Mitos ASI dan Menyusui (1)

Oleh sarah audia pada Senin, 20 Mei 2013
Seputar Expert Explains

Banyak sekali mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai ASI dan menyusui. Mitos ini dapat memberikan pemahaman yang keliru kepada mama, papa, dan keluarga mengenai ASI dan menyusui sehingga dapat mempengaruhi kelancaran proses menyusui. Itulah mengapa pentingnya untuk para calon ibu, calon ayah dan keluarga (nenek dan kakek bayi) mengetahui sejak dini informasi mengenai ASI dan menyusui dari sumber terpercaya seperti konsultasi langsung dengan konselor menyusui, aktif di forum-forum ibu menyusui.

Informasi yang cukup akan menjadi bekal dalam menghadapi beberapa mitos ASI yang sering mengganggu. Dari sekian banyak mitos tentang ASI dan menyusui, saya sebutkan 20 diantaranya yang sering muncul sebagai pertanyaan para mama, papa, dan keluarga. Namun di artikel hari ini, saya akan memaparkan 10 dulu dan kelanjutannya di artikel yang akan datang.

1. Mitos: Ibu hamil trimester 3 yang sudah mengeluarkan sedikit sekali kolostrum akan mempengaruhi kelancaran menyusui di awal-awal kelahiran. Jika belum keluar saat hamil berarti kemungkinan besar ASI belum keluar di 3 hari pertama kelahiran.

Penjelasan: Hormon penting ASI yaitu prolaktin dan oksitosin mulai terangsang saat kehamilan 20 minggu, akan tetapi 2 hormon ini belum aktif dan siap menyusui karena masih kuatnya efek penghambatan dari hormon kehamilan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, pada beberapa ibu ada yang keluar sedikit atau “bocor kolostrum” ada juga yang tidak. Hal ini normal dan tidak dapat dijadikan patokan keluar tidaknya ASI di hari-hari pertama bayi lahir. Rangsangan alamiah paling besar untuk mengeluarkan ASI di awal-awal adalah begitu bayi lahir langsung dilakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) minimal 1 jam dilanjutkan rawat gabung dan bayi dibimbing menyusu dengan posisi dan perlekatan yang benar. Jadi tidak ada hubungannya keluarnya ASI saat hamil dengan kelancaran menyusui kedepannya.

2. Mitos: ASI “belum keluar” di 3 hari pertama kelahiran daripada bayi kelaparan lebih baik sementara diberikan dulu susu formula.

Penjelasan: Kali ini saya bicara bayi sehat dan cukup bulan. Ukuran lambung bayi baru lahir usia 0-3 hari kira-kira sebesar kelereng kecil dengan kapasitas kurang lebih 6-7 cc. Ingat ASI dihasilkan sesuai kebutuhan bayi, saat ini bayi kebutuhan bayi belum banyak. Begitu ibu melahirkan, 2 hormon penting yaitu prolaktin dan oksitosin mulai berganti peran dengan hormone kehamilan, daya penghambatan dari hormone kehamilan merosot tajam akan tetapi masih ada sedikit yang tersisa di peredaran darah sampai 3 hari sehingga prolaktin dan oksitosin belum sepenuhnya bekerja secara bebas. Wajar saja ASI masih sedikit. Saya kurang setuju dengan paham ASI belum keluar, ASI sudah keluar hanya saja karena jumlahnya yang masih sedikit (kolostrum adalah ASI pertama yang keluar) kita sering menganggap tidak keluar. Mengapa tidak perlu khawatir? Bayi baru lahir sudah dibekali cadangan energi dari lemak coklat yang ditransfer saat masih dalam rahim, sehingga bayi sebenarnya kuat tidak minum apapun selain ASI selama 72 jam. Akan tetapi rangsangan tetap penting, lakukan IMD lanjutkan rawat gabung dan bombing bayi untuk menyusu dengan posisi dan perlekatan yang baik. Jika bayi sehat diberikan cairan tambahan padahal tidak ada indikasi medis, bisa saja mengganggu sinyal alamiah produksi dan suplai ASI ke otak ibu.

3. Mitos: Wajar saja puting nyeri saat sedang menyusui.
Penjelasan: Jika setiap menyusui ibu mengalami nyeri pada puting itu berarti bayi belum melekat dengan benar ketika menyusu. Perlekatan yang benar tidak akan menyebabkan nyeri pada putting. Jika ini berkelanjutan dapat menyebabkan ibu menjadi trauma menyusui karena rasa sait itu. Segera belajar cara memposisikan bayi agar menyusu dengan perlekatan yang baik, minta bantuan konselor laktasi.Jika lecet sudah terjadi, dapat diberikan salep anti lecet yang bisa diresepkan oleh dokter konselor laktasi. Ini masalah perlekatan.

4. Mitos: Produksi ASI ditentukan oleh seberapa banyak hasil perahan ASI.
Penjelasan: Ingat proses demand dan supplay. ASI dihasilkan sesuai dengan permintaan bayi. Jika bayi menyusu langsung dengan posisi dan perlekatan yang baik, rangsangan produksi dan suplai ASI ke tubuh ibu juga kuat sehingga ASI yang dikeluarkan sesuai kebutuhan bayi. Hasil ASI perah tidak dapat dijadikan tolok ukur kemampuan ibu menghasilkan ASI, banyak faktor yang dapat mempengaruhi seperti stress, rasa sakit, bayi yang tidak menyusu langsung. Berapapun hasil perahan ASI sangat berharga untuk bayi kita, teruskan menyusui.

5. Mitos: bayi menyusu harus langsung di 2 payudara karena yang sebelah kanan itu makanan, payudara kiri minumannya supaya bayi kenyang.
Penjelasan: bayi yang paling tahu kapan dia lapar dan kapan dia kenyang, kita ikuti saja kemauan bayi, hindari memaksakan bayi untuk nyusu langsung 1 sesi di 2 payudara. Awasi tanda-tanda bayi kenyang, dia akan melepaskan sendiri payudara dan tidur nyenyak atau cenderung mengempeng di akhir sesi menyusu, ketika dilepaskan pelan-pelan dengan ujung kelingking mama bayi terlihat terlelap. Jika bayi bangun dan minta menyusu lagi, berikan saja. Prinsipnya ikuti kemauan bayi.

6. Mitos: bayi harus menyusu 2 jam sekali.
Penjelasan: bayi menyusu tidak dijadwal, ada kalanya dia sedang mengalami periode growth spurt sehingga menyusu lebih sering bisa setengah jam atau sejam sekali, ikuti saja kemauan bayi. Akan tetapi apabila bayi tidur lebih dari 3 jam (biasanya bayi baru lahir yang cenderung sering tidur) perlu kita rangsang untuk menyusu. Konsultasikan lebih lanjut dengan konselor laktasi

7. Mitos: Stress menyebabkan ASI berhenti.
Penjelasan: stress memang bisa menurunkan kerja oksitosin sehingga pasokan ASI berkurang, akan tetapi bisa mama segera cari penyebab dan konsultasi lebih lanjut sehingga didapatkan solusi, pasokan ASI akan kembali seperti sebelumnya. Berhenti menyusui selama 40 hari lebih yang bisa menyebabkan ASI berhenti karena tidak ada rangsangan pengosongan payudara.

8. Mitos: Bayi 0-6 bulan butuh air putih ketika cuaca panas.
Penjelasan: ASI saja sudah mengandung air, air putih tidak diperlukan. Higienitas air putih perlu diperhatikan, sudah cukup ASI satu-satunya yang dibutuhkan bayi.

9. Mitos: Ibu yang terkena penyakit infeksi harus berhenti sementara menyusui, takut bayi tertular.
Penjelasan: justru dari ASI, bayi akan mendapat perlindungan terhadap infeksi yang diderita ibu. ASI mengandung sel-sel pertahanan tubuh, antibody yang dibutuhkan bayi untuk meningkatkan imunitasnya. Bayi yang sudah tertular jika tetap menyusu akan membantu mempercepat penyembuhannya.

10. Mitos: bayi yang diare membutuhkan air atau susu formula khusus, ASI sebaiknya dihentikan dulu.
Penjelasan: ASI justru sangat dibutuhkan bayi ketika diare, dapat digunakan sebagai terapi pengganti cairan untuk mencegah dehidrasi berkelanjutan. Susu formula khusus jika pada special case misalnya kasus kelainan metabolik.

Nah, demikian 10 mitos ASI dan Menyusui. Minggu depan akan saya paparkan lagi 10 mitos selanjutnya.

Happy breastfeeding! :)

image credit: www.gettyimages.com

7 Komentar
arisona August 27, 2013 5:40 pm

hi dok.. thanks for the article :)

rizki kurniaty husni
rizki kurniaty husni June 12, 2013 3:43 pm

like this artikel...

sarah audia
sarah audia May 24, 2013 9:26 pm

@mama luchia, mama winy, mama febri: sama-sama ya ma, semoga bermanfaat

@mama agustina: sama2 ya ma, silahkan dengan senang hati :)

Agustina Faisal
Agustina Faisal May 24, 2013 3:50 pm

thanks for sharing dokter. mohon ijin meng-copy untuk adik ipar yang insyaallah akan menjadi seorang ibu.

febridwi May 24, 2013 3:34 pm

ditunggu artikel berikutnya dok :)