Kita biasanya merasa was-was jika meninggalkan rumah. Apakah rumah itu dalam keadaan kosong sama sekali atau meninggalkan anak kita di rumah bersama pengasuhnya.
Pada bulan Juni lalu, kami merayakan ulang tahun pertama Nathaniel. Ternyata mempersiapkan ulang tahun anak itu repot ya, tapi terbayar dengan seru dan puasnya.
Bulan ini, anak-anak baru saja mulai sekolah lagi, Ken kelas 5 SD dan Caca kelas 3 SD. Belum terlalu aktif memang karena akan terpotong libur Lebaran lagi.
Setelah mencoba-coba resep, modifikasi sana sini, akhirnya menemukan resep yang paling pas sebagai bahan dasar membuat es krim di rumah, tanpa perlu bantuan mesin ice-cream maker.
Bermain merupakan aktivitas alamiah yang menyenangkan untuk anak. Lewat bermain anak dapat bereksplorasi dengan dirinya dan lingkungannya, memiliki daya imajinasi yang aktif, dan terutama mampu merangsang tumbuh kembang anak lebih optimal.
Pada kehamilan kedua ini, saya cukup sering browsing tentang boks bayi karena saya ingin sekali membeli boks bayi yang bisa ikut bertumbuh seiring pertambahan usia anak saya.
Dulu waktu kecil, kegiatan favorit saya dan kakak-kakak saat ngabuburit adalah main ludo, halma, dan ular tangga. Soalnya permainan ini seru dimainkan beramai-ramai, tapi tidak terlalu menguras energi.
Dalam banyak kasus, orang tidak sadar bahwa yang dilakukannya adalah bullying. Mereka mengira itu becanda, lucu, dan jika dilakukan terus menerus teman-teman yang lain akan lebih menyukai mereka (siapa yang tidak suka candaan kan?).
Sebagai orangtua, kita senang bercerita tentang apa saja yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak-anak. Bagaimana kalau kita mulai merekamnya, sehingga kelak anak-anak tidak hanya bisa mendengar sambil membayangkannya, tetapi bisa menonton videonya bersama-sama?
Mengingat betapa besar kecintaan anak kami pada dunia dinosaurus, dan tampaknya akan jadi liburan yang superseru jika liburan ini mimpinya “bertemu dinosaurus” jadi nyata.