SD Alam Pelopor, Rancaekek - Bandung

Oleh Fariella pada Rabu, 26 Mei 2010
Seputar Product Reviews

Anak pertama saya, Annisa, menuntut ilmu dengan bermain di Sekolah Dasar Alam Pelopor. Letaknya di Jalan Kaktus Raya Rancaekek Kabupaten Bandung. Sekolah alternatif di tengah sawah dengan kurikulum unggulan Pendidikan Agama Islam, science, english, dan matematika.



Pendirinya adalah Ir. Imas Maryani, seorang Ibu yang ramah  dengan visi yang jauh ke depan, merintis mendirikan sekolah ini sejak 2003. Awalnya, murid-murid di sekolah ini adalah anak dari pengajar. Terdiri dari 6 kelas, mulai dua tahun lalu ada kelas A dan B untuk masing-masing tingkatan. Saat ini baru sampai kelas 2. Sudah meluluskan satu angkatan dan angkatan kedua tahun ini.


Metoda belajarnya, fun dan prestatif. Guru menyediakan suasana yang fun untuk belajar, otomatis anak suka dengan belajar. Begitu pengertian fun yang saya tangkap dari Ibu Dedeh, guru wali kelas Annisa. Di kelas Annisa ada 2 guru untuk 20 orang murid. Guru wali kelas dan guru pendamping yang biasa dipanggil Bunda. Bunda Annisa di sekolah bernama Bunda Seroya, teman bermain anak-anak. Sekarang sedang proses wawancara multiple intelligence untuk pengarahan minat dan bakat anak yang unik. Kerjasama guru dan orangtua untuk kesuksesan anak di sekolah. 


Prestatif pun terlihat dari piagam dan piala yang terpajang di administrasi sekolah. Misalnya sekolah berakreditasi A menuju standard Internasional, juga Pemenang Sekolah Sehat untuk Kabupaten Bandung tahun 2010.


Untuk ekskul, sekolah bekerjasama dengan pihak luar sekolah yang sudah ahli di bidangnya. Misalnya sepak bola, menggambar, pencak silat, dan sebagainya.



Suasana sekolah masih kental suasana Sunda. Anak saya celingukan kagok berbahasa Sunda. Mayoritas temannya berbahasa Sunda. Tapi so far Annisa enjoy dan sekarang sudah mulai bisa sedikit berbahasa Sunda.


Yang menyenangkan, Annisa tidak merasa belajar di sekolah ini, tapi bermain bersama teman. Belajarnya bisa dimana saja. Kadang di panggung, di saung, atau di sawah. Kadang kelas jadi tempat main bola, belajarnya di panggung. Sistemnya memang moving class. Untuk kelas 1 dan 2 stay di kelas untuk masa peralihan dari TK, begitu kata Bu Imas.



Sekolahnya dari Senin sampai Jum'at, pukul 8 pagi sampai ba'da ashar, sholat ashar di sekolah. Dua kali istirahat, istirahat kedua untuk makan siang dan sholat. Istilah kerennya full day school. Baju seragam hanya 3 hari saja, selebihnya baju bebas bahkan tidak pakai alas kaki pun boleh. Senin, baju kebangsaan SD, putih merah. Selasa, baju olah raga sekolah. Jum'at, seragam pramuka. Murid perempuan setiap hari memakai kerudung. Kalau sedang becek setelah hujan, memakai sepatu boot.


Sekolahnya dikelilingi sawah. Annisa pun sudah hafal proses terjadinya nasi sejak dari padi. Terjadi tanya jawab langsung dengan pak tani. Annisa bercerita bahwa prosesnya seperti ini, sawah dibajak dengan munding (kerbau), setelah dibajak, diratakan lalu ditanam. Padi hijau, menguning, panen, heler, dan jadilah beras. Pelajaran hidup yang tidak ada di buku sekolah ya.



Sekolah ini lumayan berjarak dari rumah. Rumah kami di Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan sengaja menyekolahkan anak ke Rancaekek Kabupaten Bandung, berharap Annisa bisa memaksimalkan potensi dan keunikan pribadinya di sekolah ini.


Annisa sudah mendaftar sejak masuk TK B. Uang masuknya 3.100.000 rupiah karena bayar lebih awal mendapat potongan, menjadi 2.850.000 rupiah. Uang bulanannya Rp 280.000 sudah termasuk makan siang. Kegiatan per semester Rp 400.000. Bargain price ya untuk sekolah dengan kualitas ini. Kalau bisa terjangkau kenapa harus mahal. Yang penting anaknya enjoy belajar.

Kategori Terkait


Tag Terkait

20 Komentar
Aeni September 2, 2015 11:41 am

Mbak Fariella ada contact person dari sekolahnya tidak?
Kalau misalnya ada suatu lembaga mau berkunjung bisa tidak ya?
Mau lihat sekolah sama pembelajarannya seperti apa..

vidya sukma March 7, 2013 7:26 pm

ada daycarenya teh.. klo tau info daycare daerah jatinangor, rancaekek mohon info yah... trims :)

Fariella
Fariella August 24, 2010 10:31 pm

Di daerah Dago ada Mbak, Sekolah Alam Dago. jauh juga ya, agak belok.

Kavita Rezi May 30, 2010 8:58 am

Wuihh keren nih skolahnya!
Anakku juga pengennya disekolahin di sekolah alam begini sama Bapaknya. Cuma jauh banget di Rancaekek.
Di daerah Gerlong-Setiabudhi-Cimahi ada yang tau nggak dimana ya sekolah alam begini?

Thanks for sharing lho! :D

Fariella
Fariella May 26, 2010 10:35 pm

Hai mamas....maaf baru bisa jawab niiihhh..biasa lah emak tangan gurita, segala dikerjain..hehehe..

anyway..thanks ya comment nya..rata-rata mamas pada suka sama ide sekolah alam, karena ke enjoy an belajarnya..

ow ya, kalau mau liat sekolahnya, langsung dateng aja ke Jln. Kaktus Raya No. 100 Rancaekek

@aditya: kadang-kadang suka ngadain outbound juga sih, tapi kalau mau yang sudah biasa ngadain outbound dan cara menanam padi, coba dateng ke SUPER KIDS CAMP di Jatinangor juga, sebelum IPDN kalau dari arah Bandung. Biayanya sekitar 45rb/orang, untuk perorangan dibuka weekend. Waaahh, kayaknya harus bikin review juga nih..hihihi..setuju???