Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena memberikan pengetahuan dan perspektif yang berbeda. Seperti tagline The Urban Mama, there is always a different story in every parenting style.
Genangan-genangan air panas alami menyembul dari bukitan batu di sana. Beberapa cukup hangat untuk berendam, sedang yang lainnya asik dipakai merebus telur. Lho? Telur?
Beberapa urban papa bahkan rela nyetir berjam-jam dari Bandung dan suamiku sendiri rela terbang dari Singapura demi menemani istrinya kopdar bersama para keluarga TUM Agustus 2012. Yang paling menyenangkan adalah melihat mereka kompak satu sama lain dan saling berteman juga. Hidup para The Urban Papa!
Saya langsung berkaca tidak sebatas kepada 'rumit'nya hubungan saya dan ibu mertua saya, tapi terhadap hubungan secara umum antara mertua perempuan dan menantu perempuannya. Menyadari saya punya 2 anak laki-laki, seketika langsung terpikir, "Sooner or later, my time will come."
Walau tampak sepele, banyak mitos dan kesalahpahaman akan kedua hal ini, sehingga banyak Mama melakukan tindakan yang malah berisiko mengiritasi dan melukai bagian-bagian dari payudara terutama puting dan aerola.