Rumah Ramah Anak

Oleh Marsha Maria pada Jumat, 22 April 2016
Seputar Our Stories

Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia selain makanan dan pakaian. Rumah adalah tempat kita berkumpul bersama keluarga, menghabiskan hari-hari kita, dan tempat untuk beristirahat dari lelahnya aktivitas pekerjaan kita. Setiap orang pasti memiliki rumah idamannya masing-masing. Ada yang menyukai rumah mungil dengan halaman luas, ada yang menyukai rumah minimalis yang terang, ada juga yang menyukai rumah yang terlihat mewah dan glamour ala hotel bintang lima. Namun tahukah kita bahwa menata rumah tidaklah cukup hanya sekedar meletakkan furnitur dan dekorasi yang cantik semata.

Rumah yang cantik memang dambaan semua orang, tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah fungsi yang menjadi pertimbangan utama kita dalam menata sebuah rumah. Ketika baru lulus dari universitas, saya adalah seorang desainer yang sangat idealis. Semua desain saya harus tampak indah dan sesuai dengan selera saya. Setelah beberapa tahun bekerja di dunia desain interior, barulah saya sadar bahwa bukan seperti itu aturan mainnya. Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, desain haruslah didasari pada kebutuhan si pemilik rumah.

Saya sendiri baru saja merenovasi rumah, karena setelah memiliki anak saya baru sadar bahwa rumah yang awalnya tampak nyaman dan mencukupi kebutuhan saya berdua bersama suami ternyata tidaklah cukup lagi setelah hadirnya buah hati di tengah-tengah keluarga kecil kami. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Walaupun saat ini anak saya masih bayi, tapi di rumah inilah anak saya akan tumbuh dan belajar. Saat menjalani kehidupan baru sebagai seorang Ibu, saya menemukan ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menata rumah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Jadi seperti apa rumah yang ramah untuk anak-anak?

1. Gunakan material yang mudah dibersihkan

Untuk dinding misalnya, gunakanlah cat pelapis yang mudah dibersihkan (washable). Menggambar adalah bagian dari pembelajaran dalam tumbuh kembang anak. Sayangnya bagi anak kecil, segala macam bidang bisa saja menjadi media eksplorasi mereka dan tentunya dinding rumah kita pun tidak luput dari tangan kreatif mereka. Oleh sebab itu cat dinding yang mudah dibersihkan seharusnya menjadi pilihan utama kita untuk mengecat rumah khususnya area yang paling sering tempat bermain anak. Sedangkan untuk furnitur pilih juga yang bisa dibuka dan dicuci, contohnya sofa dengan sarung yang bisa dilepas.

2. Pilih furnitur yang fungsional

Untuk orangtua yang memiliki anak, furnitur yang fungsional sangatlah penting. Tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki anak berarti bertambah banyaknya barang-barang yang harus bisa kita simpan. Perlengkapan bayi, perlengkapan makan, mainan dan perlengkapan-perlengkapan lainnya tentu saja harus bisa disimpan secara maksimal karena jika tidak rumah kita tentu akan tampak berantakan. Oleh sebab itu tentu saja akan sangat membantu jika kita memiliki sofa yang bisa menyimpan barang-barang anak kita yang sudah tidak lagi terpakai misalnya.

3. Pilih furnitur yang berat dan menempel di dinding

Dengan adanya anak-anak yang pastinya akan berlari ke sana kemari di dalam rumah kita, pastikan kita sebisa mungkin tidak meletakkan furnitur di tengah-tengah ruangan. Furnitur yang menempel di dinding akan membuat ruang di rumah kita lebih luas. Furnitur yang berat di sini maksudnya adalah hindari furnitur yang memiliki tampilan ringkih dengan kaki-kaki panjang agar mengurangi risiko tersandung.

4. Pilih furnitur yang berbahan lembut dan tidak tajam

Sebisa mungkin hindari furnitur dengan ujung-ujung yang tajam untuk mengurangi resiko anak terbentur. Jika memungkinkan, gunakan furnitur yang dilapisi kain/upholstery untuk coffee table misalnya. Tanpa adanya ujung-ujung yang tajam tentunya kita akan lebih tenang melihat anak-anak kita bermain di dalam rumah tanpa takut mengalami cedera.

Selain beberapa kriteria di atas, pemilihan furnitur kembali disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Jadi sebenarnya untuk mendesain rumah atau ruang bisa kita lakukan sendiri karena yang paling mengetahui kebutuhan kita di dalam rumah adalah kita sendiri. Asalkan kita bisa dengan cermat memilih furnitur yang tepat untuk kebutuhan kita maka rumah idaman kita bukan lagi sekedar impian.

Untuk memenuhi kebutuhan perabotan rumah, IKEA adalah salah satu favorit saya. Kenapa saya merekomendasikan IKEA? Karena IKEA sudah merancang produknya sedemikian rupa untuk dapat kita pasang sendiri dengan mudah. Selain itu range produknya sangatlah lengkap. IKEA juga menyediakan berbagai inspirasi desain (http://www.ikea.com/id/in/ideas) yang dapat kita terapkan di rumah. Desain yang dapat kita lihat dari furnitur di IKEA adalah simple tapi juga indah. Jujur saja dalam sebulan saya bisa dua kali ke IKEA dan pastinya ada saja yang saya beli entah itu aksesoris atau bahkan perabot.

Misalnya saat mendesain kamar tidur anak saya. Saat ini sebenarnya anak saya masih tidur sekamar dengan saya, jadi kamarnya saya fungsikan lebih sebagai kamar bermain. Untuk kamar bermain, karena anak saya masih bayi jadi saya belum terlalu membutuhkan terlalu banyak perabotan agar ia bisa lebih bebas bereksplorasi. Di kamar bermain Kaitlynn, saya hanya meletakkan satu cabinet aksen berwarna merah dari IKEA untuk penyimpanan. Saya memilih warna merah sebagai aksen untuk memberikan kesan ceria pada kamar, dan Kaitlynn pun memang cenderung lebih tertarik pada warna-warna terang yang dapat membuatnya lebih aktif beraktivitas. Sedangkan untuk dinding supaya tidak kosong saat ini saya hanya meletakkan beberapa aksesoris supaya tetap terkesan indah.

Hidup dengan anak sama artinya dengan terus membutuhkan tempat penyimpanan tambahan. Sudah ada beberapa perabot yang masuk dalam wish list untuk melengkapi kebutuhan di rumah saya khususnya kamar bermain Kaitlynn. Dengan IKEA, tidak hanya fungsi dari furnitur yang kita dapatkan, rumah dengan tampilah yang cantik pun menjadi bonusnya.

Semoga tips-tips ini berguna bagi urban mama yang ingin mempercantik rumah ya.

Marsha Maria
Marsha Maria

An interior designer who works at home. She loves fashion and enjoy styling her baby girl and lives in Jakarta.

17 Komentar
Tiara Kastuti
Tiara Kastuti April 13, 2017 11:25 am

Enak deh sekarang udah banyak yang kasih tips buat dekor rumah. Pakai gambar lagi. Jadi kita tinggal nyontek, apa yang terlu dibeli dan gimana cara natanya. So far, seru banget sih berburu keperluan rumah tangga dan menatanya sendiri sesuai keinginan kita. Makasih banyak tipsnya.

Shinta Daniel
Shinta Daniel May 16, 2016 9:18 am

Ditunggu undangan open housenya ya Cha ;D

Retno Aini
Retno Aini April 26, 2016 6:01 pm

Selalu sukaaa deh sama furnitur ikea, keren tapi fungsional bgt! Thanks ya Marsha utk tipsnya :D

May Sukmasari
May Sukmasari April 26, 2016 10:48 am

bagus sekali rumahnya, rapih dan nyaman pastinya. Sama ini mesti cari tempat penyimpanan baru buat mainan anak-anak di rumah, memang sepertinya harus berkunjung ke ikea lagi. Tfs ya mama marsha. suka sama rumahnya.

thea rizkia
thea rizkia April 25, 2016 7:46 pm

bagus rumahnya dan isiannya juga. sayang ikea jauh dari jogja *gigitjari*. gagal jadi FBI deh

 

Anda harus Log In untuk memberikan komentar terhadap artikel ini.

Silakan Login di Sini