Keluarga kami pada dasarnya senang jalan-jalan. Rasanya sangat menyenangkan, setelah setiap hari anak-anak ditinggal di rumah, weekend kami nikmati di luar dan membiarkan anak-anak menikmati suasana di luar rumah bersama kedua orang tuanya.
Senang sekali ada Taman yang enak dan nyaman untuk dikunjungi di tengah padatnya ibu kota. Tambah senang melihat para pengunjung ikut andil menjaga kebersihan taman ini dengan membuang sampah pada tempatnya.
I look at kids today and see them all glued to PlayStation, xBox, PSP, iPhones, iPads, Laptop, Facebook, Twitter, Youtube, watching Cable TV. Lets be honest, it’s not just kids, we do it too. We are attached to our gadgets all day.
Sekitar sebulan yang lalu, suami saya mendapat kabar bahwa dia akan berdinas ke negeri tirai bambu selama sekitar 6 minggu. Bisa dibayangkan betapa khawatirnya saya dengan reaksi Little Bug yang sangat dekat dengan papanya.
Seperti namanya, Hidden Park, taman ini memang kelihatan tersembunyi padahal letaknya di tengah kota. Kalau urban Mama Papa sering menyusuri Jalan Barito di mana terdapat banyak penjual burung dan buah, nah... Hidden Park ini persis terletak di belakangnya.
Dalam perjalanan ke Dieng kami disuguhi pemandangan yang luar biasa. Jalan menanjak dan berliku-liku menjadi tidak terasa dengan pemandangan alam yang terhampar di depan mata