Rasanya sarapan adalah waktu makan yang sering terlewati, lain halnya dengan makan siang atau makan malam. Wajar saja, karena singkatnya waktu di pagi hari dengan banyaknya hal yang harus dilakukan menjadikan sarapan bukan hal yang utama.
Tidak semua Ibu di Indonesia kondisinya bisa seberuntung itu. Nyatanya di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, angka kematian bayi baru lahir masih cukup tinggi dan setiap tahun angka tersebut tidak mengalami penurunan yang berarti.
Semoga semakin banyak kantor dan perusahaan yang peduli dan menyediakan fasilitas ruang laktasi bagi ibu pekerja yang sedang menyusui. Walaupun sederhana, yang penting ruang laktasinya aman, terjaga kebersihannya, kenyamanannya serta ada peralatan yang cukup.
Saat anak mulai tumbuh besar, perlahan saya mengubah kembali susunan barang di rumah sekaligus memberitahu mana barang yang berbahaya dan mana yang boleh dimainkan. Semua barang pun diletakkan dalam jangkauan mereka, agar setelah digunakan, mereka harus bisa merapikannya kembali.
Sejak Caca menginjak usia 1 tahun, saya mulai memikirkan cara menyapih yang friendly dan tidak menyebabkan banyak drama. Saya berencana menyapih Caca saat ia berumur 2 tahun, tetapi tidak akan memaksakannya.
Pengalaman memberikan ASI kepada buah hati saya dimulai di atas meja operasi, sekitar empat tahun yang lalu. Menyusui memang proses naluriah, namun diperlukan pengetahuan, persiapan, dan support system untuk dapat berhasil menyusui si kecil.
Setelah selama dua tahun, tempat saya bekerja menyediakan fasilitas daycare sementara. Tahun ini kantor kami menyediakan fasilitas daycare bagi karyawan yang memiliki buah hati yang berusia 1 - 4 tahun. Adapun daycare ini bekerjasama dengan NTO (Nurture, Teach, Observe).
Berkat dukungan suami serta campur tangannya yang besar dalam mendidik anak-anak, saya belajar 'melepaskan' anak mengikuti proses yang seharusnya mereka jalani agar life skills mereka terasah. Saya semakin merasakan perlunya mengajarkan life skills pada anak-anak yang sudah beranjak remaja, dalam hal ini komunikasi untuk survival.
Kata kuncinya adalah, percaya. Tidur bersama orangtua dalam periode yang cukup, menumbuhkan rasa percaya anak terhadap lingkungan terdekatnya. Menciptakan sebuah jangkar emosional.