Raising Everyday Heroes

Oleh ninit yunita pada Kamis, 09 Juli 2020
Seputar Book Reviews
Raising Everyday Heroes

Sebagai orangtua, tentunya kita harus up to date dan mencermati apa yang sedang terjadi yang bisa memberikan pengaruh bagi anak-anak kita. 

Anak-anak muda yang menjadi terkenal di media sosial, diam-diam menjadi idola anak-anak kita. Ada yang terkenal karena sensasi dan prestasi. Ada juga yang beranggapan sekolah hanya untuk menyenangkan orangtua dan bergeser menjadi tidak penting karena apa yang dilakukan di media sosial pun sudah memberikan income yang luar biasa besar. Sejujurnya, ini membuat saya menarik napas panjang, miris rasanya. Ketenaran, kekayaan, dan fokus pada penampilan fisik.
 
Hidup di masa informasi begitu mudah diakses, anak-anak kita juga akan mudah terpapar informasi tersebut dengan cepat. Seperti kita ketahui, selalu ada dua sisi mata uang. Positif dan negatif. Sebagai orangtua adalah sesuatu yang natural kalau kita ingin melindungi anak-anak kita dari pesan-pesan dan sikap yang negatif. Saya pribadi yakin bahwa sebagai orangtua, kita ingin anak-anak kita fokus pada prestasi, bukan sensasi.  
 
Raising Everyday Heroes: Parenting Children To Be Self-Reliant adalah buku yang saya rekomendasikan untuk urban Parents baca. Buku ini ditulis oleh Elisa Medhus, M.D penulis buku Raising Children Who Think for Themselves (buku ini adalah salah satu favorit saya dan suami) yang diterbitkan tahun 2001. Buku ini menjawab segala kekhawatiran saya di atas. 
 
Menurut Medhus, kepahlawanan yang sesuangguhnya adalah menghadapi kehidupan kita sehari-hari dengan penuh keberanian, tidak peduli meskipun apa yang kita hadapi itu kurang menarik, cenderung membosankan. Dalam menghadapi apapun, kita harus melakukan yang terbaik yang kita bisa dengan apa yang kita miliki dan membuat keputusan yang bertanggung jawab setiap harinya. 
 
Medhus, yang merupakan ibu dari 5 orang anak, mencermati kehidupan anak-anak saat ini, beberapa hal yang bisa dilakukan sendiri ternyata tidak dapat mereka lakukan. Mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukannya. Bila untuk hal yang sederhana saja mereka bergantung pada orang lain, bagaimana dengan menghadapi tantangan masa depan yang tentunya lebih berat?
 
Apakah kita sebagai orangtuanya yang perlu disalahkan?
Do we rescue and shelter them too much?
 
Berangkat dari keprihatinan tersebut itu lah yang mendorong Elisa Medhus menulis buku Raising Everyday Heroes
 
Di buku ini, Medhus memberikan contoh-contoh dalam kehidupannya sendiri. Bagaimana menghadapi anak-anaknya sendiri sehingga saya sebagai pembaca merasakan buku ini tidak menggurui, sebaliknya seperti teman yang berbagi apalagi Medhus menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak jarang disisipi humor. Membaca buku ini begitu membuat saya merasa dekat. 
 
Medhus menawarkan sudut pandang untuk menjadi mentor bagi anak-anak kita. Mengajak kita kembali menyelami perbedaan penting antara punishment dan disiplin. Buku ini penting dibaca agar dapat membantu kita, memberikan wawasan, dan melihat sudut pandang yang lain dalam menanamkan kepercayaan diri anak sedini mungkin. Hal ini penting agar dalam menghadapi dunia, anak-anak kita tidak gampang terpengaruh oleh hal-hal yang kurang baik karena mendapat tekanan dari lingkungan sekitar. 
 
Menurut Medhus, penting untuk mempersiapkan anak-anak kita menghadapi masa depan salah satunya dengan melatih kemampuan anak-anak untuk melakukan hal-hal sederhana yang dilakukan sehari-hari. Ini akan melatih tanggung jawab mereka sejak dini. Beberapa hal yang disarankan:
 
 
Saya mendapatkan buku ini di bookdepository.com dan merasa sangat beruntung ketika membacanya. Sedikit-sedikit saya menerapkan apa yang dibagikan Elisa Medhus dalam buku ini. 
 
Memang sangat wajar bila orangtua selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Tetapi harap diingat juga bahwa biarkan anak menghadapi masalah dan berhadapan dengan konsekuensinya. Sebagai orangtua, kita tidak selalu harus menjadi "pahlawan" yang menyelamatkan mereka dari kesulitan. Justru sebaliknya, berikan anak-anak kita kesempatan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangan ambil kesempatan itu dari anak-anak kita karena itu akan menjadi pelajaran kehidupan terbaik bagi mereka dalam menghadapi dunia. Dampingi anak-anak, jadilah mentor.
 
Highly recommended! 

Kategori Terkait


Tag Terkait

15 Komentar
Eka Gobel
Eka Gobel November 16, 2016 3:09 pm

Bagus banget bukunya ya teh. Penting utk dibaca dan diterapkan dalam kehidupan sehari2 :)

Siska Knoch
Siska Knoch November 15, 2016 12:17 pm

Waaa keren sangat bukunya, dan iya teh terlepas dari buku diatas ikutan miris sama abg2 yang hits karena sensasi dan mikir sekolah/kuliah ga penting.

ninit yunita
ninit yunita November 16, 2016 9:17 am

ih sama banget chikaaa! :(
baca buku ini deh biar kita bisa memotivasi anak dengan lebih baik.

Atiqoh Djuhdi
Atiqoh Djuhdi November 15, 2016 11:34 am

Thanks reviewnya teh, jadi kepengen beli bukunya.

ninit yunita
ninit yunita November 16, 2016 9:18 am

sama-sama mama atiqoh. semoga bermanfaat yaaah :) bukunya bagus.

musdalifa anas
musdalifa anas November 15, 2016 9:10 am

Teteh, jadi pengen. Kalau ada yang mau beli mau dong ya mama dicolekin biar barengan :)

ninit yunita
ninit yunita November 16, 2016 9:18 am

bukunya bagus peh! a must read!

Andita
Andita November 15, 2016 8:30 am

Wah langsung meluncur ke bookdepository! Kemarin baru beli buku disitu tapi belum dateng, sekarang udah beli lagi, hahaha santai soalnya free shipping. Bagus review nya teh Ninit, buku2 parenting kayak gini selalu menarik untuk dibaca ya.. Thank you rekomendasi nya :)

ninit yunita
ninit yunita November 16, 2016 9:17 am

iyaaaa dittt! aku ketagihan banget lah kalo udah klik bookdepository. ngga boleh lama-lamaaa! bahayaaa! :D

tapi buku yang satu ini emang wajib deh dibaca. bagus! :)

 

Anda harus Log In untuk memberikan komentar terhadap artikel ini.

Silakan Login di Sini