Perpisahan yang Menyenangkan

Oleh Nandra Janniata pada Selasa, 11 Mei 2010
Seputar Tips



Semua hal pasti ada hikmahnya, itu yang saya rasakan sejak melahirkan Kenzie, karena tidak ada yang menemani saya di rumah, saat dua bulan pertama setiap pagi sampai malam, saya hanya berdua dengan Kenzie, suami pergi kerja mulai pukul 8 – 19, atau kalau sedang masa deadline, bisa-bisa pulang larut malam. Kenzie bayi pun sangat menempel dengan mamanya, saya mandi harus menunggu Kenzie tidur, beruntung suami saya punya banyak ilmu seputar parenting karena pekerjaan juga sih yang menjadikan beliau banyak ilmu soal ini. Suami saya selalu bilang, ajarkan perpisahan semenjak dini, walaupun saya yakin Kenzie bayi pasti belum mengerti apa itu perpisahaan, tapi pasti dia sudah bisa menyadari mamanya ada dekat dia atau tidak.


Saat saya harus melakukan aktivitas pribadi seperti mandi, makan atau shalat, saya selalu berbisik di kuping Kenzie, "Mama mau mandi dulu ya, Kenzie bobonya yang tenang, nanti Kenzie bangun, Mama sudah di dekat Kenzie lagi". Begitu seterusnya saya lakukan, baik saat Kenzie tidur atau tidak. Memang beberapa kali dia menangis saat terbangun dan tidak ada yang merespon karena saya sedang "ditengah" kegiatan, tapi Alhamdulillah seringnya Kenzie selalu tenang saat saya tinggal di cribnya.


Sampai akhirnya saya harus mengakhiri cuti melahirkan dan kembali bekerja, sudah pasti perasaan was-was karena Kenzie harus ditinggal di rumah dengan pengasuhnya dan sedih harus berpisah sementara. Saat usianya tiga bulan itu setiap saya hendak berangkat kerja saya membiasakan berpamitan, "Kenzie pintar, baik-baik sama Mbak di rumah ya, Mama ke kantor dulu, sampai nanti Kenzie makan sore, Mama udah di rumah lagi". Saat anak berusia 6 bulan, dia berpikir saat mamanya tidak disampingnya, mama menghilang dan tidak kembali lagi, saat usianya 12 bulan anak berpikir mamanya pergi tapi tidak tau kapan kembali, saat anak berusia 18 bulan dia akan merasa ditinggalkan atau diambil orang, saat mamanya mulai berbicara dengan orang lain, bahkan berbicara di telepon. Inilah cara-cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari kecemasan berpisah pada anak:


1. Berlatih dengan permainan


Coba bermain “ciluk ba!” anda bersembunyi atau menghilang dari pandangannya, saat ia mulai mencari anda, jangan langsung keluar dari persembunyian, berikan mainan yang sering dilihatnya dulu, lalu saat dia semakin panik mencari anda, barulah anda peluk dia.


2. Biarkan barang-barang pribadi menemaninya


Saat anda harus menitipkan anak anda di daycare atau rumah nenek dan dia merasa berat untuk berpisah, bawa beberapa mainan atau perlengkapan pribadinya seperti boneka, mainan, atau selimut. Hal ini akan membuat ia merasa nyaman dan merasa seperti di rumah.


3. Nyaman bersama orang yang menjaganya


Sebelum meninggalakan bayi bersama pengasuhnya, biarkan ia merasa dekat dan nyaman dulu bersama si pengasuh. Sebulan sebelum saya mulai kembali bekerja, saya minta pengasuh Kenzie untuk datang ke rumah, keuntungannya kita bisa mengontrol pekerjaan pengasuh, pengasuh juga bisa merasa lebih dekat dengan anak kita, sehingga bisa tau apa yang menjadi kesukaan si anak.


4. Ritual yang menyenangkan


Daripada meninggalkan anak dalam keadaan menangis dan resah saat harus berpisah dengan kita, saya lebih senang melakukan ritual perpisahan dengan Kenzie selalu mengantarkan saya sampai pintu mobil, melambaikan tangan, dan tidak lupa berpamitan dengan bilang mama akan kembali saat Kenzie makan sore nanti.


Saya tidak pernah menggunakan kata jam sekian untuk menyatakan kehadiran saya kembali, karena anak belum paham dengan tenggat waktu, yang dia tahu adalah rutinitas dia sehari-hari, saat dia makan sore, mandi sore dan lain-lain.


5. Saat mulai menangis


Tidak bisa dihindarkan ada kalanya anak merasa sangat manja pada anda, ajak dia sedikit bermain untuk menenangkannya, anda tidak perlu berlebihan memeluk atau menciumnya, ini hanya akan membuat ia semakin merasa kehilangan nantinya, lebih baik ucapkan, "Mama sayang kamu, Mama pasti kembali buat kamu nanti untuk bermain bersama lagi".


6. Jangan merasa bersalah


Saat anda harus meninggalkannya dan ia tidak juga berhenti menangis, tapi anda tidak punya waktu banyak untuk mengajaknya bermain, ucapkan kalimat yg membuatnya merasa tenang lalu pergi dan jangan berlama-lama atau merasa bersalah sehingga anda terus melihat kearahnya dan kembali lagi padanya. Just go!


7. Kembali dengan menyenangkan


Saat anda kembali ke rumah dan ia melambaikan tangan untuk minta dipeluk, peluk dia dengan hangat. Saat saya kembali ke rumah, ritual saya selalu mengucapkan salam dan Kenzie pun menjawab seadanya “kum ayam”(walaikumsalam) saya cuci tangan dan pasti Kenzie langsung menggandeng tangan saya untuk diajak ke kamarnya dan bercerita apa saja yang dia lakukan tadi bersama pengasuhnya.


Nanny Stella pernah bilang, kita sebagai working mom sudah menghabiskan banyak waktu di jalan pergi – kantor – jalan pulang, hampir 12 jam bahkan lebih kita meninggalkan anak kita di rumah, saat kembali ke rumah jangan sibukkan diri anda dengan hal-hal pribadi, cukup bersihkan diri anda sendiri dan berikan sisa waktu anda untuk anak anda sebelum ia mulai kembali tidur.



25 Komentar
Rini Setianingsih
Rini Setianingsih September 7, 2010 11:42 am

tipsnya pas bgt,
khiar masih 4 bln skrg, klu lg bobo dan gw ngga nemenin pasti bangun atau paling ngga ngigo-ngigo...skrg sih klu gw mau kerja wajahnya kaya bingung gt, tp fine2 aja, malah gw yg suka mellow T_T

Dini Restiani
Dini Restiani August 12, 2010 7:40 pm

Nia..thx tips nya..
1.5 bln lg gw mule kerja..dr kmrn2 uda mikir gmn ya rasanya ninggalin afraz..soalnya skrg aja klo ninggalin dia utk makan,pdhl ada mba nya,tetep aja bentar2 ngintip..sampe suami blg 'uda ga usah diliatin terus..'

Bunda Adhya
Bunda Adhya July 30, 2010 7:09 pm

Mksh ya. Bgus bgt tipsnya.
Oia Mbakyu, kalo Rajuu ditinggal gak nangis. Tp pas aku pulang,liat kelebatku lgsung nangis minta gendong. Gmana ya?

Vania Aramita Sari
Vania Aramita Sari June 14, 2010 2:45 pm

I love this, Nandra.. Thanks ya.
Terharu juga.. Nanti akan gw praktekkan tips2nya!! :)

Riery
Riery May 18, 2010 2:50 pm

suka bgt artikel iniihh...nyemangatin saya bgth..
kebetulan uda stgh bulan saya mulei ngantor n ninggalin kayana (3bln)
tiap mau brkt saya peluk n bisikin "yang sehat,,yang pinter ya nak..minum yg bnyk, tidur yg nyenyak, yg baik sm odiw (neneknya) dan mba nur (pengasuhnya). nti insyaAllah ibu pulang bawa oleh2 ASIP yg banyak hehehe" smbl berkaca-kaca pastinya heuheuheu..
mksh banyaaak ya mbaa..