Kampoeng Anak Indonesia

Oleh Siska Knoch pada Minggu, 15 Juli 2012
Seputar Activities

Sudah sejak lama saya berencana untuk mengenalkan El pada permainan-permainan tradisional seperti saat saya kecil dulu. Pasti rata-rata urban mama papa suka bermain congklak, gasing, bekel, engklek, lompat karet, dsb saat kecil. Rasanya dulu kita senang sekali ya, bermain di halaman, bergerak dan berlari-larian, jauh berbeda dengan dunia anak-anak sekarang yang banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Tanpa disadari, melalui permainan tradisional, kita belajar mengatur strategi, bergerak, bermain dalam tim, serta menyanyi dan menari.

Kebetulan saya mendengar ada pameran KA’IN (Kampoeng Anak Indonesia) yang diadakan di Balai Kartini tanggal 29 Juni – 1 Juli lalu. Acara ini diadakan oleh Good Housekeeping Indonesia. Wah, menarik sekali karena menampilkan permainan-permainan tradisional, diiringi dengan lagu-lagu dolanan, serta ada tiga rumah adat yang dipamerkan. Selain itu juga ada Teater Musikal Anak Bawang Merah Bawang Putih. Saya pun sangat bersemangat mengajak El ke acara itu, karena bisa mengenalkan berbagai mainan tradisional dan menonton teater musikal.

Saya janjian bertemu dengan Mama Ipeh dan Lana untuk bersama-sama datang ke pameran KA’IN. Di sana kami juga bertemu dengan Mama Ella. Saat memasuki ruang pameran, El langsung bersemangat melihat-lihat berbagai permainan yang ada. Walaupun sempat takut melihat pemain egrang, tapi secara umum El bisa cukup menikmati pameran itu. Serasa tidak berada di Jakarta dengan suasana yang tenang dan iringan lagu-lagu tradisional. Ternyata pada acara itu juga ada baju adat, alat musik tradisional, bahkan bisa mencicipi makanan tradisional.

Setelah puas berkeliling di pameran KA’IN, kami bersiap-siap untuk menonton pertunjukan pertama Teater Musikal Anak Bawang Merah Bawang Putih. El dan Lana sangat bersemangat saat menonton, sementara saya merasa seperti sedang nostalgia mendengar lagu-lagu yang dimainkan. Pertunjukannya bagus sekali, saya bangga sekali bisa menonton cerita rakyat yang dikemas secara modern. Dengan adanya Teater Musikal Bawang Merah Bawang Putih ini, tentunya saya jadi lebih mudah memperkenalkan cerita rakyat Indonesia kepada El. Saya baru sadar, ternyata banyak cerita rakyat yang memiliki pesan moral yang bagus-bagus, tidak kalah dengan cerita-cerita dari luar negeri.

Semoga acara semacam ini akan diadakan secara rutin, untuk memperkenalkan El pada tradisi bangsa kita. Walaupun tumbuh besar pada era globalisasi seperti sekarang ini, menurut saya penting bagi El untuk mengenali budaya bangsanya. Kalau tidak, siapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa kita?

9 Komentar
Dhani
Dhani July 24, 2012 11:51 am

Terimakasih buat TUM yang sudah menyempatkan hadir ya :D
Kita akan undang untuk event-event berikutnya...

Siska Knoch
Siska Knoch July 18, 2012 10:00 am

Acaranya memang sesuatu banget,,, dari permainan rakyat sampe drama musikalnya bagus.

Honey Josep
Honey Josep July 17, 2012 3:08 pm

seru yaaa....

semoga ada lagi tahun depan :)

shinta lestari
shinta lestari July 17, 2012 10:13 am

aahh gue pengen ngajak naia nonton musikalnyaa.. soalnya gue udah ngenalin naia cerita2 daerah dari taun lalu, salah satu favorit nya itu cerita ttg si bawang merah dan bawang putih. pasti dia happyyyy banget kalo bisa nonton musikalnya huhuhuu.. kapan ada lagi yaa??

btw, cium ah buat migu dan lana.. lucu-lucuuuu!!! kangen!

Nurfithria
Nurfithria July 15, 2012 9:13 pm

Seru skali ya sptnya...
Kapan yaaa acara kyk gini diadain di sby.. kpengen bgt bs dateng di acara teater2 musikal, pasti seru.
M&B fair aja batal diadain di sby hikzz *curcol* :p