Walaupun sempat harus bedrest, namun kehamilan saya menyenangkan dan saya masih bisa menikmatinya. Tantangan justru dimulai saat mulai menyusui dan Ghazi ternyata memiliki kondisi upper lip-tie.
Bila dibandingkan dengan kehamilan pertama, kehamilan kedua ini memang rasa-rasanya tidak semudah dan seaktif saat kehamilan pertama. Namun tentu saja kadar excitement-nya bisa dibilang sama atau bahkan lebih karena kami akan dikaruniai bayi kembar. How cool is that?
Sekitar dua bulan yang lalu, Aya (7 bulan) mengalami bingung puting. Setiap kali hendak disusui, bukannya mulai menyusu, Aya malah berontak dan kemudian lebih asyik mengisap jempolnya.
Melihat berbagai berita tentang kekerasan pada anak akhir-akhir ini rasanya membuat saya jadi takut. Sebagai ibu dari satu orang putra, saya kerap kali merasa sedih, prihatin sekaligus khawatir saat mendengar kejadian seperti itu. Kemudian saya berpikir, apa yah yang bisa saya lakukan terkait dengan maraknya kejadian kekerasan pada anak?
Pada saat Gavin asyik dengan kegiatannya, saya pun membuat beberapa worksheet untuk dikerjakan Gavin. Isinya sederhana saja, disesuaikan dengan hal-hal yang sudah dimengerti oleh Gavin. Setiap kali Gavin tahu bahwa saya sedang menuliskan worksheet untuknya, dia pun bertanya-tanya dengan antusias.
Sudah sering saya mendengar atau membaca kalau obesitas mengancam anak-anak zaman sekarang. Bagaimana tidak, aktivitas anak-anak zaman sekarang membuat mereka tidak banyak bergerak, misalnya, bermain game, menonton TV bahkan tugas sekolah yang menumpuk.
23 November 2014 lalu jadi hari yang saya dan suami tunggu-tunggu. Sejak dua bulan sebelumnya, kami sudah membeli tiket untuk mengikuti The Color Run ID 2014. Senang sekali event ini diadakan lagi!
Ketika Mily lahir Desember 2011 lalu, saya sudah berencana untuk memberikannya ASI eksklusif. Selama masa kehamilan, saya mencari tahu informasi yang berkaitan dengan ASI dari dari forum di situs The Urban Mama. Dari situlah saya mengetahui tentang weaning with love.