Selama ini saya mencari inspirasi untuk mengajak main Miguel dan Vino dari internet. Tak jarang saya menghabiskan cukup banyak waktu saat mencari-cari permainan yang kira-kira cocok untuk mereka. Belum lagi waktu yang saya perlukan untuk persiapan. Karena itulah saya menyambut gembira hadirnya buku tentang membuat mainan untuk anak ini.
Kegiatan memasak dapat menjadi family bonding time dan mengajarkan banyak life skill untuk anak. Tidak hanya mengajarkan kemandirian, banyak manfaat yang anak dapatkan dari kegiatan masak-memasak ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
Sejak anak-anak masih bayi, suami saya sudah memiliki keinginan agar kelak mereka suka dengan aktivitas yang berbau adventure dan back to nature. Intinya agar anak-anak menjadi lebih mencintai alam ini. Kebetulan di bulan Mei 2016 ini ada long weekend. Suami pun berinisiatif membawa kami sekeluarga plus kakak saya dan keponakan, ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Kami berkunjung ke Art Science Museum yang terletak di Marina Bay waterfront. Eksebisi yang ditampilkan adalah Future World: Where Art Meets Science oleh teamLab (didirikan oleh Toshiyuki Inoko dan 4 rekannya), group ultra-technologist yang dikenal atas inovasinya dalam penggunaan teknologi digital sebagai media seni.
Sesuai dengan namanya, pameran ini lebih diperuntukkan bagi siswa sekolah khususnya dan masyarakat awam umumnya, dan bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan bangga pada tanah air dan dirgantara. Ketika saya tiba di lokasi, banyak rombongan anak sekolah baik dari PAUD, TK maupun SD yang menonton pameran ini.
Seperti namanya, messy play ini memang kelihatannya kotor dan berantakan. Namun ternyata messy play ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosi dan kreativitas anak. Salah satu messy play yang praktis dan menyenangkan adalah bermain air dan busa sabun.
Saya tidak terlalu suka camilan goreng-gorengan, tetapi pengecualian deh kalau buat jamur tiram goreng garing. Membuatnya pun mudah, urban mama dan papa bisa membuatnya bersama si kecil. Tidak hanya sebagai camilan, jamur tiram goreng garing ini kami buat juga untuk lauk tambahan. Either way, it's delicious!
Itulah tema yang kami piilh untuk acara ulang tahun bersama Birth Club March 2014. Sederhana saja, karena March babies ini menyukai choo choo train alias kereta api. Dalam menyiapkan acaranya, kami memang tidak terlalu muluk. Tujuannya sebatas silaturahim dan agar anak-anak senang saja.
Kehidupan seorang putri rasanya selalu menarik perhatian dan keingintahuan perempuan, terutama anak-anak, termasuk saya dan kaka Caca. Itu sebabnya kami senang sekali dengan buku cerita yang bertema putri.
Saat membereskan lemari, saya menemukan beberapa baju yang sudah tidak terpakai lagi, jadi saya mengajak Rinjani untuk membuat fringe shawl dari kaus bekas.