Cold Weather Clothing 101

Oleh Retno Aini pada Jumat, 04 April 2014
Seputar Style & Gears, Tips

Salah satu ungkapan tentang cuaca dingin yang kerap saya dengar adalah: there's no such thing as bad weather, only bad clothing. Ada benarnya juga, you can't be afraid of the weather. Apalagi kalau Urbanmama berencana membawa anak-anak berwisata ke tempat-tempat dingin seperti hiking ke gunung, ke kota lain saat musim gugur atau musim dingin, bahkan ingin bermain salju. Agar anak nyaman beraktivitas di luar rumah kala cuaca dingin, kuncinya adalah memakai baju yang tepat. Tepat jenisnya, tepat pula jumlah lapisannya.


Ada semacam ketentuan bahwa jumlah lapisan baju yang anak harus kenakan saat di luar rumah kala cuaca dingin adalah sejumlah baju yang dikenakan orang tuanya ditambah satu lapisan lagi. Jadi misalnya, kalau mamanya mengenakan celana panjang, blus serta mantel atau jaket, maka untuk anak harus ditambah lagi selapis baju hangat. Jumlah lapisan & jenis baju yang tepat akan membuat anak tetap hangat di udara dingin, baik saat aktif bergerak maupun saat diam santai. Umumnya untuk anak-anak ada tiga lapis pakaian yang wajib dikenakan saat udara dingin:


Inner layer: biasanya berupa bodysuit, jumper atau setelan long johns (celana panjang-kaus lengan panjang) yang dikenakan di atas pakaian dalam. Inner layer dibuat lentur menutup kulit & menempel mengikuti bentuk tubuh. Umumnya dibuat dari bahan wol, bahan sintetik (micropolyester, fleece) atau campuran keduanya karena bahan tersebut membuat tubuh tetap hangat namun masih bisa dilewati uap keringat. Ini penting karena badan pasti berkeringat saat memakai baju hangat, apalagi kalau ditambah beraktivitas. Saat berkeringat, serat bahan wol dan micropolyester tidak menyerap keringat tersebut sehingga uap keringat keluar melewati pori-pori bahannya. Sebisa mungkin hindari inner layer dari katun karena serat katun menyerap sekaligus menahan keringat lebih lama, yang mana tidak lekas kering. Keringat yang tertahan pada serat bahan akan membuat tubuh basah kedinginan. Bayangkan kala musim panas memakai baju lembab basah, sejuk bukan saat terkena angin? Lain lagi ceritanya kalau 'sejuk' ini dirasakan di tengah udara dingin.


Middle layer: harus dari bahan yang cukup menginsulasi panas tubuh sehingga tubuh tetap hangat saat aktif bermain maupun diam santai. Bisa berupa baju sehari-hari atau baju dari bahan flanel. Untuk Alma, saya suka memakaikan knit dress dan legging, atau setelan flanel ditambah sweater atau cardigan. Sebisa mungkin saya tidak memakaikan baju sweatshirt karena bahannya agak berat dan mengandung campuran katun.


Outer layer: bisa berupa jaket, mantel, two-piece suit atau terusan snowsuit; tergantung cuaca dan jenis aktivitas. Syarat utama: windproof & water-resistant. Tahan angin dingin, tidak menahan basah serta uap keringat tubuh tetap bisa terlepas keluar (breathable). Pilih yang warnanya terang kontras, kalau ada reflective band yang memantulkan cahaya di kondisi gelap lebih bagus lagi. Sekarang pilihan untuk jenis insulasi outer layer sudah banyak , bisa menggunakan isi bulu hewan (down feather) atau dari bahan sintetik. Saat suhu udara berada di kisaran 15 - 5°C, jaket atau mantel terhitung cukup nyaman dipakai sebagai outer layer:



Saat suhu di bawah 0°C, untuk bayi dan balita paling enak mengenakan snowsuit berbentuk terusan tertutup rapat, tidak menyisakan celah untuk masuk udara dingin sehingga tubuh lebih terjaga hangat. Anak dibawah umur lima tahun cenderung belum sempurna pengaturan panas tubuhnya. Snowsuit juga lebih memberikan banyak ruang gerak untuk anak-anak, insulasinya pun dibuat lebih hangat sehingga lebih nyaman untuk anak yang tidak terlalu suka memakai baju berlapis-lapis.



Kalau memilih outer layer two-piece suit berupa kombinasi jaket & celana (seperti baju ski), pilih celana model bib pants dengan suspender yang menutup sampai ke dada, agar tidak ada celah di sekitar pinggang yang mudah kemasukan udara dingin atau salju. Apapun pilihan outer layernya, kenakan ukuran yang pas dan tidak terlalu menggembung. Baju yang kebesaran, kekecilan atau terlalu menggembung kurang nyaman bagi anak karena jadi sulit bergerak bebas.


Berpakaian tepat saja sudah cukup? Jangan lupakan aksesoris pendukungnya. Pada suhu di bawah 0°C selalu kenakan topi hangat, balaclava, neck warmer, sarung tangan, kaus kaki serta insulated boots. Untuk semua aksesoris tersebut pilih yang berbahan wol atau sintetik (seperti Thinsulate). Lagi-lagi, sebisa mungkin hindari aksesoris berbahan katun. Pilih yang aksesoris yang windproof & water-resistant, terutama untuk sarung tangan dan sepatu boots. Saat berada di di tengah udara dingin, bagian tubuh yang paling banyak kontak dengan udara dingin adalah wajah, telinga, telapak tangan serta kaki. Bagian-bagian tubuh tersebut penting sekali dijaga agar tetap hangat terutama pada suhu dibawah -10°C karena ada kemungkinan terjadi frosbite. Saya senang mengenakan balaclava wol pada Alma sehingga dia tidak repot oleh lilitan syal saat bermain salju. Topi hangat dan neck warmer bisa dipakai saat suhunya lebih 'hangat', sekitar 15 - 5°C. Sebisa mungkin hindari memakai syal untuk mengurangi resiko anak tercekik. Jika suhu turun sampai dibawah -20°C sebaiknya anak bermain di dalam rumah karena frosbite dapat cepat sekali terjadi dalam hitungan menit saja.


Rumus terakhir untuk mengenakan baju hangat pada anak adalah perhatikan isyarat anak kalau kepanasan atau kedinginan. Lebih baik mengenakan baju beberapa lapis karena saat kepanasan bisa dilepas, kalau kedinginan bisa ditambah lagi.  Oh, satu lagi: mama-papanya ekstra sabar. Ada kalanya udara terlalu dingin dan anak belum terbiasa berpakaian tebal berlapis-lapis, tetapi baju lengkap tetap harus dikenakan. Alihkan saja perhatiannya dengan mengajak bermain atau mencoba aktivitas baru. Biasanya anak mudah teralihkan dan langsung seru ikut bermain. Kalau anak tiba-tiba pasif diam atau menggigil, segera tambahkan lapisan baju atau cek suhu tubuhnya untuk memastikan apakah anak demam atau tidak.

8 Komentar
valerie September 4, 2014 1:31 pm

mom aini, info sharingnya membantu skali
klo boleh tau dimana ya beli jaket bulu angsa buat si kecil?
saya lagi persiapan utk liburan sama si kecil about 15m dan lagi jaket luaran, naksir banget sama jaket yg dipake sama alma.. bagus dan colorfull..

musdalifa anas
musdalifa anas April 16, 2014 8:45 am

aini, almaaa cantik banget. setuju dengan yg lain, infonya lengkap langsung di Fav-in semoga suatu saat nanti bisa foto dengan salju :D

Retno Aini
Retno Aini April 10, 2014 5:12 am

Ella: iyaa, ini juga applicable buat mama papanya juga, hehee

Yana: soalnya duluuu banget pas nyiapin baju dingin buat dibawa ngerantau, kok ya susah bgt nemu artikel semacam ini. Sekarang di TUM udah ada biar mama2 lain dapet infonya juga :D

Eka: hahaa iya... jaket kesayangannya Alma, hehe

Zata: sama2 Zata, semoga tipsnya berguna yaa

teh Ninit: sama2 teh Ninit :D kalo pake baju terusan gitu, Alma bisa nyaris sejam main gegulingan di salju sampe gak mau masuk rumah hihi

ninit yunita
ninit yunita April 7, 2014 5:34 am

waaahhh lengkap banget ainiii... thanks buat panduan cold weather clothingnya, siapa tau someday butuh ini. :)

btw seneng deh liat alma, tetep gaya dengan baju musim dingin. ibunya keren banget nih! :)

zata ligouw
zata ligouw April 5, 2014 9:45 am

Ainii, makasihhh ya, panduannya oke banget, bisa dipake kalo ntar jalan2 ke tempat yg dingin..

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies