Apa pun alasannya, saya ingin bisa tetap ada untuk Alyssa. Mengingatkannya, menasihatinya, termasuk ‘memarahi’nya. Bahkan jika secara fisik, saya tidak mampu lagi melakukan itu semua…
Slogan yang ada pada stiker dari sekolah anak-anak seakan selalu mengingatkan saya bagaimana harus mengendalikan diri dalam bersikap sebagai orang tua.
Awalnya saya pikir, Baron mau diuji kemampuan motoriknya tapi ternyata saya salah. Yang diuji itu saya, ibunya! Sementara Baron asyik bermain bersama bapaknya.
Sebagai orang tua, sudah sepatutnya kita belajar untuk berkata "sorry" atau "maaf" kepada anak kita, saat tanpa sengaja kita melakukan kesalahan. Karena anak-anak selalu mengikuti apa perbuatan orang tuanya.
Berkirim kartu ucapan rasanya sudah tidak lagi menjadi tradisi yang dilakukan sekarang ini. Orang lebih memilih pesan elektronik karena cepat, murah, dan mudah. Tapi kok rasanya kurang berkesan, ya?
Saya pernah membaca bahwa bayi sebaiknya diajari tidur sendiri sebelum ia berusia 9 bulan, agar sudah terbiasa mandiri dari kecil. Kepala saya langsung berpaling dari monitor, menatap Ken yang tidur pulas di antara ayahnya dan saya.
Sejak Baron usia 1,5 tahun, saya berencana berkonsultasi ke psikolog tentang tumbuh kembang Baron karena saya merasa Baron mengalami keterlambatan bicara dan kurang konsentrasi, tapi niat tersebut saya tunda sampai ia berusia 2 tahun.
Saat sedang berkunjung ke kantor suami dan sudah waktunya untuk memerah ASI, suami mengajak saya ke sebuah ruang khusus yang dinamakan Pojok ASI Kencana.
Sudah hampir tiga minggu anak sulung saya, Melody "mogok" sekolah. Awalnya saya pikir hanya 2 atau 3 hari saja ia tidak mau bersekolah, tapi ternyata sudah lewat seminggu pun ia tetap ngotot tidak mau besekolah.
Raisya sudah sangat akrab dengan botol sejak berusia tiga bulan, sejak saya tinggal kerja. Sekarang saat usianya hampir dua tahun, Raisya makin susah untuk dipisahkan dari botolnya.