#SentuhanIbu untuk Perempuan dan Anak Pascagempa Lombok

Oleh musdalifa anas pada Selasa, 12 November 2019
Seputar Our Stories
#SentuhanIbu untuk Perempuan dan Anak Pascagempa Lombok

Urban Mama, masih jelas dalam ingatan, bencana gempa bumi yang terjadi di bulan Juli 2018  lalu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kejadian tersebut masih menyisakan duka bagi para korban, khususnya perempuan dan anak-anak. Banyak perempuan dan anak-anak yang mengalami gangguan psikologis akibat bencana gempa bumi ini.

Dalam kondisi bencana, perempuan dan anak-anak mengalami peningkatan kerentanan, salah satunya disebabkan oleh empat kondisi kodrati perempuan: melahirkan, menyusui, menstruasi, dan hamil. Hal ini dapat menimbulkan beberapa dampak, diantaranya menurunnya kesehatan ibu dan anak, sulitnya proses menyusui karena sang ibu mengalami depresi, minimnya kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, serta kebutuhan sanitasi perempuan yang mengalami menstruasi.  

Dalam keadaan apa pun, para ibu harus dapat memberikan dukungan kepada anak-anak dan keluarga mereka, termasuk ibu yang menjadi korban bencana Lombok. Fase tersulit bagi para korban adalah memulihkan trauma mereka yang berdampak pada psikis ibu dan tumbuh kembang anak. Melihat hal ini, NIVEA bekerjasama dengan One Health Collaborating Center (OHCC) Universitas Udayana Bali melalui program #SentuhanIbu berinisiatif untuk membantu korban gempa tersebut dengan memberikan dukungan Kesehatan mental dan Psikososial. Program ini meliputi rangkaian terapi (intervensi) selama 3 (tiga) bulan kepada ibu-ibu dan anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun.

Ada dua jenis terapi yang dilakukan kepada korban gempa. Yang pertama, mindfulness therapy. Terapi ini berfokus untuk melatih kesadaran dan pernapasan, menyadari bagian tubuh agar lebih rileks, mewarnai dengan detail untuk melatih fokus, hingga latihan berjalan (mindful walking) untuk melatih fokus pada gerakan tubuh.

Terapi kedua adalah Play Therapy, dimana ibu dan anak melakukan terapi bersama-sama untuk membangun bonding antara keduanya dengan melibatkan banyak sentuhan. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan, seperti bermain bersama anak, ibu membacakan cerita dongeng untuk anaknya, serta ibu melakukan pijatan yang mempererat hubungan keduanya. Semua dilakukan agar anak merasa lebih dekat dengan ibu sekaligus perlahan menghilangkan trauma pascagempa.



#SentuhanIbu tidak hanya berupa sentuhan fisik, tetapi juga dalam bentuk dukungan dan motivasi yang tak putus-putusnya dalam perjalanan dan tumbuh kembang anak hingga dewasa nanti. Kehidupan manusia diawali dengan sentuhan. Sentuhan emosi dan fisik adalah hal yang paling dasar untuk perkembangan anak-anak, sebagai bentuk cinta dan kasih sayang, sebagai penenang di kala gundah, dan sebagai bentuk dukungan ibu untuk anak sehari-hari.



Ternyata program #SentuhanIbu ini terbukti memberikan dampak positif kepada para ibu dan anak yang diberikan intervensi secara berdampingan. Sentuhan Ibu mendekatkan kembali hubungan ibu dan anak dan memotivasi mereka untuk melangkah ke depan setelah bencana yang dialami.

1 Komentar
Alvaro Prambudi November 12, 2019 4:26 pm

sayangi anak kita.

 

Anda harus Log In untuk memberikan komentar terhadap artikel ini.

Silakan Login di Sini