Libur Asyik Meski Tak Mudik

Oleh Retno Aini pada Minggu, 10 Juni 2018
Seputar Tips
Libur Asyik Meski Tak Mudik

Tak terasa, kita sudah memasuki minggu terakhir dari bulan puasa tahun ini. Yang artinya, lebaran tinggal sebentar lagi. Esok Senin pun libur cuti bersama akan resmi dimulai. Saat melihat-lihat isi media sosial sejak hari Jumat lalu, banyak teman yang sudah mempersiapkan perjalanan mudik. Ada teman yang mengunggah foto sedang menyiapkan isi koper untuk pulang ke kampung halaman, ada juga yang instastory sedang melaju di tol Cipularang dalam perjalanan mudik, ada pula yang masih menunggu mobil di-tune up di bengkel sebelum memulai perjalanan road trip pulang kampung. Semua kegembiraan, semua antusiasme yang hanya dirasakan setahun sekali menyambut musim mudik lebaran.

Di tengah-tengah kegembiraan menyambut lebaran dan mempersiapkan perjalanan mudik, pasti ada Urban Mama dan Papa yang tidak pulang ke kampung halaman di hari raya tahun ini. Meskipun begitu, bukan berarti libur hari raya jadi membosankan dan berlalu begitu saja. Banyak kegiatan yang dapat Urban Mama dan Papa lakukan bersama si kecil agar libur hari raya jadi berkesan untuk sekeluarga, meski tak mudik ke kampung halaman. Urban Mama dan Papa dapan mencoba aktivitas berikut bersama si kecil untuk mengisi waktu selama libur hari raya:

1. Bersama-sama membuat kue kering. Kue kering sepertinya sudah menjadi tradisi yang melekat dengan hari raya. Kalau mendengar kata 'lebaran', salah satu yang teringat pastilah kue-kue kering seperti kaastengels, putri salju, serta kue nastar. Selagi libur hari raya, mengapa tak mengajak si kecil untuk membuat kue kering bersama-sama? Tak perlu membuat kue yang resepnya sulit-sulit, tak perlu menggunakan bahan-bahan yang mahal dan tak perlu membuat banyak kue sekaligus, karena apapun hasil dan rasa kuenya, yang teringat oleh anak adalah kegembiraan saat sekeluarga membuat kue tersebut. Si kecil pasti antusias diberi kesempatan untuk membuat kue bersama Mama dan Papanya. Siapkan beberapa pilihan resep kue kering yang mudah dibuat, dan ajak si kecil memilih kue mana saja yang ingin dibuatnya. Jika anak sedang belajar puasa, Mama dapat mengajak si kecil membuat kue di sore hari menjelang waktu berbuka, atau selepas waktu berbuka puasa.

2. Membuat kerajinan tangan seperti melukis, membuat kartu lebaran, amplop angpau, atau DIY crafting lainnya. Selama ini mungkin Urban Mama banyak menandai tutorial DIY crafting di youtube atau website-website lainnya? Jangan biarkan hanya berakhir sebagai bookmarked page saja, libur lebaran ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk mencoba tutorial DIY crafting tersebut bersama si kecil.

crafting

(Gambar: www.pexels.com)

3. Membuat foto keluarga. Bermodalkan kamera milik sendiri, tripod (atau meja dan kursi di rumah sebagai pengganti tripod) serta keahlian 'bermain' filter foto dan Photoshop, Mama dan Papa dapat berkreasi membuat foto keluarga tahunan. Buat foto dengan pose resmi dan pose lucu; foto dengan pose resmi dapat dicetak menjadi kartu lebaran dan dikirim ke keluarga di kampung halaman. Sementara foto dengan pose lucu-lucu yang seru dapat Mama-Papa pasang di rumah sebagai dokumentasi memori hari raya dari tahun ke tahun. 

4. Mengenalkan tradisi i'tikaf. Jika si kecil sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih, Urban Mama dan Papa dapat mengenalkan tradisi i'tikaf kepada si kecil. Di hari-hari menjelang lebaran ini mesjid biasanya sudah tak seramai hari-hari sebelumnya. Tak perlu setiap hari, cukup beberapa kali dulu saja, cukup untuk mengenalkan suasana ramadan yang lebih kental dengan beribadah bersama di mesjid. Atau jika dirasa i'tikaf masih terlalu larut malam dan si kecil baru mulai belajar berpuasa, Mama Papa dapat mengajak si kecil untuk salat tarawih bersama di mesjid.

(Gambar: www.pexels.com)

5. Menikmati suasana kota yang lengang. Semakin mendekati hari raya, ibukota dan kota-kota besar lainnya biasanya semakin lengang karena banyak penghuninya yang keluar mudik pulang kampung. Bagi keluarga yang tinggal di ibukota, ini adalah kesempatan bagus untuk menikmati seisi kota dengan suasana yang berbeda karena saat kota menjadi lengang ini maka kota lebih menyenangkan untuk disusuri. Di hari-hari biasa, jangankan mengunjungi taman, untuk bisa berjalan-jalan di kota saja terbilang sulit karena ramai hiruk-pikuk, macet, panas, bus dan kereta penuh sesak, serta banyak waktu habis terbuang di jalan. Selagi libur hari raya, mari kita manfaatkan untuk menikmati suasana kota yang lebih nyaman, berjalan kaki di sepanjang trotoar jalan protokoler, naik-turun bus TransJakarta mencoba semua rutenya, serta mengunjungi beberapa objek wisata jika jadwalnya memungkinkan.

6. Mempelajari keterampilan baru. Jika si kecil sudah menunjukkan antusiasme mempelajari keterampilan baru seperti belajar naik sepeda roda dua, Papa dapat coba mengajarkannya kepada si kecil di waktu liburan ini. Mempelajari keterampilan baru seperti belajar renang dan olah raga ringan seperti yoga juga dapat dilakukan saat liburan. Pilih waktu di sore hari menjelang saat berbuka agar baik Mama-Papa dan si kecil tidak kelelahan. 

7. Quality time bersama keluarga. Menjelang libur hari raya, biasanya banyak pekerjaan di kantor yang menuntut untuk dibereskan sebelum kantor libur. Begitu hari libur tiba, ada kalanya yang Mama dan Papa justru butuhkan adalah berhenti sejenak mengerjakan semua rutinitas dan... cukup menikmati waktu bersama anak-anak di rumah. Tak perlu pergi ke sana-sini, tak perlu putar otak mencari kegiatan agar si kecil tak bosan... cukup bersama-sama di rumah dan 'hadir' untuk si kecil. Unplugged yourself and be present for your family, that's it. Rumah berantakan bisa nanti dibereskan bersama-sama. Turunkan semua ekspektasi harus begini-harus begitu, berdamailah dengan kenyataan, dan bersyukurlah masih dapat menikmati libur hari raya bersama pasangan dan anak-anak.

Semoga tips tersebut bermanfaat bagi Mama dan Papa, karena masa-masa cuti libur pun bisa tetap berkesan meski tak mudik. Adakah Urban Mama dan Papa yang punya tradisi menikmati serunya libur hari raya tanpa acara mudik? Silakan berbagi ide dan kisahnya di kolom komentar ya.

3 Komentar
dieta hadi
dieta hadi June 21, 2018 11:58 am

aku pun pasukan ga mudik karena orangtua rumahnya bisa koprol hihi alias deket. Tapi karena sudah biasa ga mudik jadi santai sih menghadapi lebarang. Tapi lebaran kali ini heboh bikin kue kering haha

Cindy Vania
Cindy Vania June 16, 2018 7:45 pm

Aku termasuk yang nggak mudik nih mba Ai. Sudah bertahun2. Padahal kalo mudik ke Depok malah bakal ketemu jalanan lengang. Hihihi..

Akhirnya di rumah ya main2 kayak biasa aja sama anak2, nggak niat keluar rumah juga karena ruamenya pol deh.

ninit yunita
ninit yunita June 14, 2018 2:40 pm

ainiii... jadi udah ngga mudik ke berapa kali nih? meski ngga mudik, pasti tetap khidmat yaa menyambut hari raya.