Theurbanmama

Plagiocephaly: Kepala Peyang dan Penanganannya di Belanda

Mengapa Adik F tidak punya bantal bayi seperti bayi-bayi di Indonesia? Pertanyaan ini sering diajukan teman-teman. Saya pun baru sadar, pada daftar perlengkapan bayi yang diberikan oleh bidan tidak dianjurkan untuk mempersiapkan bantal. Lalu, apa hubungan bantal dan kepala peyang?

Menurut dokter, Adik F mengalami plagiochepaly yaitu kepala bayi memiliki sisi datar, sehingga bentuk kepala tidak simetris atau tidak membulat sempurna. Salah satunya karena posisi tidur yang menekan pada sisi. Hal ini terjadi karena tempurung kepala bayi yang masih lunak dan ubun-ubun yang belum menutup sebelum usia satu tahun. Selain itu, ada Plagiocephaly yang disebabkan oleh ketidaknormalan bentuk kepala saat lahir.

Plagiochepaly yang dialami Adik F penyebabnya adalah posisi tidur, jadi bukan karena ketidaknormalan bentuk kepala sejak lahir. Saat Adik F berusia tiga bulan, dokter menyarankan agar ia dibawa ke fisioterapi. Saya kaget karena kok kepala peyang saja repot begini ya, padahal kalau di tanah air ini menjadi hal yang biasa saja. Bahkan orangtua kami dulu malahan sengaja memosisikan saya dan suami agar tidur telentang dengan diganjal kain di kanan dan kiri agar kepala belakang kami datar.

Kami disarankan untuk datang ke Kinderfysiotherapie di dekat rumah. Untungnya di sini anak-anak sampai usia 18 tahun bebas biaya kesehatan. Namun, kami harus disiplin untuk hadir pada janji temu yang telah ditentukan. Jika tidak hadir tanpa konfirmasi, kami wajib membayar tarif per jam yang berlaku (46 euro).

Setelah kepala Adik F dinyatakan peyang, saya jadi memerhatikan bentuk kepala dan posisi tidur bayi-bayi lain di sini. Ternyata mereka biasa tidur miring sempurna ke kiri atau ke kanan sehingga bentuk kepala umumnya lonjong.

Jadi apa yang harus dilakukan untuk menghindari kepala peyang? 

  1. Posisi tidur usahakan untuk berganti posisi miring sempurna kiri atau kanan dan kepala belakang.
  2. Tummy time yang dilakukan sesering mungkin. Adik F disarankan tummy time dari usia 2 minggu. Selain untuk menguatkan otot leher dan tangan, juga akan membantu bayi latihan untuk menggerakkan kepala sendiri. Tummy time ini disarankan selalu dalam pengawasan orangtua, dianjurkan untuk tidak meninggalkan bayi. Di sini tidak dianjurkan menidurkan bayi dalam posisi tengkurap karena khawatir terjadi Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
  3. Disarankan untuk tidak terlalu lama di car seat atau bouncer karena akan menekan kepala pada satu posisi.
  4. Tidak menggunakan bantal saat tidur. Mungkin inilah kenapa salah satu alasan kenapa bayi di Belanda tidak mempunyai bantal, agar kepala mudah untuk berganti posisi.

Pengaruh kesehatan
Tentunya yang menjadi pertanyaan kita semua apakah kepala peyang yang dialami adik F akan berpengaruh pada perkembangan selanjutnya? Tidak! Plagiochepaly yang dialami adik F sama sekali tidak memengaruhi tumbuh kembangnya, hanya untuk estetika saja.

Penegakan diagnosa plagiochepaly
Selain kepala belakangnya terlihat flat, fisioterapi juga melakukan pengukuran lingkar kepala. Dengan mencetak kondisi lingkar kepala di awal kunjungan. Hal ini bisa menjadi perbandingan setelah treatment reposisi dilakukan. Pengukuran lingkar kepala dilakukan pada awal kunjungan dan pada bulan keenam.

Terapi reposisi
Kunjungan saya ke fisioterapi utamanya adalah latihan fisik. Hal utama yang dilakukan, membiasakan bayi untuk tidur miring sempurna kiri dan kanan. Adik F terbiasa tidur dengan kepala belakang yang dominannya ke arah kanan. Tidak mudah untuk mengubah hal ini pada bayi, oleh karena itu perlu latihan dan pembiasaan.

Hal yang bisa dilakukan:

  1. Posisi tidur, lakukan stimulasi dengan meletakkan mainan di sisi kiri selama 25 menit sampai kepala sempurna ke kiri.



  2. Lakukan tummy time, lakukan stimulasi dengan meletakkan mainan di sisi kiri dan kanan selama 25 menit untuk melatih otot leher agar fleksibel menoleh ke kiri dan kanan.



  3. Posisi duduk, lakukan stimulasi agar bayi bisa menoleh ke kiri dan ke kanan secara sempurna.



  4. Saat tidur, ganjallah bahu dengan handuk agar kepala menoleh ke kiri.



  5. Stimulasi motorik kasar dengan cara kedua kaki digerakkan ke arah kepala agar kaki dan tangan lebih lentur.



  6. Posisi tengkurap hanya saat bangun dan tidak diperbolehkan saat tidur.
  7. Latihan untuk tummy time dalam posisi yang stabil.
  8. Mengangkat bayi ke atas dan dimiringkan kiri dan kanan berguna untuk menguatkan badan dan menstimulasi menoleh ke kiri dan ke kanan.

Intinya dengan latihan fisik ini bayi terbiasa untuk berganti posisi saat tidur, lebih banyak menggunakan sisi pinggir kepala agar tertekan hingga kepala belakang perlahan kembali bentuk normal. Oh ya, sebagian terapi plagiochepaly ada yang menggunakan helm, tetapi lebih banyak digunakan bagi kasus plagiochepaly yang disebabkan oleh ketidaknormalan bentuk kepala sejak lahir. Karena penggunaan helm sendiri banyak ketidaknyamanan yang dialami bayi.

Pada bulan ke 6, lingkar kepala adik F kembali diperiksa melihat kemajuan terapi, alhamdulillah hasil pemeriksaannya lebih baik dari awal kunjungan. Sekali lagi, terapi yang dilakukan tidaklah instan. Diharapkan dengan yang dilakukan terus-menerus, bentuk kepala akan terus membaik hingga ubun-ubun menutup sampai usia 18 bulan. Semoga sharing pengalaman kami ini bisa berguna bagi Urban Mama.

Related Tags : ,,,
Apa Reaksi Anda ?
0 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.