Smarter with Flash Card Learning

Oleh Cicha Zakir pada Jumat, 02 April 2010
Seputar Activities

flash card


Sekarang flashcards bukan sesuatu yang asing bagi orang tua dan anak. Bentuk dan harganya pun beragam. Ada yang dijual dalam bentuk paket dengan harga yang fantastis sampai yang harganya berkisar pada dua puluh ribuan.



Saya sendiri tadinya tidak terlalu tertarik dengan flashcard. Tapi karena pernah memerhatikan anak sepupu saya yang umurnya 27 bulan, pintar sekali. Sudah bisa membaca huruf dengan lancar in english. Ternyata rahasianya adalah karena bundanya rajin mengajarkan dengan menggunakan flashcard. Akhirnya, saya tergerak untuk mengikutinya karena ternyata selama ini saya kurang semangat menggunakan flashcard pada anak saya, Shaina, yang sekalarang 24 bulan.

Karena melihat sendiri anak umur 27 bulan lancar membaca huruf inilah yang membuat saya jadi tertarik dengan flashcards.

It is never too late. Kasus saya, untuk awal, start di saat Shaina berumur 19 bulan. Saya membeli flashcard binatang. 

Sebetulnya, untuk pengenalan benda dan binatang bisa jauh lebih awal. Mungkin bisa start di umur 12 bulan atau lihat cue anak, apakah dia sudah bisa "fokus" atau belum. Sudah bisa fokus misalnya anak serius memerhatikan sesuatu dan sudah mulai jadi observer. Bagi saya, flashcard yang bagus adalah yang sesuai kebutuhan.

Kebutuhan saya dan definisi saya tentang flash card untuk "pengenalan" yang bagus:



  • Kalau mau mengenalkan binatang, cari flashcard yang bergambar binatang asli.

  • kalau mau mengenalkan nama-nama benda, usahakan cari gambar benda asli (jangan kartun karena dapat membingungkan orientasi anak).

  • kalau mau mengenalkan alphabet atau angka, cari yang hurufnya besar dan tunggal, supaya gampang diingat.



Dan daftarnya bisa ditambah karena orientasi tiap orang tua berbeda.

Lebih baik lagi jika kartunya agak tebal dan sturdy, supaya setelah sesi belajar, si anak bisa mengeksplorasi kartu-kartunya tanpa harus merusak fisik si kartu.

Permainan yang bisa dilakukan saat "bermain" flashcard adalah :



  • tebak ini apa.

  • mana ini (kartu disebar didepan si anak).

  • bunyi ini bagaimana (kalau binatang).



Kunci keberhasilan pengenalan melalui flashcards adalah :



  • REPETITION. Ucapkan dengan lantang dan jelas. Jangan terlalu lembut. Ulang, ulang, dan ulang. Lebih baik lagi bila susunan kartu yang kita kenalkan benar-benar kita ingat / di bagian  belakang kartu bisa diberi nomor sehingga pengulangannya sempurna, tidak acak.

    Maksud repetition adalah, misalnya hari ini mengenalkan "grapes - banana - peas - apple" maka next session yang di ulang juga susunanannya diusahakan sama yaitu "grapes - banana - peas - apple" dan seterusnya. Setelah lebih dari 3 hari, untuk anak yg sudah bisa bicara ujung-ujung belakang kata, tanya ke mereka, ini apa ya? Dan setelah sudah "khatam" baru boleh acak..


  • GUNAKAN TARGET. Jangan kenalkan macam flashcard secara bersamaan. Contoh: 1 minggu kenalkan dan tamatkan seri kartu A, minggu depan tamat kartu B dan selanjutnya. Siapkan waktu 20-40 menit per sesi.

  • Ciptakan suasana bermain namun serius dan tetap HARUS fun!

  • Matikan televisi, silent hp kita, bila perlu tutup pintu kamar saat kegiatan ini dilakukan, supaya anak fokus.

  • Lihat cue anak. Apakah mereka ready untuk "bermain" atau tidak. Bila si anak rewel, ngantuk, lapar, dijamin sesi belajar akan sangat tidak menyenangkan.



Tentunya semua sesuai kemampuan si anak dan keyakinan si orangtua bahwa si anak mampu menangkap dan menerima pelajaran dan pengenalan yang kita sampaikan.

Bila urban Mama dan Papa tertarik mengajarkan bilingual/ beberapa bahasa dengan kartu bergambar yang sama? Tentu bisa. Tipsnya :


  • 1 minggu ini ajarkan kartu A dengan Bahasa Indonesia.

  • Usai 1 minggu, mulai bacakan kartu A (dengan gambar yang sama) dengan bahasa yang ingin diajarkan. Inggris/ Mandarin/ France or even bahasa daerah seperti Sundanese? Your pick! :)



Tentunya diterapkan juga poin KUNCI KEBERHASILAN di atas tadi ya.

Yang patut saya syukuri, sesi belajar adalah sesi yang selalu Shaina nanti-nantikan. Ini artinya, saya bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kalo tidak menyenangkan, gak mungkin Shaina nagih-nagih belajarnya.

Bagaimana hasilnya?

Luar biasa. Perbendaharaan pengetahuan benda, binatang, warna dan shapes Shaina meroket. Dan di kehidupan nyatapun, my 24 months Shaina sudah belajar sehari. Misalnya, ada pisang, dia langsung bilang: "Mama, anana, uning" (Mama, banana, kuning). Atau sedang jalan ada reklame besar dan berhuruf, dia ribut sendiri "Mama, S, N, X, K" (dan sebagainya).

Try it urban Mama dan Papa. Kuncinya fun and confidence. Jangan lupa untuk take this seriously in a fun way. Just wait and see the awesome results. :)




In this case, saya memberi tips dan contoh untuk penerapan pengenalan flash card yang bergambar. Bukan hanya tulisan (seperti glenn doman). Suitable from 12months - 4 years old.

Tulisan ini bukan menggurui, hanya sharing pengalaman dan berbagi ilmu dari hasil pembelajaran saya sehari-hari.

 

Kategori Terkait


Tag Terkait

18 Komentar
yona January 18, 2013 4:32 pm

beli flash card nya di mana ya.. kalau ada yang tau boleh share ya. Jika memungkinkan yang bisa dibeli secara online. terima kasih..

Lalita Hariangbanga October 4, 2011 1:52 am

Aq pk Glenn Doman (GD) step 1 dr putriku Alya umur 2 minggu, tnyt berhasil ketika Alya umur 2 bulan udh bs fokus melihat sekitarnya (tv, org, benda, dll), komunikasi 2 arah semakin terasa. Ketika umur 3 bulan dksh buku smbl duduk di bouncer, Alya enjoy & excited, matanya fokus ngeliatin gambar2 dbuku sambil tanganya nunjuk2 gambar itu. Stlh itu Alya aq stop GD, kuganti dgn macam2 flash card bergambar yg kubeli di gramedia. Alasan aq stop GD krn udh saatnya Alya naik step 2 tp sistem GD step 2 bentuknya tulisan, bulan gambar ky step 1. Skrg Alya umur hampir 11 bulan, aq lanjutin lg metode GD step 2 & flash card brgambar & story telling from books. Aq berani mengkombinasikan metode tsb krn melihat Alya yg antusias belajar. Contohnya pas aq ksh lht gambar mouth, Alya refleks nyuapin cracker yg lg dpegangnya ke gambar mouth haha.. Tp pas dilatin gambar eyes, ear, Alya cuek aja :D tfs mamas :)

Indri Haryani
Indri Haryani May 10, 2011 2:30 pm

ikutan tanya dong kebetulan mo main2 flashcard jg sama anakku (11m).. dari kemaren2 udh baca2 juga metodenya glenn doman.. trus jadi agak bingung nih... jadi enaknya pake gambar apa engga ya.. trus mulainya per huruf apa per kata.. Tfs mom..

Lisna Eko
Lisna Eko May 4, 2011 3:58 pm

Wah, kemarin sempat pengen beliin buat Zafran (5 month) yang binatang..tapi emang susah nyari yang gambar asli..TFS mom..

Ipuy
Ipuy May 4, 2011 8:25 am

mommy Chica, tfs ya... kebetulan saya juga lg mulai belajarin anak saya (13m) kosakata, cuma ga pake flash card, pake buku gt lho... kayanya lebih enak pake flash card ya... :) Tfs,...

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies