Ketika melihat buku ini untuk yang pertama kali, awalnya saya berpikir kalau buku ini adalah buku terjemahan. Tetapi setelah dibaca dengan lebih teliti, ternyata penulisnya adalah ibu-ibu asli Indonesia. Wow, hebat!
Anak-anak cukup menikmati jalan kaki sambil melihat aliran sungai kecil yang mengairi sawah, burung-burung terbang di udara, serangga di kiri kanan jalan, hamparan hijau sawah. Si sulung Bodhi, cukup tangguh berjalan kaki, walau sesekali minta digendong dan mengeluh capek.
Coba bayangkan ketika dia di masa SMP/SMA... Berapa usia kita nanti? Apakah kita masih mempunyai energi dan kemampuan untuk menemani mereka main lempar-tangkap bola? Besides, you will be an Uber-cool Dad if you can still play basketball with his highschool team.
Saya sebagai ibunya kadang merasa khawatir melihat Lana berlama-lama main pasir. Bukan hanya bajunya yang kotor, kuku-kukunya juga kemasukan pasir, rambut jadi penuh pasir, pokoknya seluruh tubuh penuh dengan pasir.
Bingung antara mau merayakan di restoran atau di rumah, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk di rumah Eyang saja. Selain lebih leluasa dan hemat, waktu berkumpul juga bisa lebih lama.
Saya teringat saat beberapa kali ditinggalkan Ayah dinas di luar pulau. Waktu berlalu begitu lambat, ingin segera bertemu dan mengobrol. Saat itu, apakah buah tangan mampu mengobati rasa kangen?
Demi mendapatkan hasil perahan yang optimal, saya rela berganti-ganti BP untuk merasakan mana yang paling nyaman dan terbaik bagi saya. Apalagi saya adalah exclusively pumping mommy, jadi BP adalah sahabat setia saya.
Bubble Bum adalah child booster seat yang dapat dibawa ke mana-mana. Istilah kerennya portable. Selain portable, Bubble Bum juga foldable sehingga sangat ringkas dimasukkan ke dalam koper bila bepergian.
Program Kejuku Caraku ini merupakan wujud komitmen Keju Kraft untuk selalu menyemangati dan memotivasi urban Mama dalam menyediakan bahan makanan terbaik yang bergizi dan bernutrisi tinggi, tapi tetap lezat.