Melakukan Perawatan Gigi, Batalkah Puasa?

Oleh ekakusmaya pada Senin, 20 Mei 2019
Seputar Tips
Melakukan Perawatan Gigi, Batalkah Puasa?

Saat menjelang datangnya bulan Ramadhan, seperti biasa beberapa pasien meminta saya untuk menyelesaikan perawatan gigi mereka sebelum mulai berpuasa sementara beberapa lainnya memilih untuk menangguhkan perawatan gigi tersebut hingga setelah lebaran saat selesai masa berpuasa. Hal ini  menjadi fenomena yang umum terjadi dan ketika saya tanyakan alasannya ternyata sangat pribadi pada masing-masing pasien. Ada yang mengaku tidak nyaman melakukan pemeriksaan gigi saat berpuasa karena napas menjadi kurang sedap, ada yang khawatir akan membatalkan puasa, ada pula yang mengkhususkan waktu malam hari untuk berbuka puasa dan beribadah bersama keluarga saja.

Tergelitik dengan banyaknya pasien dan rekan-rekan yang ragu-ragu melakukan perawatan gigi khawatir dapat membatalkan puasa, saya akhirnya termotivasi untuk menulis artikel ini. Sederhana saja, agar kelak pasien dan rekan-rekan dapat memperoleh informasi yang benar,  memiliki solusi yang tepat serta tidak lagi terperangkap pada mitos-mitos yang kerap menjerumuskan ketika suatu saat harus menghadapi permasalahan dilematis ini. Berdasarkan ilmu profesi kedokteran gigi dan informasi yang saya miliki, berikut sMelakukan perawatan gigi saat berpuasa tidaklah membatalkan puasa selama pasien dapat menjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Berkumur, kondisi penuh air, menerima suntikan anestesi, keluarnya darah dan penggunaan obat oles di dalam rongga mulut tidaklah membatalkan selama tidak dilakukan secara berlebihan dan tidak dengan sengaja menelannya hingga melewati kerongkongan, selain memang sifat zat-zat tersebut itu bukanlah seperti makanan dan minuman pada umumnya yang dapat mengenyangkan.

Jika melakukan tindakan perawatan gigi yang beresiko menyebabkan batalnya puasa seperti pencabutan gigi di mana perawatan tersebut tidak dapat ditunda karena suatu kondisi kegawatan atau sesuatu yang tidak bisa tertahankan lagi, maka setelah memperhatikan dan mempertimbangkan bahwa kebaikannya lebih besar dibandingkan keburukannya, diperbolehkan dilakukannya tindakan perawatan tersebut untuk alasan kesehatan. Jika puasa pasien menjadi batal karena tindakan perwatan tersebut, kelak dapat diganti dikemudian hari. Namun jika tindakan perawatan tersebut dapat ditunda hingga dilakukan saat setelah berbuka puasa, hal itu tentu akan lebih baik dan nyaman bagi pasien.

 
Selain hal-hal yang disebutkan di atas, kebanyakan pasien dan rekan-rekan mengeluhkan timbulnya bau mulut yang kurang sedap saat berpuasa. Hal ini memang berkaitan erat dengan menurunnya aktivitas dan fungsi rongga mulut dalam gerakan pengunyahan (hipofungsi) sehingga mempengaruhi kapasitasnya dalam pembersihan alami oleh aliran ludah (self cleansing). 'Diamnya' rongga mulut tersebut memberikan efek akumulasi komunitas kuman di dalam rongga mulut yang memang tidak pernah steril. Ketidakseimbangan antara komunitas 'penghuni' rongga mulut di mana bakteri menjadi lebih banyak dari biasanya inilah yang menyebabkan timbulnya bau mulut. Oleh sebab itu, penting bagi pasien dan rekan semua untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta rongga mulut pada saat berpuasa atau lebih baik lagi jika hal itu sudah dipersiapkan sejak sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Pada kasus bau mulut yang begitu mengganggu, perawatan gigi pada saat puasa inilah menjadi begitu penting dan urgent. Pasien disarankan segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk menemukan penyebabnya sehingga kemudian dapat dilakukan tindakan perawatan yang tepat. Dua hal penyebab yang paling umum bau mulut adalah adanya akumulasi karang gigi (atau dapat juga disebut kalkulus) dan adanya gigi berlubang (karies gigi). Pada kasus sederhana, untuk mengatasi dan mengeliminasi dua penyebab tersebut cukup dengan melakukan tindakan perawatan ringan pembersihan karang gigi atau penambalan singkat yang tentunya tidak membatalkan puasa. Pada kondisi ini, tindakan perawatan gigi justru menjadi solusi penting agar pasien dapat melanjutkan berpuasa dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya dengan nyaman.

Senang dapat berbagi dan semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat. Ke dokter gigi saat puasa, siapa takut?

2 Komentar
zata ligouw
zata ligouw July 29, 2014 12:30 pm

Ekaa, makasih banyak artikelnya,beneran loh banyak hal yang sebelumnya gw gak tau/ragu, terjawab di sini..,berguna banget!

vita amanina
vita amanina July 25, 2014 7:30 am

Wow, lengkap dan bermanfaat banget artikelnya. Makasih ya mama Eka ^^

 

Anda harus Log In untuk memberikan komentar terhadap artikel ini.

Silakan Login di Sini