Persiapan Makanan Pertama si Kecil

Oleh shinta lestari pada Senin, 13 Desember 2010
Seputar Tips

Urban Mama tentunya sudah kenal dong dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI)?  Mungkin sebaiknya kita ubah dengan MPaSu (Makanan Pendamping Susu) supaya tidak men-generalisasi, ya kan?  Ketika anak sudah memulai makan kali pertama, sebagai orangtua kita tentunya mesti tahu apa saja sih yang mesti kita siapkan?  Kapan seharusnya makan pertama kali itu dimulai?  Dan apa saja yang dijadikan makanan pertamanya?  Berapa banyak yang perlu diberikan untuk makanan pertamanya?  Banyak sekali pertanyaannya, bukan?  Saya yakin, hampir semua urban Mama menanyakan hal yang sama ketika si kecil mulai makan.  Tulisan ini saya buat sebagai rangkuman untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, apalagi diskusi tentang MPaSu ini sudah panjang sekali di forum.  Yuk kita bahas satu-satu!

Hampir semua bayi sebenarnya siap untuk mulai makan di umur 6 bulan. Akan tetapi sampai si kecil berumur 1 tahun, tujuan kita memberinya makanan adalah untuk memperkenalkan makanan itu sendiri, bukan untuk supaya si anak kenyang (atau kadang dibilang karena susu aja udah gak cukup!).  Susu (ASI maupun formula) tetap menjadi makanan utama dan sumber nutrisi untuk anak sampai si anak berumur 1 tahun.

Memperkenalkan anak terhadap makanan padat di umur 6 bulan ini adalah sebagai proses pembelajarannya mengenal makanan selain susu.  Di saat inilah kita wajib memperkenalkan berbagai macam makanan dari semua grup makanan (kecuali kalau tahu ada reaksi alergi).  Semakin banyak rasa dan tekstur makanan yang dirasakan oleh anak di saat dia mulai MPaSu ini, semakin kecil nantinya dia akan tumbuh menjadi picky eater.

Hal-Hal yang perlu diketahui sebelum Memulai MpaSu

Sampai si kecil berumur 7 bulan, jangan berikan dia makanan-makanan berikut:


  • Bit

  • Wortel

  • Bayam

  • Sayuran Hijau

  • Turnip


Alasannya?  Karena makanan diatas mengandung nitrate yang bisa menyebabkan anemia pada si kecil.

Sampai anak berumur 1 tahun, hindari pemberian madu karena dapat menyebabkan penyakit botulisme pada bayi.  Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang memproduksi zat beracun.  Meski kasusnya jarang, penyakit botulisme ini bisa berakibat sangat serius.

Juga hindari pemberian garam atau gula sampai umur 1 tahun.  Biarkan anak merasakan makanan dengan tekstur dan rasa semestinya, tanpa ditambahkan perasa apapun.

Hindari memberikan makanan yang merupakan choking hazard seperti kacang, popcorn, anggur, dsb sampai anak berumur 4 tahun.  Tentunya bukan berarti karena tidak boleh jadi tidak dicoba ya?  Soalnya anak saya, Naia, sudah bisa memakan kelengkeng, sebiji anggur, potongan apel sendiri tanpa tersedak sejak dia berumur sebelum 1 tahun.  Jadi kembali lagi ke anaknya masing-masing, yang penting kita tetap harus memerhatikan.  Mungkin ini juga disebabkan karena saya juga mulai mempraktikkan metoda BLW (walaupun setengah-setengah) ketika Naia mulai belajar makan.



Tentang Makanan Pertama

Kapan?

Walaupun sebenarnya menurut AAP (American Academics of Pediatrics),  bayi bisa memulai makanan padat pertamanya sejak berumur 4 bulan, TAPI kebanyakan dokter dan penganut ilmu baru MPaSu menyarankan untuk menunggu sampai si kecil paling tidak sudah berumur 6 bulan, karena:


  1. Si kecil pada dasarnya tidak memerlukan makanan tambahan sampai umur 6 bulan.  Susu (ASI ataupun susu formula) sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

  2. Memulai terlalu cepat memperbesar risiko adanya alergi dan kemungkinan obesitas.

  3. Bayi lahir dengan reflex yang disebut tongue-thrust reflex,  dimana lidahnya secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya, kecuali cairan.  Di umur 6 bulan, reflex ini mulai menghilang dan sudah mulai bisa menerima makanan padat untuk ditelan.


Kadang malah sah-sah aja kalau urban Mama memutuskan untuk memulai anak makan di umur 7 bulan, tapi sebaiknya jangan lebih dari itu ya! Soalnya terkadang di umur 6 bulan pun kalau si anak masih belum tertarik untuk makan, jadinya malah seperti dipaksa.  Tentunya bukan hal yang baik untuk memaksa daripada nanti jadi trauma, kan? Anak akan mulai terlihat siap untuk diberi makanan pertamanya ketika dia mulai terlihat tertarik ketika melihat urban Mama dan Papa makan, atau ketika dia ikutan mendecak dan mengunyah kalau melihat ada orang yang sedang makan.  Gunakan rasa keingintahuannya ini sebagai momen untuk memulai makanan pertamanya dan mencoba hal baru.

Bagaimana memulainya?

Ketika si kecil sudah terlihat siap untuk makan, bagaimana sih cara memulainya?  Berikan dia makan ketika dia terlihat mulai lapar tapi belum sampai kelaparan.  Soalnya kalau sudah kelaparan dan jadi rewel, akan susah untuk mengajak bereksperimen.  Taktik yang bisa dicoba adalah biarkan dia minum susu atau nenen beberapa menit sebelumnya, tapi jangan banyak-banyak.  Cukup supaya dia merasa kenyang tapi  masih dalam tahap belum selesai.  Lalu berikan meal pertamanya, lalu dilanjutkan lagi dengan susu.  Lakukan ini di tempat yang sepi dan nyaman, supaya tidak ada distraksi dari sekitar.

Makan apa?

Bubur nasi (rice cereal) atau tepung gasol adalah makanan pertama yang biasanya dianjurkan karena mudah dicerna dan sangat jarang menimbulkan reaksi alergi.  Yang perlu diperhatikan adalah, makanan ini mengandung zat besi  (iron fortified).  Lalu bagaimana sih cara menyiapkan makanan pertama untuk si kecil?  Kalau memakai metoda BLW kan cukup dengan memberikan makanan yang sudah dipotong-potong berukuran kecil dan disebar di tray dimana si anak dilatih untuk mengambil dan memasukkannya ke mulut.  Kalau metoda konvensional, kita harus menyiapkan makanannya.


  • Siapkan makanan dengan tekstur encer, kurang lebih sama dengan encernya susu atau lebih kental sedikit.  Rationya kira-kira 1 sendok teh bubur nasi (rice cereal) dengan 4-5 sendok susu (boleh ASI atau susu formula) atau air.

  • Apabila ketika disuapkan ke anak tapi makanan malah keluar (tidak ditelan), tidak usah kuatir.  Biarkan si kecil belajar untuk menelan dulu, kadang akan diperlukan beberapa kali sampai akhirnya bisa.

  • Kalau ternyata justru malah tidak mau buka mulut atau malah nangis, stop dulu.  Coba lagi besok.  Kalau masih belum sukses juga, tunggu saja dan coba lagi minggu depannya.  Intinya, jangan dipaksa!


Menurut penelitian terbaru, para ahli percaya sebaiknya buah-buahan dan sayuran (baik itu di-puree, saring atau dihancurkan) lebih baik dijadikan makanan pertama anak, dibandingkan bubur nasi atau tepung gasol.  Menurut mereka, memperkenalkan makanan sehat dari awal akan baik untuk membiasakan anak untuk makan makanan yang sehat sampai mereka besar nanti.  Terus terang, saya pun setuju sekali dengan pendapat ini! Saya juga memerkenalkan rice cereal sebagai makanan pertama Naia, tapi hanya 3 hari pertama setelah itu saya langsung memperkenalkan dengan buah-buahan seperti pisang, puree apel, pir, alpukat dan melon yang kemudian dilanjutkan dengan ubi, kentang, dan kacang polong.  Terbukti sampai Naia berumur hampir 3 tahun sekarang, Naia bukanlah termasuk anak yang picky eater, masa GTM dilewati dengan masa yang tidak terlalu lama, dan senang makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayur.  Selain karena memang saya selalu memberikannya sayur di setiap makanannya, saya juga menyajikan buah sebagai snack-nya.  Juga sebagai orang tua, kami selalu berusaha untuk makan makanan yang sehat di depan Naia, karena saya sadar sekali anak itu selalu ingin mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya.

Seberapa banyak?

Pertama kali urban Mama menawarkan makanan kepada si kecil, biarkan dia merasakannya dengan memberikan sedikit di bibirnya untuk dicoba.  Kalau dia suka, tambahkan satu sendok, dan terus tambahkan sebanyak yang dia mau.  Kalau sampai si kecil menutup mulutnya , memalingkan wajahnya atau malah menahan tangan anda untuk menyuapinya, jangan dipaksa.  Biasanya itu berarti si kecil sudah kenyang dan tidak mau  lagi.

Tahu tidak urban Mama? Bayi dilahirkan dengan kemampuan untuk membatasi dirinya apabila mereka sudah kenyang dan hanya akan makan sebanyak yang mereka mampu.  Dan akan ada masanya dimana mereka tidak mau makan atau makan dalam jumlah sedikit, sementara di kemudian hari mereka jadi maunya makaaan terus.  Jadi gunakan ini sebagai patokan ketika urban Mama ingin memberi makan si kecil.  Biasanya saya selalu berpikir bahwa anak saya tidak mungkin membiarkan dirinya kelaparan, jadi kalau sampai tidak ada makanan yang masuk, pasti dia akan minta kalau lapar.

Memilih & menambah makanan ke Menu

Perkenalkan makanan baru satu per satu.  Tunggu paling tidak 3 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru.  Dengan begini, urban Mama tidak akan membuat si kecil kaget karena diperkenalkan makanan baru terlalu cepat, selain itu juga bisa melihat reaksinya, apabila ada alergi.  Apalagi makanan yang di konsumsi si kecil menimbulkan reaksi seperti rash, muntah, atau diare, jangan berikan lagi.  Tunggu kira-kira 1-3 bulan sebelum dicoba lagi.  Apalagi masih tetap ada reaksi alergi, mungkin sebaiknya ditunda sampai si kecil berumur 1 tahun.

Frekuensi Makan

Mulai berikan makanan padat sehari sekali, lalu dicoba dua kali sehari sambil tetap memberikan susu di sela-sela waktu makannya.  Apabila si kecil masih terlihat lapar, sila tambahkan frekuensi makannya menjadi 3 kali sehari.  Apalagi justru malah kebalikannya, si kecil tidak terlalu tertarik untuk memakan makanan yang disodorkan, jangan dipaksa.  Pada periode ini urban Mama hanya membantu si kecil untuk melakukan transisi dari on-demand feeding ke makan dengan waktu yang rutin, tiga kali sehari plus snacks.

Tips

7 -8 bulan:

Tambahkan daging atau ayam yang sudah dihancurkan atau disaring, atau di puree.  Boleh juga mulai memberikan puree dengan tekstur yang lebih kasar.  Wortel yang sudah dimasak, brokoli, kuning telur dan keju juga sudah boleh dimakan.  Penggunaan metoda BLW juga dianjurkan loh!

9 sampai 12 bulan:

Mulai perkenalkan makanan yang sudah jadi, tapi dimasak khusus untuk bayi tanpa gula & garam, seperti macaroni & cheese, pasta dengan tomato sauce dan berbagai macam jenis casseroles.  Kalau belum mencoba BLW, di umur ini dianjurkan juga mulai memerkenalkan finger foods seperti rice cake pieces, sereal, atau baby crackers.  Fase GTM kadang sudah mulai keliatan nih disini, jadi urban Mama harus pintar-pintar mengajak anak untuk tertarik dengan makanannya dengan cara menyajikan hal yang berbeda seperti snack & finger food yang seru.  Memberikannya dengan hiasan ala bento pun juga bisa loh! Si kecil pasti akan senang sekali :)

Setelah 12 bulan:

Di umur ini, si kecil sudah bisa ikut makan sesuai dengan makanan yang ada.  Usahakan untuk makan bersama supaya si kecil mengerti kalau meal time adalah social event.  Tapi jangan harap si kecil akan makan dengan rapi yaa! Biarkan saja dia makan berantakan.  Mulai ajarkan memegang utensils dan makan sendiri sambil urban Mama/Papa bantu.  Jadikan acara makan sebagai hal yang menyenangkan.  Apabila si kecil terlihat lapar sebelum makan bersama keluarga, suapi dia makan terlebih dahulu.  Lalu biarkan dia duduk di high chair-nya sambil makan snack seperti buah atau biscuit selama urban Mama dan Papa makan.  Dengan begini, si kecil belajar untuk tahu bahwa makan dilakukan di meja dan bersama-sama.

Urban Mama & Papa, ingat ya.. memperkenalkan makanan padat (solid food) kepada anak adalah sebuah proses.  Awalnya, proses ini dimulai dengan memperkenalkan si kecil kepada berbagai macam jenis rasa dan tekstur makanan.  Mulai dengan makanan yang dihancurkan atau disaring, silakan mencoba dengan rice cereals (tepung gasol) atau buah dan sayur.  Lalu mulai perkenalkan dengan table-food ketika si kecil sudah berumur 1 tahun.  Tidak usah takut si kecil akan tersedak, asal proses pengenalan ini dilakukan pelan-pelan, misalnya dari puree, jadi agak kasar, lalu bertekstur, lalu di potong-potong.

Dan ingat, sebisa mungkin urban Mama dan Papa juga ikut makan bersama si kecil di meja.   Jadikan acara makan bersama keluarga sebagai momen untuk si kecil juga menikmati waktu makannya.  Apabila urban Mama dan Papa bekerja seperti saya dan suami, paling tidak biasakan untuk melakukan makan bersama ketika weekend atau malam hari.  Percaya deh, itu momen yang menyenangkan sekali!

Selamat mencoba urban Mama dan Papa.  Jangan lupa diskusi tentang MPaSu juga ada di forum, lengkap dengan resep-resepnya!

76 Komentar
LokahittaLover
LokahittaLover October 13, 2014 10:33 am

Thanks infonya next month gonna try this :)

Bunda Keanu Noval March 12, 2014 3:26 pm

Great, tengkyuu infonya bunda shinta..
Saya memang sedang cari2 info niy tentang Mpasu.. Excited banget dan lagi compare makanan apa yang cocok untuk dikasih ke keanu pas tgl 20 nanti dia 6 bulaN :D
semoga rencana home made nya berhasil dan keanu bisa makan dengan lahapp, nyamm nyaamm ;)

Bunda Kakak Fatih February 17, 2014 2:12 am

Salam kenal semua, baru gabung nih.. ^_^
Nice post, mb Shinta.. :)
Ehm..lagi cari-cari referensi buat persiapan MPASu kakak yang sekitar 1 bulanan lagi..terus nemu postingan ini, terbantu deh..
Saya rasanya kok deg-deg an yah ngebayangin gimana nanti pas kakak mulai his first MPASu day, he..maklum newbie..apalagi banyak banget pilihan metode, menu pertama, peralatan yang musti ada, dst dst.. -_-? *tuing-tuing

Pipit Novita January 31, 2014 1:18 pm

stlh sy bc ttg BLW...sy d landa
kbingungan dan jd tmbl bbrp
ptanyaan.maafkan kl prtanyaanny tmsk silly
question.sy posting d recipe for blw tp kok kayaknya slh thread ya...maaf kl jd diulabg prtanyaabbya :-)
1. blw jg ada thp2 pmberian mknn atau gmn mom?
2.cara masaknya jg brtahap ato gmn mom? misalnya
kukus dl br msk sekian bulan kash yg d
goreng,dll.
3.kl nasi/cereal itu blh kan ya ksh pas 6 bln?
(bnr g y?hehe). trus cr ngasihnya kl dg metode
blw gmn ya?apakah campur dg bhan yg
memadatkan kemudian d cetak sesuai finger
bayi...atau d ksh gt aja?
hehehe...trm ksh mom...

YENI TRIANA November 16, 2013 3:25 pm

Akhirnya nemu juga summary buat MPASU pertama nya Arkan, Thanks

 

Anda harus Log In untuk memberikan komentar terhadap artikel ini.

Silakan Login di Sini