Memancing Bersama Opa

Oleh Eka Gobel pada Kamis, 28 April 2011
Seputar Activities


Enzo dan kakak sepupunya, Dilla, senang sekali ketika diajak Opa dan beberapa teman SMA-nya pergi memancing ikan dan makan siang bersama di kolam ikan milik Kakek Momon di Ciwidey. Syukurlah pengajuan cuti saya diterima, jadi saya dapat membawa Dante dan mendampingi Enzo di sana. Pagi hari itu, kami menjemput Kakek Hadi dilanjutkan dengan membeli umpan di toko peralatan mancing di pasar. Pemandangan di Ciwidey sungguh indah, hamparan sawah, sungai yang mengalir jernih, dan pepohonan yang rindang dan rimbun menyegarkan mata dan pikiran.


Begitu sampai, Enzo dan Dilla menyalami satu persatu Kakek dan Nenek teman Opa. Kami menikmati suasana pagi yang segar di Ciwidey sambil mencicipi hasil kebun Kakek Momon; pisang kukus, jagung dan kacang rebus. Ternyata Enzo dan Dante menyukai Bandrek Abah khas Ciwidey itu, enak diminum hangat-hangat. Sambil menyiapkan alat pancing, Opa memperkenalkan alat-alat pancing pada Enzo dan Dilla: joran, penggulung, kenur, kail, pelampung, umpan dan jaring. Enzo dan Dilla tampak serius memperhatikan Opa meracik umpan, dan sesekali ikut membentuk adonan umpan menjadi bola-bola kecil. Enzo senang sekali berputar-putar mengelilingi kolam, lalu menertawakan Kakek Kosasih yang memancing kaos kaki.


Awalnya Enzo dan Dilla hanya duduk manis di sebelah Opa, menyemangati Opa dengan berseru memanggil para ikan untuk berkumpul. Dari hasil tangkapan Opa, Enzo jadi tahu beberapa jenis ikan air tawar: Ikan Mas, Gurame, dan Nila. Dan dari gaya Opa memancing, Enzo jadi tahu sedikit teknik memancing seperti cara melontar umpan, isyarat kenur, menghentak joran, menaklukkan ikan, dan melepas kail. Sesekali Enzo berlari-lari berputar mengelilingi kolam, mengejar ayam-ayam ternak milik Kakek Momon.

Rupanya Enzo penasaran ingin mencoba memancing. Enzo belajar beberapa hal lagi dari memancing selain bersenang-senang, yaitu melatih konsentrasi dan kesabaran. Saya menghiburnya dengan mengajaknya tersenyum, tapi selama pancingannya belum berhasil Enzo tetap cemberut. Senyumnya terkembang saat pancingannya berhasil, lebih mengembang saat saya, Opa dan Kakek Nenek teman Opa memberi tepuk tangan dan pujian. Saat Enzo berhasil menangkap satu ikan gurame kecil, Opa melepaskan kailnya dengan hati-hati agar tidak melukai mulut ikan, lalu Opa melepas kembali ikan kecil itu ke kolam. Enzo sepertinya mengerti ketika kami jelaskan bahwa ikan kecil itu dilepaskan agar dapat berkembang biak di dalam kolam.


Para Nenek menyiapkan makan siang: menggoreng ayam, memasak sayuran, membuat sambal dan menyiapkan lalab, membersihkan dan membakar ikan, dan mengupas pepaya. Sayuran dan buah-buahan ini diambil dari kebun Kakek Momon. Saya dan Dante ikut memetik kangkung dan mengupas pepaya, lho. Enzo ikut menggarami ikan dan mengipas ikan saat dibakar. Saya memandikan Enzo dengan air dingin Ciwidey, Enzo berteriak-teriak  kedinginan, ”Waw... segaaar!”, katanya. Lalu Enzo ikut Shalat Dhuhur berjamaah sambil terkantuk-kantuk, karena angin Ciwidey yang sepoi-sepoi menyapu wajahnya. Yang paling menyenangkan adalah Enzo makan lahap sekali, dan tertawa-tawa bercanda dengan para Kakek dan Nenek.


Setelah membungkus ikan hasil pancingan untuk dibawa pulang, kami bersiap-siap untuk pulang. Enzo tampak betah sekali di sana dan tidak mau pulang. Dia sempat menangis sebentar di mobil saat perjalanan pulang, tapi berhenti menangis saat mampir di toko oleh-oleh khas Ciwidey.  Saya membeli Dodol Susu, Permen Karamel, Kalua Jeruk, Kerupuk Kulit Susu, Bandrek Abah dan Bumbu Rujak Ciherang. Saya baru tahu, bahwa serangga yang menempel pada kalua jeruk itu bukan lalat hijau, tapi lebah madu. Hujan turun saat itu, Enzo dan Dante tertidur pulas di dalam mobil. Bukan hanya saya dan Opa yang menikmati liburan hari itu, tapi yang terpenting adalah having fun and spending quality time dengan memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi Enzo dan Dante.

24 Komentar
Sitha
Sitha April 28, 2011 6:28 pm

Seneng deh bacanya, Ka. Serasa ikutan mancing sama Enzo :D Trus baca "membakar ikan", "lalap", "sambal", jadi pengen pulang kampung... -_-

Eka Gobel
Eka Gobel April 30, 2011 9:33 pm

ayuuuk mama sitha.. bakar ikan juga di sana, pake sambal & lalab :)

Almaviva Landjanun
Almaviva Landjanun April 28, 2011 4:45 pm

Ih, pengen banget deh mancing. Dulu pas gue masih kecil gue juga suka ikut abang & bokap mancing. Kapan2 ah mau ajak Melon. Kemana tapi ya, Ka tempat mancing di bandung yang oke dan ga terlalu jauh :D Btw, kakak Enzoooo kapan2 ajak adek Rie yaaa :)

Eka Gobel
Eka Gobel April 30, 2011 9:31 pm

wah, kemana yaa.. sindang reret lembang kali ya... bisa naik kuda juga.
yuuk..melon hayuk ikut yaaa..

ninit yunita
ninit yunita April 28, 2011 2:57 pm

ih keren banget deh enzo dante suka mancing :) seneng banget baca artikel ini.

keren, ka! :)

Eka Gobel
Eka Gobel April 30, 2011 9:26 pm

hihi..iya..jd suka mancing. tp pengennya tetep sama opa, krn papa 'ga bisaeun' :)

BunDit
BunDit April 28, 2011 1:09 pm

Hihihi Enzo bete' ya nungguin umpan gak dimakan2 ikan. Tapi seru banget nih kalau main di alam terbuka gitu seperti memancing. Sungguh pengalaman yang sangat berharga buat anak2 ya mam :-)

Eka Gobel
Eka Gobel April 28, 2011 2:00 pm

hihi..iya, bete & ngantuk..
tp bener lho, ngasih pelajaran sambil main2 gini lbh mudah diinget sama enzo.. sampe skrg msh suka cerita ttg pengalaman mancingnya ini kalo lg kangen sama opa-nya

Honey Josep
Honey Josep April 28, 2011 12:47 pm

Enzo, kamu lagi cemberut aja segitu gantengnya :)

Eka Gobel
Eka Gobel April 28, 2011 1:55 pm

ahaha.. makasih, tante honey.. *sun dong*