Merawat Kulit saat Hamil

Oleh Vania Aramita Sari pada Jumat, 05 November 2010
Seputar Tips


Hamil bukan alasan untuk berhenti merawat kesehatan kulit. Banyak urban Mama yang ketika hamil yang berhenti menggunakan kosmetik karena khawatir akan efek buruk terhadap janin yang dikandungnya. Padahal ketika hamil terjadi perubahan hormon yang akan menimbulkan masalah kulit pada beberapa ibu hamil. Oleh karena itu pemilihan kosmetik yang tepat harus dilakukan, sehingga kecantikan dan kesehatan kulit tetap terjaga.


Kosmetik terbagi menjadi dua, yang pertama adalah kosmetik dekoratif atau biasa kita kenal dengan make up, seperti bedak, perona bibir, perona pipi, dan lain-lain. Kemudian berikutnya adalah kosmetik skin care, seperti susu pembersih, sabun wajah, penyegar, pelembab, dan tabir surya. Pada kosmetik, walaupun hanya dioleskan di permukaan kulit, seringkali diberikan zat aktif yang dapat masuk ke dalam kulit dan sedikit banyak beredar ke pembuluh darah. Bahan aktif inilah yang harus kita perhatikan, karena beberapa zat aktif tersebut dapat mempengaruhi janin.


Sejauh ini peredaran kosmetik di Indonesia diawasi oleh badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan), atau FDA (Food and Drug Administration) di U.S, dan badan pengawas lain yang berbeda setiap negara. Setiap kosmetik yang terdaftar dalam badan pengawas tersebut relatif aman digunakan oleh ibu hamil. Kecuali apabila terdapat perusahaan kosmetik yang “nakal”, artinya kandungan yang didaftarkan ke badan pengawas tidak sesuai dengan kandungan yang beredar di pasaran. Jadi kita harus jeli melihat kandungan bahan aktif yang terdapat di setiap kosmetik.


Hiperpigmentasi (Melasma / Chloasma)


Merupakan pencoklatan kulit, biasa timbul pada wajah dan leher sebagian besar ibu hamil akibat hormon estrogen yang fluktuatif, kemudian pencoklatan diperberat oleh paparan sinar matahari. Keadaan ini akan spontan hilang setelah melahirkan.


Yang dihindari :



  • Mercury merupakan produk pemutih yang harus dihindari bahkan saat tidak hamil sekalipun, karena menyebabkan kerusakan syaraf permanen dan gangguan perkembangan janin. Walaupun peredaran mercury telah dilarang, tapi sebaiknya kita waspada dengan kosmetik yang tidak terdaftar badan pengawas dan tidak jelas produsennya.

  • Soy biasa terdapat pada produk pelembab dan sabun. Soy atau kedelai merupakan fitoesterogen yang dapat memperberat efek hitam pada ibu hamil

  • PABA merupakan singkatan dari Para Amino Benzoic Acid yang terdapat pada beberapa sunblock, bahan ini dapat menyerap sinar ultraviolet sehingga meyebabkan pencoklatan kulit. PABA sangat disukai oleh orang yang ingin mendapatkan efek tanning dari sinar matahari.

  • Benzophenone-3 (Oxybenzone) juga terdapat pada beberapa sunblock dan memiliki aktivitas seperti hormon estrogen, sehingga dapat menyebabkan ketidak seimbangan hormon.

  • Hydroquinone merupakan bahan pemutih yang sebaiknya dihindari, karena mengingat pencoklatan yang timbul pada ibu hamil bersifat sementara (akan spontan hilang setelah melahirkan).Selain itu hydroquinone memiliki efek samping kemerahan hingga bercak hitam.


Yang dapat digunakan :



  • Titanium dioxide / Zinc oxide merupakan bahan aktif pada beberapa sunblock yang berfungsi memantulkan sinar. Pemakaian sunblock (tabir surya) sebaiknya selalu dilakukan terutama bagi kita yang tinggal di daerah tropis, di mana sinar matahari menyinari tegak lurus ke arah kita. Pemakaian tabir surya secara rutin membantu mencegah timbulnya pencoklatan kulit.

  • Licorice Extract memiliki bahan aktif untuk mencerahkan kulit dengan mengahambat produksi pigmen melanin, yaitu pigmen yang menyebabkan pencoklatan kulit. Licorice extract aman digunakan pada ibu hamil

  • Serum vitamin C merupakan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas salah satunya didapat dari paparan sinar matahari yang membuat kulit menjadi kusam.

  • AHA (Glycolic Acid, Lactic Acid) dapat berfungsi sebagai pencerah kulit, dan dalam konsentrasi rendah berfungsi sebagai pelembab.


Jerawat (Acne)


Banyak ibu hamil yang mengalami masalah jerawat pada trimester akhir karena perubahan hormon estrogen. Pemberian salep antibiotik topikal yang aman dapat dipertimbangkan. Sebaiknya untuk pemberian antibiotik, konsulkan dengan dokter anda. Mengingat timbulnya jerawat pada ibu hamil merupakan maslah hormonal, maka pengobatan yang paling baik adalah keseimbangan diet, seperti perbanyak konsumsi air putih, buah dan sayur, dan tidak kalah pentingnya pengendalian stress.


Yang dihindari :



  • Salicylic Acid (BHA) biasanya terdapat dalam produk anti jerawat, dapat berupa krim bahkan sabun. Walaupun pemakaian dalam konsentrasi kurang dari 2% dikategorikan aman, tapi sebaiknya pilihlah obat jerawat yang benar-benar kategori aman untuk ibu hamil.

  • Retinoid merupakan turunan dari vitamin A yang fungsinya untuk mempercepat pergantian (regenerasi) sel. Penggunaan retinoid dapat menyebabkan cacat pada janin.

  • Benzoil Peroxyde dapat diserap melalui kulit sekitar 5% pada pemberian topikal (oles). Belum ada penelitian tentang cacat janin pada penggunaan benzoil peroxyde pada manusia, sehingga risiko belum diketahui.


Yang dapat digunakan :



  • Sulfur sejauh ini dalam pemberiannya pada kulit yang berjerawat tidak menunjukkan adanya efek terhadap janin.

  • Resorcinol sebenarnya dapat diserap oleh kulit, tetapi sejauh ini tidak dilaporkan adanya defek pada janin pada ibu hamil yang menggunakan resorcinol.


Kulit kering (Xerosis)


Kurangnya intake cairan pada ibu hamil dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan sering menimbulkan rasa gatal,terutama di daerah perut. Peregangan kulit pada perut dapat menyebabkan stretchmark. Stretchmark terjadi akibat robeknya lapisan kulit bagian bawah yang tidak elastis akibat pembesaran perut. Hal ini dapat dicegah dengan pemberian pelembab sehingga elastisitas kulit terjaga. Banyak anti-Stretchmark untuk ibu hamil yang dijual di pasaran. Tetapi sebenarnya semua pelembab dengan kandungan moisturizer tinggi dapat digunakan untuk membantu mencegah timbulnya stretchmark. Pada umumnya setiap pelembab yang beredar di pasaran dan terdaftar badan pengawas aman untuk digunakanoleh ibu hamil.


Make up


Plihlah produsen kosmetik yang jelas dan terpercaya. Zat pewarna make up yang dilarang salah satunya adalah Rhodamin yang menghasilkan warna merah mencolok. Rhodamin merupakan zat pewarna tekstil yang dapat menyebabkan kanker kulit hingga kecacatan pada janin yang dikandung ibu.


 

Kategori Terkait


Tag Terkait

22 Komentar
Iyra
Iyra November 22, 2012 9:30 pm

Hai Mbak Angelin, mau nanya dong.. aku baru pake natasha sebulan ini dan sudah sempat chemical peeling satu kali. Waktu itu belum tau hamil. Ada efeknya kah? Terima kasih. *deg-degan*

angelin
angelin December 21, 2011 7:45 am

moms, mo nanya adakah yg pake nproduk Natasha Skin Care selama hamil? aq bru tau artikel2 begini justru setelah 7 bln hamil, hiks2. slama ini pake perawatan kulit Natasha. duh jd kawatir skali...mohon share ya sapa tau ada yg kya aq jg tp ternyata bayinya sehat2 saja. spy melegakan aj..trims

decyl September 27, 2011 2:39 pm

Hi all, penting banget nih artikel. sebelumnya aku sih gak mau ambil resiko dan gak mau pusing juga pilih2 kosmetik. jadi aku ke tempat perawatan kecantikan khusus bumil aja, kebetulan temen arisan juga pada kesana. namanya mom n jo di daerah dharmawangsa (cabangnya ada di klp gading, BSD, tj duren, fx)
Disana sih gak perlu khawatir lagi krn tuh tempat emang udh 4 kali berturut2 jd spa terbaik. Lagian juga udh sertifikasi internasional, terapis nya pinter2 dan ngerti cara nge-treat kita yg lg hamil.

Biasanya disana aku massage, creambath, facial, meni pedi. bahan2 nya semuanya alami dan aman.

trus buat dipake di rumah aku beli grape sheed oil disana, bagus deh buat jaga elastis kulit buat m,engurangi resiko stretch mark dan selulit.

mudah2an info ini berguna buat temen2. oya kalo mau tau cb liat aja web nya di www.momnjospa.com atau folow twitternya @momnjospa

Vania Aramita Sari
Vania Aramita Sari November 4, 2010 10:34 am

@ Crey: u're welcome Crey! :)

@Shinta: Happy to share, Shin!

@Shinto: siip, buat adiknya Bumi ntar yaa..

@thea rizkia: pelembab sebaiknya sih habis mandi sama mau tidur juga, soalnya setelah mandi kandungan air tubuh cenderung menguap juga, jd kulit kering, apalagi kalo sabun mandinya pHnya gak sama kaya pH kulit, jd cepet kering. Fyi: pH kulit itu 4,5-5,5, kalau mau ukur pake dipstick pengukur pH yg bisa dibeli bebas di apotik, tinggal celup ke sabunnya kok. :)

@diandra: asiik, nt adiknya Ben udah nggak takut lg dong? :D

@riska: seneng deh kalo useful, sama2 Ris!

riska nurmarlia
riska nurmarlia November 3, 2010 9:47 am

tfs bu dokter.. useful article kalo ntar hamil lagi.. ;)

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies