Saya selalu bersemangat menyiapkan kotak bekal untuk Enzo dan Dante, dan selalu lega saat mereka berkata “Ma, makanannya habis!”. Tidak masalah jika kreasi bento saya masih jauh dari sempurna, karena saya tahu bahwa “I don’t just pack a lunch – I pack my Love”.
Dari dulu saya ingin membuat playhouse yang bisa dijadikan ruang bermain, belajar atau bahkan ruang tidur anak. Akhirnya playhouse untuk Anasya ini berhasil saya buat.
Walaupun banyak mendapatkan pertanyaan dari orang-orang di sekitar saya yang menganggap saya terlalu tega membiarkan bayi baru berusia beberapa hari duduk di car seat, saya lebih mementingkan keamanan.
Sebagai orangtua tanpa disadari saya selalu merasa lebih tahu daripada anak saya. Saya merasa A yang paling baik untuknya tanpa mau mendengar pendapatnya.
Setiap hari suami saya memberikan surat kepada Albert, biasanya saat ia pulang sekolah. Menurut suami, Albert tidak pernah absen menanyakan mana paket dari Mama.
Suatu saat anak-anak akan menjadi pemilih resmi, yang akan menentukan pemimpin bangsa; atau justru dipilih oleh jutaan orang untuk jadi pemimpin (amin!). Dan tentunya kita ingin mereka siap untuk jadi pemimpin yang baik. Tetapi mengajarkan demokrasi bukan hanya untuk menyiapkan mereka ketika dewasa nanti. Mereka belajar banyak hal dari proses ini.