Theurbanmama

Mengenal MPASI Khas Negeri Kincir Angin

Setiap negara mempunyai makanan khas dan tradisinya masing-masing, begitupun dengan Belanda. Konon, masyarakat Belanda maju dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Banyak juga makanan khas tradisional yang hingga kini masih dipertahankan, sebut saja keju, roti, dan ikan herring.  

Saat berkunjung ke consultasi biro (posyandu), kami kembali bertemu dengan specialist nurse yang dulu pernah home visit saat awal kelahiran Faiha. Beliau masih ingat tatkala kami banyak bertanya bagaimana peraturan dan budaya kesehatan di Belanda. Ketika berdiskusi soal MPASI, "Budaya makan kalian dari Asia sangat berbeda dengan kami" tuturnya. Inilah penuturan awal ketika saya bertanya soal MPASI. Saya pun masih penasaran. Kalau soal menu bolehlah berbeda, tetapi apa sih arti makan bagi mereka, kalau sudah makan selembar roti itu sudah 'dihitung' sebagai cukup makan atau belum sih. Kok rasanya saya masih belum terima mengapa dulu Yaqdzan, anak pertama kami, susah sekali makan.


Jika menelaah berbagai negara soal kapan MPASI pertama dimulai, berbagai negara punya kebijakan masing-masing. Menurut Research Institute on Child Nutrition, paediatrician di Jerman sepakat MPASI pertama dimulai saat usia 4 bulan. Usia 4-6 bulan diperkenalkan sayuran, kentang, dan daging yang dihaluskan. Usia 6 bulan diperkenalkan susu dan sereal. Usia 7 bulan diperkenalkan sereal, buah. Usia 10 bulan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya, dengan catatan rasa disesuaikan. Sementara di Inggris, pengenalan MPASI pertama adalah saat anak berusia 6 bulan. Dimulai dari sayuran seperti wortel, ubi jalar, kentang, serta buah-buahan seperti pisang, alpukat, melon. Susu sapi tidak dikonsumsi sampai anak-anak berusia 1 tahun (UNICEF, United Kingdom). Kalau di Rusia, MPASI pertama dimulai antara usia 4-6 bulan. Dan si Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan memulai MPASI sebelum usia 4 bulan karena akan menyebabkan aspirasi, resiko obesitas & diabetes, dan terlambat untuk memulai MPASI sampai di atas usia 6 bulan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan, kurang nutrisi dan mengganggu perkembangan motorik (AAP, 2016).

Bagaimana dengan Belanda? Di Belanda, pengenalan MPASI pertama disepakati diberikan pada usia 4 bulan, tidak disarankan lebih awal. Usia 4-6 bulan belajar makan dimulai dengan buah-buahan dan sayuran. Sementara di Indonesia, tentunya Urban mama sudah familiar ya, di mana setelah anak berusia 6 bulan maka kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi hanya dari ASI saja, harus ditambah MPASI. Selain itu, keterampilan makan terus berkembang dan bayi mulai memperlihatkan minat akan makanan lain selain ASI.

Saat Faiha berusia 4 bulan, kami sempat ditanya kapan akan memulai pemberian MPASI. Tanpa tahu kalau anak-anak sini ada yang memulainya dari 4 bulan, kami sepakat akan memulainya disaat usia 6 bulan. Hal ini mendapat dukungan dari tenaga kesehatan. Secara umum, kami mengikuti aturan WHO: 14 hari pertama memperkenalkan menu tunggal, frekuensi makan dua kali/hari dengan menu yang berbeda, total ada 28 jenis makanan (buah, sayur, karbohidrat, protein hewani, protein nabati), dan tanpa penambahan gula-garam. 

Anak-anak di Belanda terbiasa mengonsumsi makanan pokok roti atau kentang. MPASI mereka dimulai saat usia 4 bulan, diawali pure buah sebanyak 3 sendok makan per hari dan satu kali 'hot meal'. Saat usia 6 bulan sarapannya buah, makan siang menu roti dengan variasi saus apel, keju, ayam, daging, lalu makan malam 'hot meal' berupa pasta atau nasi dicampur sayuran dan protein serta ditambahkan margarin atau minyak untuk penambah kalori. Usia 9 bulan boleh dikenalkan teh tanpa gula.

Saat makan, anak-anak Belanda biasanya duduk di high chair. Hal ini akan memudahkan untuk makan bersama keluarga. Makan bersama keluarga adalah momen tak terlupakan yang menjadi kebiasaan para keluarga di Belanda, dan bayipun ikut menikmati suasana makan bersama keluarga. Begitupula di restoran, kafe, perpustakaan pada umumnya menyediakan high chair. Dan katanya orang Belanda tidak bisa duduk lesehan di bawah, mungkin itulah mengapa di setiap apartement yang disewakan beserta perabotan sudah termasuk sofa dan meja makan.

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana kalau anak susah makan? Ini dia yang paling membuat saya penasaran, begitupula dengan Urban mama, bukan? Ini akan saya ulas dalam tulisan berikutnya. Nantikan kisahnya ya, Urban mama! 

Related Tags : ,,,
Apa Reaksi Anda ?
4 Comments
Post a Comment
You must be in to post a comment.