Otitis Media pada Anak

Oleh Woro Indriyani pada Minggu, 07 Mei 2017
Seputar Our Stories
Otitis Media pada Anak

Sebenarnya sulit bagi saya untuk bisa berbagi cerita tentang apa yang dialami Rey beberapa waktu lalu. Rasanya takut dan stres ketika harus mengingat-ingat apalagi menuliskannya ke dalam sebuah artikel. Namun saya pikir lagi, ada baiknya saya sharing siapa tau ada mama di luar sana yang sedang mengalami hal serupa, atau sudah pernah atau sedang mencari tahu informasi mengenai Otitis Media pada anak. Karena sesungguhnya berbagi itu melegakan.

Dulu sekali waktu masih bayi, Rey pernah mengalami Otitis Media. Penjelasan dokter THT saat itu, ketika nanti beranjak besar maka frekuensinya akan semakin berkurang karena struktur saluran dari hidung ke telinga tidak lagi mendatar. Beberapa bulan lalu kami sekeluarga bepergian ke Malang menggunakan pesawat dan Rey sedang dalam kondisi pilek berat. Saya berpikir sudah lama sekali Rey tidak sakit telinga, jadi saya santai saja. Namun begitu pesawat mendarat, jantung saya rasanya mau copot melihat cairan kuning kental keluar dari telinga Rey. Otitis Media lagi, sayapun bergegas membawa Rey ke dokter THT.


ilustrasi dari sini

Otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah. Yaitu pada ruang di belakang gendang telinga, di mana terdapat tiga tulang kecil yang menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah radang telinga tengah. Semua orang bisa mengalami otitis media, tapi kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun dan pada bayi berusia 6-15 bulan. Menurut perkiraan, sekitar 25 persen anak-anak akan sudah mengalami otitis media sebelum berumur 10 tahun.

Pengalaman saya saay Rey masih bayi, dokter THT akan memeriksa kondisi gendang telinga apakah sobeknya besar atau tidak. Setelah itu telinga dibersihkan dengan cairan pembersih dan kemudian meresepkan tetes telinga. Penggunaan cutton bud sangat tidak disarankan untuk kondisi Otitis Media, karena akan semakin mendorong kotoran ke dalam telinga dan akan memperparah infeksinya. Sebagian besar kasus otitis media tidak memerlukan penanganan oleh dokter. Kondisi ini akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun demikian, jika muncul gejala berikut sebaiknya segera membawa anak ke dokter THT untuk diperiksa lebih lanjut:

  1. Gejala tidak membaik dalam waktu tiga hari.
  2. Merasa sangat kesakitan pada bagian telinga.
  3. Terdapat nanah atau cairan keluar dari telinga.
  4. Memiliki kondisi medis bawaan, seperti kistik fibrosis atau penyakit jantung turunan, yang membuat urban mama atau anak-anak lebih rentan mengalami komplikasi.

Saya sendiri sampai berpindah ke empat dokter THT dan terakhir ke dr. Soekirman Soekin di Rumah Sakit Khusus THT Proklamasi. Dari penjelasan dr. Soekirman Soekin-lah akhirnya saya tahu, bahwa Rey ada alergi terhadap dingin. Jadi ketika pilek dan terpapar dingin, baik dari udara, makan dan minuman, hal tersebut bisa memperparah radang telinganya.

Namun demikian, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya Otitis Media ini, yaitu:

  1. Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok.
  2. Lakukan vaksinasi terbaru pada anak-anak, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib.
  3. Utamakan pemberian ASI.
  4. Menghindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi.
  5. Jangan memberi makan pada anak saat mereka berbaring.
  6. Setelah anak berusia 6-12 bulan, jangan memberikan dot pada mereka.
  7. Dan khusus untuk anak dengan alergi seperti Rey, sebisa mungkin dihindari pencetus alerginya.

Semoga setelah ini Rey bisa sembuh total dan tidak lagi mengalami Otitis Media. Dan semoga informasi ini bisa membantu para mama sekalian yang sedang atau pernah mengalami otitis media pada anak, seperti yang Rey alami.

Kategori Terkait


Tag Terkait

8 Komentar
ninit yunita
ninit yunita May 9, 2017 9:33 am

TFS Woro... pasti bermanfaat banget nih buat para mama supaya tau bagaimana mencegah Otitis Media pada anak.

Reeey! sehat-sehat yaaa anak ganteng pintar soleh.

Woro Indriyani
Woro Indriyani May 9, 2017 3:46 pm

aamiin makasi teh Ninit :)

Retno Aini
Retno Aini May 8, 2017 2:47 pm

dulu waktu SD aku sering kena otitis media ini & ampe skrg keinget banget rasa sakitnya x( semoga Rey lekas sembuh ya. Terima kasih yaa mba Woro buat sharingnya, pasti bermanfaat ni buat para mama

Woro Indriyani
Woro Indriyani May 9, 2017 3:46 pm

Iya mba Aini sakit banget huhu, aamiin makasi yah :)

dieta hadi
dieta hadi May 7, 2017 1:17 pm

thanks sharingnya ya wor, berguna banget nih kalo ada mama-mama yang mngalaminya juga. Rey, sehat selalu ya anak ganteng

Woro Indriyani
Woro Indriyani May 9, 2017 3:46 pm

aamiin terima kasih mba Dieta :)

Cindy Vania
Cindy Vania May 7, 2017 10:28 am

Terima kasih sharingnya ya mba Woro! Semoga Rey nggak ngalamin otitis media lagi yaa..

Woro Indriyani
Woro Indriyani May 9, 2017 3:45 pm

aamiin terima kasih mba Cindy :)

 

Artikel Terbaru
Senin, 09 November 2020 (By Expert)

Mengenal Lebih Dekat Rahasia Manfaat BPJS Sebagai Asuransi Proteksi Kita

Jumat, 25 Desember 2020

6 Keuntungan Tidak Punya Pohon Natal di Rumah

Kamis, 24 Desember 2020

Rahasia kecantikan Alami dari THE FACE SHOP YEHWADAM REVITALIZING

Rabu, 23 Desember 2020

Lentera Lyshus

Selasa, 22 Desember 2020

Different Story in Every Parenting Style

Senin, 21 Desember 2020

Menurut Kamu, Bagaimana?

Jumat, 18 Desember 2020

Santa's Belt Macarons

Selasa, 15 Desember 2020

Christmas Tree Brownies