Jalan Panjang Memberikan ASI pada Miguel

Oleh Siska Knoch pada Rabu, 19 Agustus 2015
Seputar Our Stories

Tidak banyak yang tahu bahwa sejak bayi sampai usia sekitar dua bulan Miguel sempat minum susu formula, karena ASI saya sangat sedikit. Memang dari yang pernah saya baca dan dengar, saat awal menyusui ASI tidak keluar banyak karena kebutuhan minum bayi masih sedikit. Namun dua minggu setelah melahirkan, saya mulai merasa kalau ini memang terlalu sedikit, bukan sekadar fase-belum-keluar-asinya. Setelah menyusui langsung hampir sejam pun Miguel masih menangis dan terlihat kehausan.

Seperti kebanyakan ibu lainnya, saat mengandung anak pertama saya bertekad selalu ingin memberikan yg terbaik dari segala sisi termasuk ASI. Saya juga sudah berbicara kepada support group pertama yang  saya miliki, yakni suami dan juga mama saya. Alhamdulillah suami dan mama saya sangat mendukung keputusan ini.

Setelah selang 5 minggu dari persalinan dan hasil 30-40 menit memerah ASI hanya bisa membasahi dasar botol, rasanya patah hati! Sedih dan patah hati. Semangat saya yang membara untuk memberikan ASI eksklusif mulai pudar karena melihat kenyataan bahwa jangankan mengisi freezer sampai penuh dengan botol asip, untuk memerah satu botol saja saya belum pernah berhasil.

Jangan tanya usaha saya saat itu, dari asupan vitamin, cairan (mineral, jus, dan susu), mengonsumsi buah dan sayur setiap hari sudah saya lakukan. Positive thinking, memijat payudara, breast care, memerah sambil mendengarkan lagu, sambil diberikan sentuhan lembut di pundak oleh suami sampai ibu saya saja masih belum berhasil!

Sudah setipis kertas semangat saya saat itu. Belum lagi rasa sakit saat memerah dengan tangan atau dengan bantuan breastpump,  lecet, perih, lelah pokoknya benar-benar menguras energi. Saya sudah hampir menyerah.

Saya sangat beruntung, di saat saya hampir menyerah Mama saya tidak membiarkan saya menyerah. Dengan bijak beliau berkata, “Ayo Neng, jangan menyerah. Tenang, santai, namanya juga menyusui pertama kali. Memang perlu perjuangan. Lecetnya perihnya nanti hilang kok kalau asinya udah lancar, percaya deh!”

Lalu saya seperti disadarkan, iya ya.. bagaimana mungkin saya menyerah, saya kan ibunya! Jika bukan kepada saya, lalu Miguel mau menyusu kepada siapa?

Hari-hari berat yang saya lalui pun mulai membawa hasil. Memerah selama 30 menit yang biasanya hanya membasahi dasar botol kini bisa sampai pada angka 20-30 ml. Pada minggu keenam sudah bisa sampai 40-50 ml dan Miguel pun benar-benar bisa lepas dari susu formula saat berusia 2,5 bulan. Kalau ditanya kenapa bisa lancar menyusui saya juga tidak tahu pasti apa jawabannya, apa karena vitamin atau makanan yang saya konsumsi atau karena yang lainnya. Yang pasti setelah diingatkan oleh ibu saya, saat hendak menyusui saya berusaha serileks mungkin dan tidak banyak mengira-ngira akan cukup atau tidak, saya hanya benar-benar menikmati momen yang ada.

Apakah saya menyesal telah sempat memberikan susu formula? Tidak. Karena mungkin jalan itulah yg harus saya tempuh untuk sampai bisa menyusui dan menyapih Miguel di usia 24 bulan. Karena saya percaya kalau setiap ibu menyusui memiliki kesulitan dan tantangannya masing-masing. Mari kita saling bahu membahu untuk mendukung satu sama lain. There is always a different story in every parenting style.

Sekarang Miguel (5,5 thn) sudah bersekolah di TK B, tumbuh dengan sehat dan ceria. Setiap mengingatnya, perjalanan saya menyusui Miguel merupakan momen yang spesial dan saya berjanji sekuat tenaga saya, untuk tidak menyerah, seperti yang ibu saya lakukan pada saya.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk ibu saya, dan semua ibu yang sedang berjuang memberikan asi. I feel you. Jangan menyerah karena kita tidak sendiri, gunakan support group senyaman mungkin dan tetap positif.

17 Komentar
noverrani October 23, 2015 2:42 pm

wooow.... keren sekali mom.

Honey Josep
Honey Josep August 28, 2015 12:52 pm

Tfs Chika!

Jadi semangat nih nanti mau ngASI :)

kikiyani August 27, 2015 3:14 am

Thanks sharingnya mb.. Menginspirasi sekali..
Kalo boleh tau, slm 2,5 bulan itu memberikan asip dan sufornya lewat apa ya mb? Dot kah?
Anak sy 1m2w juga masih sulit menyusu krn puting sy yg oversize
Akhirnya terpaksa sy campur sufor krn sudah menyusu berjam2 pun masih kehausan dan seharian hampir tidak tidur.sy pompa juga keluarnya sedikit mb krn kendala puting gede td. Padahal PD sy rasanya penuh :(
Sy pompaa dan berikan lewat sendok/sloki, anak sy marah2 & sering hampir tersedak. Kalo pake dot sy takut dia jd bingung puting.. Serba salah jadinya :(

Iin indrawati August 22, 2015 9:33 am

Luar biasa struggle.nya bun..
Jadi inget temen2 yang masih menyusui, mereka biasanya booster ASI dengan nutrishake kok banyak yg cocok dan nular pada pake semua..(kalo aku konsum buat diet) hihi..
Semoga sharing saya bisa berguna bundaa.

Cindy Vania
Cindy Vania August 20, 2015 12:50 pm

aahh,terharu baca cerita Mommyluv dan Miguel..
Jadi inget juga waktu anak pertama ASI sedikit dan akhirnya menyerah :( Lalu meyakinkan diri untuk anak berikutnya harus bisa ASI dan berhasil semua walau ada lika likunya.

Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadikan inspirasi dan penyemangat untuk mama-mama yang lainnya.

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies