Theurbanmama

Film Anak Indonesia: Kulari ke Pantai

Selasa, 27 Februari 2018
Di media sosial para Mama, bisa dipastikan mayoritas pernah membahas film Dilan 1990. Hingga saat ini film Dilan 1990 sudah mencapai lebih dari 6 juta penonton. Urutan kedua untuk film terlaris Indonesia sepanjang masa. Luar biasa ya? Pasti ada yang menjadi fans berat Iqbaal dan kagum pada bagaimana cara orangtua Iqbaal dalam mendidiknya.
 
Sekarang, yuk kita beralih untuk membicarakan film anak.
 
Saya memiliki dua pertanyaan untuk urban Mama:
1. Apa film yang terakhir Mama tonton di theatre bersama anak?
2. Film apa yang lebih sering Mama tonton bersama si kecil di theatre, apakah film barat atau film Indonesia? 
 
Untuk nomor 2, saya yakin jawabannya kita lebih sering menonton film barat di theatre dibandingkan menonton film anak Indonesia. Tidak ada yang salah dengan itu. Harus diakui bahwa memang pada kenyataannya film Coco dan Wonder yang tayang di penghujung tahun 2017 menuai banyak pujian dan sangat direkomendasikan oleh begitu banyak urban Mama untuk ditonton bersama anak.
 
Lalu bagaimana dengan film anak Indonesia?
 
Dalam 5 tahun terakhir, ternyata ada sekitar 500 film yang diproduksi dan jumlah film anak-anak tidak lebih dari 15 film. Berdasarkan data 10 besar perolehan jumlah penonton periode tahun 2007-2018, hanya ada 1 film anak-anak, yaitu Laskar Pelangi yang menduduki urutan ke-1 dalam perolehan jumlah penonton hingga 2016. Berdasarkan fakta ini dapat diambil kesimpulan bahwa tontonan untuk anak-anak di bioskop memang minim meski produksi film Indonesia semakin ramai.
 
Melihat kondisi ini, cukup memprihatinkan ya, Ma. Tapi ternyata hal ini justru memicu keinginan produser film Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza untuk kembali berkolaborasi dan kini mereka siap menggarap film anak-anak besar dengan judul Kulari Ke Pantai.
 
 
Saya pribadi merasa senang mendengar berita ini. Saya masih ingat bagaimana menyenangkannya film anak Petualangan Sherina yang pernah saya tonton di theatre meski saya belum menikah dan punya anak. Jadi saya sangat tidak sabar untuk mengajak anak-anak menonton film Kulari Ke Pantai yang rencananya akan ditayangkan di bulan Juni nanti.
 
Dalam memproduksi film anak, tentunya perlu ada nilai-nilai yang bisa diambil oleh anak-anak dengan cara yang menyenangkan sehingga genre komedi drama lah yang dipilih dalam film Kulari Ke Pantai. Penonton akan diajak menjelajah Pulau Jawa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer melalui sebuah perjalanan darat yang mengasyikkan dan penuh kejutan. Kira-kira seperti apa ya? Penasaran! 
 
Film anak memang menjadi salah satu media yang memberikan hiburan dan edukasi bagi anak. 
 
Beberapa ide yang bisa Mama diskusikan bersama si kecil setelah menonton film adalah:
  1. Bercerita
    Urban Mama bisa meminta si kecil untuk menceritakan kembali film yang baru ditontonnya.
  2. Hal/tokoh yang disukai dan tidak disukai anak di film.
    Dengan membahas hal ini, urban Mama sekaligus bisa menanamkan nilai positif yang bisa diambil anak. Bila ada sesuatu yang kurang baik, bisa menjadi bahan diskusi agar hal tersebut tidak ditiru oleh anak-anak.
  3. Pesan positif dan role model dalam film.
Saya pribadi termasuk orangtua yang sangat suka mengajak anak-anak menonton film di bioskop. Selain banyak hal yang bisa didapat dari menonton film, saya juga ingin menonton sesering mungkin bersama mereka sebelum mereka tumbuh dewasa dan mulai ingin menonton film bersama teman-temannya. 
 
Related Tags : ,,,,
Apa Reaksi Anda ?
12 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.