Turun Rahim (Prolapsus Uteri)

Oleh dr. Riyana Kadarsari, SpOG pada Senin, 25 Februari 2019
Seputar Expert Explains
Turun Rahim (Prolapsus Uteri)


dr. Riyana Kadarsari, SpOG
Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia

Obgyn di RS Sariasih Ciledug dan RSB Permata Sarana Husada Pamulang. Menikah dan memiliki 3 orang anak.



Q: Halo Dokter Riyana,

Para urban Mama berdikusi di forum tentang terminologi "turun rahim".

Lalu karena info simpang siur berdasarkan informasi dari para orang tua jaman dulu, kami jadi bertanya:

  1. Selama ini, menurut para orang tua, "turun rahim" ini harus dipijat dan rahimnya dinaikkan ketika dipijat, apakah ini benar dan aman dilakukan?
  2. Apa benar istilah "turun rahim" itu ada dalam medis? Bagaimana kah penjelasan medisnya?
  3. Apa saja tanda-tanda "turun rahim" yang dialami para urban Mama seperti sakit pinggang, pusing, demam, sakit ketika berhubungan, dan lain-lain itu ada obatnya?
  4. Bagaimana para urban Mama menjaga agar tidak mengalami "turun rahim"?


- ditanyakan oleh para urban Mama via thread "Love Your New Mama Body"

A: Halo urban Mama,

Istilah turun peranakan sebenarnya yang dikenal di dunia medis adalah prolapsus uteri (the falling of the wombs) yaitu turunnya rahim ke liang vagina, dikenal ada gradenya 1 sampai dengan 4. Kalau sudah grade 4 maka uterus (rahim) sudah keluar dari liang vagina. Faktor risikonya adalah karena banyaknya anak, jenis persalinan, besarnya bobot bayi yang dilahirkan dan kelainan kolagen (yang ini jarang). Keluhan ini biasanya terasa saat menjelang atau sudah menopause karena jaringan makin 'kendor' atau ada peningkatan pada tekanan perut misalnya batuk kronis, angkat berat.

Gejala yang sering dirasakan adalah terasa ada benjolan yang bisa dimasukkan, terasa mengganjal seperti menduduki bola, atau gangguan senggama (vagina terasa lebih pendek). Bisa disertai gangguan berkemih, seperti anyang-anyangan, sering berkemih, atau bahkan sulit berkemih. Gejala nyeri pinggang disertai demam bukanlah gejala khas peranakan turun tetapi lebih mirip gejala infeksi di saluran kemih atau batu di saluran kemih. Pemijatan mungkin hanya mengurangi gejala nyeri tetapi tidak bisa mengoreksi kelainan turunnya peranakan (prolaps).

Jadi untuk memastikan ada tidaknya gangguan ini adalah diperiksakan ke dokter kandungan sehingga bisa dilihat apakah ada penurunan organ genitalia interna (prolaps). Biasanya diperiksa dalam dilihat dan diukur panjang vagina dan pada saat mengedan apakah ada penurunan.

Tindakan untuk memperbaikinya ada 2 cara: operasi maupun konservatif (tanpa operasi).

Kalau operasi dilakukan repair pada jaringan otot dasar panggul, jika sudah tidak ingin hamil lagi maka rahim pun bisa dibuang dan diperbaiki jaringannya. Teknik konservatif adalah dengan pemasangan cincin (pessarium).

Bagaimanakah cara mencegahnya?
Bukan dengan diurut atau dinaikkan dan sebagainya. Karena secara logika adanya prolaps atau 'turun peranakan' tersebut karena berkurangnya elastisitas jaringan penggantung rahim dan otot dasar panggul, maka pencegahannya adalah dengan melakukan exercise yang dapat menguatkan otot-otot dasar panggul.

Dikenal senam Kegel salah satu latihan untuk dasar panggul, gerakannya adalah seperti orang menahan berkemih lalu dilepaskan (akan terasa ada otot2 dasar panggul kita yang berkontraksi). Selain itu pencegahan faktor persalinan yang traumatis pada dasar panggul (dengan vakum, bayi besar, jumlah anak banyak).

Mudah-mudahan membantu urban Mama ya. Dan saran saya, bagi kita yang sudah melahirkan dari sekarang lakukan Kegel exercise supaya otot-otot dasar panggul kita kuat dan kencang.

27 Komentar
Martha R May 4, 2015 2:37 pm

Dok....ibu sy berusia 71 thn, saat ini sedang mengalami prolapsus uteri ini, dan pd liang vagina sangat mengganggu kalau sedang jalan....dan rencana akan dioperasi. Yg ingin sy tanya, dengan usia 71 thn apakah tidak riskan melihat juga tensi ibu sy terkadang tinggi. Proses penyembuhan setelah operasi ini bagamana ...trimksh dokter sdh berkenan menjawab

a.andin January 23, 2015 5:51 pm

dok,, saya mau nanya..kalau prolap uteri itu bisa penyakit bawaan ngga ya??? masalahnya saya blm pernah melahirkan tapi saya sering meraSAKAN sakit waktu kencing,dan sebentar2 pengen kencing. kata orang itu perutnya turun. sering dipijat juga dan biasanya langsung sembuh. namun kali ini saya merasakan lagi dan sudah dipijit tp blm sembuh, msh merasakan sakit, dan ketika saya masukkan jari ke ms V kayak ada benjolan gitu didalamnya..

itu termasuk gejala prolap juga ndak dok?? trs saya harus bagaimana?? terimakasih... mohon djawab

dr. Riyana Kadarsari, SpOG
dr. Riyana Kadarsari, SpOG November 1, 2014 8:07 pm

pemasangan cincin biasanya utk yang kontraindikasi operasi, tidak lagi aktif secara seksual. pada yang masih aktif seksual ya terapinya memang operasi. berbagai macam teknik tergantung derajat penyakitnya. konsultasikan lebih lanjut ke ahli uroginekologi. memanf dipakai cincin atau pesarium tidak nyaman, tapi itu tergantung pada tiap org. dicuci dan dijaga agar tidak infeksi.

dr. Riyana Kadarsari, SpOG
dr. Riyana Kadarsari, SpOG November 1, 2014 8:03 pm

dipasang cincin tidak sakit kok, pemasangan mudah salah satu alternatif non operatif pada kasus turun rahim

steveni October 26, 2014 9:25 pm

Malam bu dokter...saya Mau konsul...Mertua saya mengalami turun rahim...tp beliau tdk Mau dioperasi...apakah harus Psg cincin....seperti apa proses nya....apakah sakit Dan rahim tdk Akan keluar lg...ditgu dok...infonya...thx

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies