Sejak baru berkenalan, kami memang tidak tinggal di kota yang sama, ia di Bandung dan saya di Jakarta. Keluarga besar saya juga tinggal terpencar, ayah saya di Jambi, sementara Ibu dan adik-adik di Surabaya. Hubungan jarak jauh saya dan suami ternyata berlanjut sampai menikah dan hamil.
Runni (5 tahun), sebagaimana anak generasi Z lainnya, adalah digital native. Tanpa perlu diajari, Runni bisa sendiri belajar menggunakan gadget, bahkan sampai ke hal-hal yang orang tuanya pun tidak tahu. Perlu ada pendefinisian prinsip dan strategi untuk parental control anak generasi-z seperti Runni.
Saya menyiapkan satu ruang khusus di rumah yang diberi nama RDRA (Ruang Depan Ramah Anak). Ruang ini menjadi tempat putri saya, Hasna (2 tahun 8 bulan), bisa membongkar semua mainan dan bermain sepuasnya. Aktivitas homeschooling anak usia dini juga banyak kami lakukan di RDRA.
Mika sangat menyukai kegiatan dan hal-hal yang bertema fisik dibandingkan akademik sehingga pilihan kursus akademik tentu saja bukan pilihan yang menarik bagi Mika. Pilihan kursus fisik yang sekarang diikuti oleh Mika tentu saja bukan pilihan kami orangtuanya saja, tetapi lebih kepada apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh Mika.
Alhamdulillah nonton perdana ini bisa dikatakan sukses besar, Rey sangat fokus menonton, tidak rewel dan tidak minta keluar ruangan karena takut. Saya akan berbagi beberapa tips agar sukses mengajak si kecil menonton di bioskop.
Saya sendiri berpendapat mau tidak mau anak-anak kita pasti akan menggunakan gadget karena memang sudah zamannya seperti ini. Tanpa diajari atau diperkenalkan, anak-anak akan secara alami bisa menggunakan gadget. Nah, sebagai orangtualah tugas kita untuk mengawasi dan membimbing mereka saat memegang gadget.
Saya mencoba berdamai dan mencari-cari kegiatan untuk mengisi waktu saat menunggui Albert les. Rata-rata dalam seminggu saya punya waktu luang sekitar lima jam, anggap saja bonus “me time” dan semacam waktu untuk mengisi baterai lagi sebelum berhadapan dengan si kecil.
Minggu lalu anak-anak kembali masuk sekolah setelah menikmati libur panjang sekitar sebulan penuh. Saya pun mencatat beberapa hal penting berkaitan dengan hal ini. Walaupun sudah terlambat untuk tahun ajaran baru sekarang ini, tetapi mungkin catatan ini bisa berguna untuk persiapan masuk sekolah setelah liburan berikutnya.
Selain urusan ibadah seperti tilawah, urusan keseharian lainnya yang harus tetap berjalan selama puasa juga jadi lebih mudah karena adanya aplikasi dalam gadget. Berikut beberapa aplikasi yang saya unduh dan pasang di ponsel untuk mempermudah ibadah di bulan Ramadhan.