Perjuangan untuk Menjadi Ibu

Oleh chity pada Kamis, 06 Agustus 2015
Seputar Our Stories

Perjuangan saya untuk menjadi ibu bisa dibilang tidaklah mudah, tetapi mungkin masih banyak yang lebih sulit dari saya. Menikah tahun 2007 dan saya baru melahirkan tahun 2013. Enam tahun yang tidak mudah, tetapi juga tidak terlalu menguras air mata. Saya dan suami cukup santai serta selalu berusaha dengan cara berobat ke dokter kandungan (sampai tujuh dokter kandungan) maupun berobat dengan cara alternatif.

Pada tahun 2010 saya menjalani operasi laparotomi karena terdiagnosis memiliki kista endometriosis sebesar 7 cm. Setelahnya saya harus menjalani terapi agar tidak menstruasi selama enam bulan. Setelah kembali mengalami menstruasi, saya mengikuti program kehamilan dan masih juga belum diizinkan untuk hamil. Akhirnya saya berganti dokter, melakukan HSG dan ternyata ada penyumbatan di tuba fallopi sebelah kanan yang membuat sulit saya hamil, serta kista yang tumbuh kembali. Dokter menyarankan saya untuk mengikuti program bayi tabung.

Kami tidak memiliki cukup dana untuk program bayi tabung jadi kami berganti dokter dan disarankan untuk operasi laparaskopi serta melakukan fisioterapi sebanyak 30 kali, setiap dua hari sekali (selang sehari). Selama melakukan fisioterapi itu, saya pun meminum air rebusan daun salam yang katanya bisa mengurangi kista karena saya tidak mau menjalani operasi yang kedua kalinya.

Saat kami sudah lelah menjalankan semua fisioterapi itu dan saya pun pasrah untuk menjalani operasi lagi, Allah berkehendak lain. Bulan Agustus 2011, pada minggu terakhir bulan Ramadhan, saya telat menstruasi dan hasil test pack menunjukkan saya hamil. Alhamdulillah, saya dan suami langsung sujud syukur, penantian kami selama 5 (lima) tahun akhirnya menemukan jawaban.

Saya menjalani kehamilan dengan hati riang gembira dan tidak mengalami keluhan yang berarti, kecuali kenaikan berat badan yang mencapai 26 kg! Saat kehamilan, saya sempat berganti dokter dua kali dan menurut dokter pertama, HPL saya adalah tanggal 15 April 2012. Saat kontrol kehamilan akhir Maret 2012, dokter kedua menyarankan saya segera mengambil cuti karena bayi diperkirakan lahir awal April 2012. Namun berpegangan pada HPL dokter pertama, saya bandel dan tidak cepat-cepat mengambil cuti sehingga pada kontrol tanggal 1 April 2012, saya masih bekerja. Pada saat kontrol, ternyata plasenta saya sudah bolong-bolong dan air ketuban sudah hampir habis. Itu artinya bayi harus segera dikeluarkan malam itu juga. Berhubung saya belum mengalami pembukaan dan dokter tidak menyarankan induksi, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan operasi sesar. Kaget, bingung, panik, dan senang jadi satu. Kaget karena harus melahirkan malam itu juga, bingung karena kami sama-sama baru pulang kantor dan belum sempat ke rumah, panik karena harus dioperasi, dan senang karena akan segera bertemu si kecil

Singkat cerita, tepat pukul 22.35 WIB, lahirlah anak kami yang pertama dan kami beri nama Haifaa Tsurayaa Azka Hasanah (anak cantik yang bersinar seperti bintang, cerdas dan membawa kebaikan) dengan BB 2,60 kg dan TB 49 cm.

Perjuangan menjadi ibu ternyata masih berlanjut pada saat menyusui. Saya bersikeras memberi ASI eksklusif untuk Azka walaupun puting saya datar dan ASI saya tidaklah banyak saat baru melahirkan. Sekitar dua minggu pertama Azka mendapatkan ASI bersama dengan susu formula sementara saya berusaha memperbanyak produksi ASI dengan cara diperah setiap dua jam sekali. Perjuangan ini tidak sia-sia karena Azka akhirnya bisa minum ASI saja. Puting yang datar membuat saya tidak berhasil melakukan pelekatan dengan sempurna dan memutuskan untuk memberikan ASI dengan cara E-ping. Alhamdulillah akhirnya saya berhasil memberi ASI kepada Azka hingga ia berumur 20 bulan.

Azka is my april mop baby. Mengapa? Selain karena ia lahir pada tanggal 1 April 2012, untuk mendapatkannya pun saya harus melalui berbagai macam rintangan, melahirkan penuh dengan keterkejutan, dan menyusuinya pun tidaklah mudah. Saat ini, my april mop baby tidak berhenti memberi kejutan karena ia didiagnosis mengalami Global Development Delay (GDD) ditambah faktor risiko lingkar kepala Azka kecil (di bawah rata-rata), Jika GDD ini didiamkan dan tidak diintervensi dengan terapi, akan berakibat lebih fatal. Azka terlambat berjalan dan berbicara. Ia baru berjalan tepat saat merayakan ulang tahun yang kedua dan itupun setelah melakukan fisioterapi selama 3 (tiga) bulan. Saat ini Azka baru bisa berkata ‘apa, bapa, mama’, yang menurut terapis wicaranya kemampuan bicara Azka baru pada tahap bayi umur 6-9 bulan, yaitu ‘babling’.

Masih jauh perjalanan kami untuk mengejar ketertinggalan Azka dari anak seusianya. Namun Insya Allah ia akan bisa mengejarnya.

Kategori Terkait


Tag Terkait

19 Komentar
Victoria Sinaga July 8, 2019 11:13 am

Halo mom azka, sangat terbantu dgn postingan mommy. Anak sy jg didiagnosa yang sama dgn azka GDD yang disebabkan ukuran kepala lebih kecil dari abak seusianya. Mom azka bolehkah sy minta kontaknya untuk bs sharing mom?

chity
chity November 20, 2015 9:29 am

Amiin mba irma...

Saya uda email mba irma yach... :) tetap semangat juga mba... *hug*

irmaipit November 13, 2015 4:21 pm

subhanallah mbaa.. luar biasa sekali perjuangannya...
Aku malu jadinya, aku masih saja suka mengeluh dengan apa yang aku alami... ternyata mba perjuangannya lebih2 lagi..hiks

Salam kenal ya mba..aku irma,
anakku juga sama mba Delay Development, setelah banyak dokter yang bilang autis dan diagnosa lainnya... namun diagnosa terakhir sampe dengan usianya sudah menginjak 4 tahun ya itu tadi delay development, mba kalau boleh kita sharing langkah apa saja yang ditempuh buat terapi ataupun penanganannya, boleh kita bertukar email ataupun sarana lain untuk bs share mba.

Terimakasih sebelumnya....

Tetap semangat menjadi orang tua pilihan dari anak yang hebat kelak... aminnn YRA...

Salam kenal ya mbaaaa.... :)

chity
chity August 18, 2015 9:16 am

wow,kaget juga artikelnya dimuat.terima kasih TUM!

Bunda Wiwit : Makasi banget doanya, msh banyak ko di luaran sana yang lebih strong n tough :)

Bunda Leny Aryani n Bunda Gabriella Felicia : amiin...makasi yach... :)

Bunda Kabochacake : Alhamdulillah, makasi banyak.. :)

Bunda Cindy Vania, Bunda Etta Novretta, Bunda Yulia Handayani n Bunda Evaws : Amin YRA, thanks a lot.. :)

Bunda Hanana Fajar : Amin, bener banget itu, senyum Azka adalah segalanya bagi kami...makasi yach.. :)

Bunda Deravee03, Bunda Netta, Bunda Adelina, Bunda Yulia P, Bunda Eka Wulandari, Bunda Pujiastuti Djalil : Amin...makasi semua yach... :)

*Peluk Virtual Semua Satu-Satu* :D

puji astuti August 15, 2015 12:47 pm

Terharu sekali...you are great mom *orangtua pilihan :)
Tetap semangat ya mama..semoga azka tumbuh sehat dn perkembangannya cepat mengikuti jd anak hebat...salam peluk cium buat azka yaa..

 

Anda harus Log In untuk memberikan komentar terhadap artikel ini.

Silakan Login di Sini