Pesan dari Racial Harmony Day ini adalah untuk menghargai perbedaan yang ada di antara anak-anak di Singapura, di mana mereka belajar, bermain dan berteman dengan teman-teman dari berbagai ras, suku, dan budaya.
Bermain merupakan aktivitas alamiah yang menyenangkan untuk anak. Lewat bermain anak dapat bereksplorasi dengan dirinya dan lingkungannya, memiliki daya imajinasi yang aktif, dan terutama mampu merangsang tumbuh kembang anak lebih optimal.
Mengingat betapa besar kecintaan anak kami pada dunia dinosaurus, dan tampaknya akan jadi liburan yang superseru jika liburan ini mimpinya “bertemu dinosaurus” jadi nyata.
Sudah menjadi kenyataan bahwa di negara kita sangat kurang taman bermain terbuka gratis untuk anak-anak. Taman bermain kini adalah sebuah bisnis, banyak playground bermunculan dengan berbagai tingkat biaya. Ya, kita harus bayar supaya anak-anak kita bisa bermain dan menjadi anak-anak!
Salah satu kegiatan keluarga saya untuk mengisi liburan di rumah adalah memasak. Bukan hanya mengajak anak-anak untuk bermain masak-masakan melainkan kami memasak betulan!
Begitu masuk pintu gerbang Kampung Batu, rasanya seperti bukan di Bandung! Di pintu gerbang kita sudah langsung disambut gunungan batu nan elok, dengan satu-dua kandang rusa totol di kiri kanan jalan.
Untuk mengisi liburan yang akan datang, tidak ada salahnya mencoba kegiatan baru untuk menyibukkan si kecil di rumah ketimbang terlalu sering mengajaknya ke mall. Bagaimana kalau kali ini Urban Mama Papa mengenalkan kegiatan melukis?
Bagi saya, mempersiapkan anak (batita) untuk ikut pentas seni dan tampil di muka umum membutuhkan trik dan strategi khusus supaya anak berani, percaya diri, dan menikmati penampilannya di atas panggung.