkan dan tahan lama) itu sekitar Rp 675.000,- sedangkan yang elektrik sekitar Rp1.800.000,-.

 

Sepertinya itu saja perlengkapan dasar untuk bayi baru lahir. Sebelum membeli perlengkapan bayi, mama-papa bisa mencari tahu dan membandingkan harga dari beberapa toko; bisa jadi beli di toko grosiran akan lebih murah dibandingkan di toko perlengkapan bayi. Namun karena saya belinya sedikit-sedikit saja, tidak sampai berlusin-lusin, jadi lebih memilih yang praktis beli ke toko saja. Enaknya sih karena dibuat list/daftar kebutuhannya terlebih dahulu, agar urban mama-papa dapat memperkirakan berapa budget yang harus disediakan untuk perlengkapan bayi baru lahir. Adapun kira-kira list hitungannya seperti berikut ini:


Ini hanya sebagai perkiraan saja, belum termasuk pengeluaran rutin atau yang besar-besar lainnya seperti imunisasi dan sebagainya. Jadi jangan kaget dulu ya mama. Hanya untuk gambaran agar dibuat list rinciannya saja. Tidak usah pusing, rejeki si bayi akan selalu ada. Yang terpenting, beli yang penting-penting dulu saja. Semoga tulisan ini dapat membantu urban mama-papa yang baru akan mempersiapkan kebutuhan untuk bayinya ya. Kira-kira ada yang perlu ditambahkan lagi? Apakah urban mama-papa punya ide barang tambahan lainnya yang juga penting untuk disediakan di awal-awal? Mari berbagi di sini ya.

9 Komentar
Tiara Kastuti
Tiara Kastuti April 13, 2017 10:58 am

Wahh infonya lengkap. Coba cek-cek lagi, mungkin ada perlengkapan bayi yang ketinggalan. Keperluan disiapkan lagi. Gemesin deh perlengkapkapan bayinya... kalo kayak gini, jd gak pengen mereka cepet-cepet tumbuh.

Cindy Vania
Cindy Vania April 16, 2016 9:27 am

Wah komplit banget mama Windi!
Aku sampe sekarang aja masih suka pengen bebelian baju-baju bayi karena kan kecil dan lucu-lucu gitu yaa :D

Retno Aini
Retno Aini April 15, 2016 1:22 am

terima kasih ya mama Windi buat sharingnya. Berguna bgt buat para mama biar gak clueless nyiapin perlengkapan buat baby. Setuju banget sama bagian yang 'beli seperlunya' & 'bakal dapat banyak dari kado', soalnya dulu anakku pun dapat kado baju buanyaaakk...stok baju buat sampai umur 4 tahun aman haha!
btw, kok aku abis baca ini malah pengen punya baby lagi ya? Hahahaa..

Eka Gobel
Eka Gobel April 14, 2016 4:23 pm

Seneng yaa beli2 perlengkapan bayi. Lucu2 semua jadi pengen beli semua juga :D makasih infonya mama, pasti berguna banget deh, secara kalo belanja perlengkapan bayi bawaannya pengin beli banyak2 ya :)

Imelda Sutarno
Imelda Sutarno April 13, 2016 1:26 pm

Infonya lengkap banget nih buat mamas yang mau jelang lahiran ya. Sama kayak aku mama windi, gak pake baby cot even yg nyewa. Karena bayi dulu tidurnya masih sama emak bapaknya, lebih praktis juga kalo nyusuin malam hari :)

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies