Theurbanmama

Tetap Cinta Rupiah

Cinta rupiah atau dollar?
Saat-saat kondisi di negara kita mengalami sedikit guncangan, dimana rupiah tertekan oleh dollar. Banyak juga segelintir masyarakat Indonesia yang menggunakan kesempatan ini untuk menjual semua koleksi dollarnya dan merasakan kebahagiaan dan kekayaan. Karena nilai tukar rupiah mencapai Rp 11.500.

Berkaca pada kondisi tahun 1998, saat krisis ekonomi terburuk melanda Indonesia dan nilai tukar rupiah melonjak tinggi sekali dari angka Rp 2.350 (Juni 1997) menjadi Rp 16.800 (Juni 1998)*. Hal ini membuat kenangan tak terlupakan bahwa dollar itu hebat sekali, banyak orang kaya mendadak karena menyimpan dollar dan menukarkan di saat yang tepat. Kenangan itu sepertinya selalu melekat di banyak benak orang Indonesia, sehingga rasa cinta untuk menyimpan dollar menjadi berlebihan.

Saya pernah bertemu dengan orang yang dengan hebohnya menyimpan semua uang nya dalam mata uang asing (USD, AUD, Euro, Poundsterling). Kemudian saya bertanya, untuk apa menyimpan dalam bentuk mata uang asing? Apa tujuannya? Jawabannya adalah karena suka saja, rasanya lebih tenang. Tujuannya tidak ada, hanya untuk disimpan saja. Duh, sayang sekali. Bukan berarti saya tidak setuju menyimpan di dalam mata uang asing, ya. Asalkan tujuannya jelas, untuk pergi liburan ke luar negeri, atau untuk menyekolahkan anak dalam waktu dekat ke luar negeri. Silakan. Bahkan akan saya sarankan. Namun, apabila tidak memiliki tujuan jelas, hanya memandang sejarah indah USD vs IDR di tahun 1998 rasanya absurd sekali. Secara tidak langsung, kita sendiri, bangsa Indonesia berharap agar terjadi kembali krisis yang parah terhadap negara kita tercinta sehingga nilai tukar rupiah melemah, dan kita mendapatkan keuntungan dari simpanan dollar kita.

Ada juga beberapa teman yang bekerja di perusahaan asing yang menerima gaji bulanan dalam bentuk mata uang asing, baik USD atau pun EURO. Dan banyak yang keukeuh menyimpan semua tabungannya dalam bentuk mata uang asing. Selama kita tinggal di Indonesia, berbelanja pakai rupiah, beli makanan dalam rupiah, bayar uang sekolah anak dalam rupiah. Maka tidak harus juga, semua uangnya disimpan dalam bentuk mata uang asing. Sebaiknya di konversi kan dalam rupiah karena toh memang pengeluaran sehari-hari nya dalam rupiah.

Berikut adalah beberapa fakta USD vs IDR, agar lebih meyakinkan alasan kita mencintai rupiah.

1. Deposito IDR memberikan bunga lebih besar daripada deposito USD.




Perhitungan di atas dilakukan pada tahun 2009 (saat kondisi ekonomi sedang labil, dimana nilai tukar rupiah saat itu sedang rendah). Asumsi memiliki uang Rp 100.000.000 pada tahun 2009, pilihannya disimpan di deposito IDR atau USD. Dan perhitungan total bunga yang diperoleh, dilakukan saat ini di kala rupiah pun sedang melemah. Bahkan dalam kondisi seperti ini pun, deposito IDR tetap lebih baik dan dapat memberikan keuntungan selisih sebesar Rp 10.027.561.

2. IDR vs USD dalam RD Saham, return rata-rata per tahun RD saham IDR lebih tinggi daripada RD saham USD.

3.



Jadi lebih cinta yang mana? Rupiah dong. :)

*) sumber id.wikipedia.org

Related Tags : ,,,
Apa Reaksi Anda ?
11 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.