Memilih Permainan Aman di Mal

Oleh Murtiyarini pada Kamis, 13 Maret 2014
Seputar Our Stories


Seiring perkembangan jumlah mal yang meningkat pesat di kota-kota besar, gaya hidup masyarakat pun berubah. Mal tak hanya menjadi kebutuhan belanja, melainkan juga untuk hiburan dan bermain.


Sayangnya, beberapa permainan di mal saya rasa tidak aman dan tidak selayaknya dilakukan di dalam gedung mal.


Lihat saja saat kita jalan-jalan di mal, tiba-tiba melintas anak-anak main mobil-mobilan, sepatu roda, atau otoped. Sering kali tanpa pengawasan orangtua. Bahkan anak di bawah umur (1-2 tahun) juga terlihat naik mobil-mobilan yang dikendalikan dari jauh oleh petugas atau orangtuanya. Saya meragukan, naik mobil-mobilan ini apakah keinginan si anak itu sendiri atau keinginan orangtuanya?

Anak-anak itu cenderung ingin melaju tanpa memikirkan keramaian di mal. Akibatnya terjadilah serempet sana sini, atau menabrak orang dan benda di sekitarnya. Saya sudah pernah mengalaminya. Sedang mengantre membeli donat di salah satu outlet, tiba-tiba diseruduk mobil-mobilan dari belakang. Rupanya si anak yang mengemudi ini tengah melihat ke kanan kiri karena ada couter mainan. Kaget pastinya, kesal juga, tapi mau marah tapi menahan diri, masa iya marah sama anak kecil? Mana mengerti dimarahi? Tak lama orangtua si anak datang, bukan untuk meminta maaf pada saya, tapi untuk memarahi anaknya. Hmmm... hanya bisa mengelus dada. Dalam hati saya bilang "Pilihkan permainan yang aman buat anaknya dong Pak!"

Jika sudah demikian, permainan bukan hanya membahayakan keselamatan pengguna, tapi juga keselamatan orang-orang di sekitarnya. Seringkali saya paranoid sendiri membayangkan seandainya itu mobil-mobilan atau otoped menabrak kaca etalase ponsel atau kompor milik outlet makanan ya?  Siapa yang bertanggung jawab?


Anak-anak butuh permainan, pemilik persewaan butuh penghasilan, pihak mal butuh pemasukan. Jika semua mengutamakan egonya, kebiasaan membahayakan ini akan berlanjut. Orangtua harusnya bijak memilih permainan untuk anak. Jika konsumen berkurang, otomatis bisnis sewa ini akan mencari bentuk lain.

Pihak mal juga harusnya tidak hanya memikirkan keuntungan sendiri. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung mal menjadi tanggung jawab Pengelola Mall. Solusinya, sediakan lokasi yang cukup luas untuk arena permainan anak ini. Jika langkah ini dirasa kurang menguntungkan, lebih baik ditiadakan sekalian, daripada lebih banyak lagi korban senggolan otoped dan mobil-mobilan. Walaupun tidak fatal, tapi juga tidak nyaman. Tidak ada kan, yang mau tertabrak mainan saat sedang enak-enaknya jalan di mal?

Kategori Terkait


Tag Terkait

11 Komentar
Gabriella F
Gabriella F March 14, 2014 8:41 am

Setuju banget... jalan di mal jadi ribet karena banyaknya permainan yang muter2, dan jadi gak nyaman... saya lebih memilih sekalian ia main di playground deh...

Murtiyarini
Murtiyarini March 14, 2014 6:27 am

Usaha kita yg paling mungkin dilakukan adalah dengan tidak membiarkan/menuruti anak-anak mainan beroda tersebut.

Eka Gobel
Eka Gobel March 13, 2014 9:49 pm

setuju deh, permainan seperti mobil2an dan skate/ sepatu roda di mall itu nggak aman. sekarang malah banyak banget ya, orang tua yg mengijinkan anak2nya pake sepatu roda saat ke mall. saya juga lebih milih playground aja, lbh mudah mengawasinya.

Cindy Vania
Cindy Vania March 13, 2014 2:34 pm

Setuju banget ma,apalagi kalo mallnya sempit dan anak2 yang mondar mandir banyak.

Anak2 saya sendiri terkadang suka ingin naik mobil2an yang di mall,tapi tidak pernah saya ijinkan karena faktor keamanan juga.
Paling kalo mereka bener2 mau main ya kayak Aini,di Playground aja,dan cari hari kerja biar sepi :p

aulia1779 March 13, 2014 9:58 am

Setuju bgt mba... kalo sy malah khawatir anak saya yg ditabrak secara kadang yg maen spatu roda or otoped itu msh kecil sekali dan hanya ngerti maju terus ke depan pantang mundur liat org di dpnnya. Karena ayana msh kecil. Kesian kalo anak2 seumuran dia yg kena tabrak.