Theurbanmama

Sudahkah Memeriksa Payudara Secara Rutin?

Kamis, 07 Desember 2017

Apakah Urban Mama sudah secara rutin memeriksa payudara sendiri? Mungkin kita sering lupa atau menganggap sepele hal ini. Padahal pengecekan secara rutin penting sekali untuk mencegah kanker payudara dan kanker yang ditemukan lebih awal masih dapat disembuhkan.

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman satu tahun terakhir ini. Kebetulan saya masih aktif menyusui. Biasanya ibu menyusui suka mengalami pembengkakan pada payudara. Terkadang saat diraba payudara kita terasa seperti ada benjolan-benjolan kecil dan membuat bertanya-tanya, ini air susu atau apa ya. Suami saya selalu mengingatkan agar saya mengecek payudara sendiri karena ibu mertua pernah mengidap kanker payudara. Biasanya saya memeriksa payudara sendiri secara rutin, dengan posisi badan terlentang dan tangan ke atas, sementara tangan yang satu lagi meraba dengan gerakan memutar. Pada awal tahun 2017, saya merasa ada benjolan kecil pada payudara kiri, mungkin sebesar biji kacang hijau. Saat itu saya langsung merasa panik. 


image credit: pexels.com

Saya pun segera bercerita pada suami dan langsung diajak memeriksakan diri ke dokter bedah onkologi, dr. Sonar Panigoro yang pernah menangani ibu mertua dulu. Ternyata antrean untuk membuat janji dengan dr. Sonar panjang sekali, saya mendaftar pada bulan April dan baru mendapatkan janji temu pada bulan September. Untungnya dr. Sonar masih ingat dengan ibu mertua, sehingga saat itu juga saya diminta datang ke RSCM. 

Setelah diperiksa dokter, ternyata benjolan itu tidak berbahaya, hanya kista jinak dan saya diminta kembali enam bulan lagi untuk kontrol. Menurut dr. Sonar, kista jinak bisa hilang sendiri. Dokter juga menjelaskan ciri-ciri benjolan kanker payudara bentuknya tidak bulan rapi, kalau diraba seperti tidak ada ujungnya, dan benjolan tidak dapat digerakkan, jadi seperti menyatu dengan daging. Ternyata suami merasa kurang puas karena benjolan masih ada di sana dan sama sekali tidak diobati. Akhirnya suami mengajak saya mencari pendapat kedua ke Yayasan Kanker Indonesia di Lebak Bulus. Di sana saya diperiksa lagi oleh dokter, dan menurut dokter benjolan itu hanyalah saluran air susu yang terjepit. Saya disarankan untuk melakukan USG agar besar benjolan dapat diukur.

Hasil USG dengan jelas memperlihatkan bahwa memang benar ada benjolan yang lebarnya 0,8 cm pada payudara saya. Tidak ada jaringan kanker atau sel-sel berbahaya. Dokter onkologi di YKI juga tidak menganjurkan untuk diambil karena tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya setelah berhenti menyusui. Namun suami saya tidak puas sebelum cairan itu diambil. Akhirnya kami berkonsultasi pada dr. Diani Kartini di RSPI. Pendapat dr. Diani sama dengan pendapat dokter sebelumnya. Kami pun meminta agar cairannya diambil saja. Cairan pun diambil dengan menggunakan jarum suntik dan terkumpul sekitar satu spuit, warnanya seperti air susu. Cairan itu pun diperiksa di laboratorium dan ternyata hasilnya tidak ditemukan sel kanker atau sel-sel berbahaya lain. Benjolan itu diperkirakan terbentuk karena saya jarang memijat payudara sebelum memompa ASI, padahal sebetulnya wajib dilakukan agar otot payudara rileks dan tidak ada sumbatan. 

Semoga Urban Mama tidak alpa memeriksa payudara sebulan sekali. Kenali perubahan atau tanda-tanda lain pada payudara karena kita sendirilah yang mengenalnya dengan baik. Jika ditemukan hal berbeda sekecil apa pun, segera temui dokter dan jangan didiamkan sampai bertambah besar. Mudah-mudahan kita semua bisa sehat selalu ya! 

Related Tags : ,,,
Apa Reaksi Anda ?
19 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.