Manfaat Menggambar dan Perkembangan Motorik Halus Rinjani

Oleh Almaviva Landjanun pada Kamis, 23 Oktober 2014
Seputar Activities

Beberapa tahun yang lalu, saya dan suami sengaja mendedikasikan satu dinding khusus di rumah sebagai tempat untuk Rinjani (4,5 tahun) menggambar. Ya, saat itu saya dan suami memang begitu berambisi agar Rinjani menyukai kegiatan menggambar. Namun ternyata Rinjani sama sekali tidak tertarik untuk menggambar. Kadang sedih juga rasanya kalau anak tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi memang kita tidak bisa memaksakan kehendak pada Rinjani. Saat itu Rinjani sedang dalam tahap lebih suka menghapus daripada menggambar. Jadi saya yang menggambar, ia yang menghapus.

Saya lupa mulai kapan persisnya, tapi sudah sekitar setahun ini Rinjani jadi senang sekali menggambar. Padahal kami tidak pernah benar-benar mengarahkan atau memaksa Rinjani untuk suka menggambar. Kami memang selalu menyediakan berbagai macam peralatan menggambar di rumah. Rinjani mau menggambar atau tidak, itu terserah saja. Apalagi melihat saya dan suami juga sering corat-coret di kertas, Rinjani jadi ikut-ikutan dan terbiasa. Lama-lama kertas di rumah cepat habis dipakai menggambar. Sampai-sampai Rinjani kami juluki paper-eater. Dinding yang kami dedikasikan untuk Rinjani sampai saat ini tetap kurang banyak digunakan. Rinjani lebih suka menggambar di kertas lalu mengumpulkan hasil gambarnya untuk ditempel dan dipajang di pojok rumah.

Rinjani juga senang karena kami jarang sekali memprotes gambar-gambarnya. Kami sengaja tidak mengajarkan teknik-teknik dasar atau aturan baku dalam menggambar. Rinjani kami biarkan melakukan eksplorasi, bereksperimen, dan menemukan sendiri seluk-beluk menggambar. Imajinasinya juga dibiarkan beterbangan bebas. Kucing bermuka kotak, rumah yang tidak proporsional, princess bermata satu, Rinjani menggambar apa pun sesukanya. Tapi kami selalu bertanya, kenapa kucingnya bermuka kotak, kenapa rumahnya tinggi sekali, dll. Jadi selain menuangkan imajinasi di atas kertas, Rinjani juga selalu kami pancing untuk berimajinasi lewat cerita. Karena sering ditanyai, Rinjani jadi terbiasa selalu menceritakan apa yang ia gambar. Sekarang, tanpa ditanya pun Rinjani akan menceritakan apa pun yang ia gambar.

Menggambar itu kelihatannya sangat sederhana. Ambil kertas, lalu coret-coret menggunakan spidol. Padahal kalau dipikir-pikir, sebenarnya ada satu proses yang lumayan rumit yang sedang terjadi ketika si anak menggambar dan menceritakan apa yang ia gambar. Saya membayangkannya seperti proses koordinasi antara, otak, tangan, dan mulut. Otak berimajinasi tentang sesuatu, lalu mengirimkan informasi kepada tangan dan memerintahkan tangan untuk menggambarkannya. Distorsi informasi yang terjadi di atas kertas, dikirim kembali ke otak, diproses, lalu dikirim ke mulut untuk diceritakan. Seru ya? Semacam sistem informasi komputer gitu. Makin sering lalu lintas informasi ini terjadi, makin terlatih pula kemampuan motorik sekaligus kemampuan berbahasa si anak. Ibarat sahabat, makin sering mengobrol  akan makin akrab dan saling mengerti satu sama lain.

Perkembangan motorik Rinjani jadi terlihat makin baik sejak ia suka menggambar. Bukan hanya dalam hal menggambar saja, tapi juga dalam hal-hal lainnya. Misalnya, Rinjani sudah hampir tidak pernah menumpahkan minuman, sudah jarang jatuh, dan lain-lain. Apalagi Rinjani sepertinya termasuk anak yang perfeksionis. Pernah suatu waktu Rinjani menangis tanpa suara sambil menggambar. Setelah dicari tahu, ternyata Rinjani sedih karena mewarnai gambarnya tidak rapi dan keluar garis.

Pojok rumah yang kami sediakan untuk menjadi galeri pribadi tempat Rinjani memamerkan karya-karyanya tampaknya berdampak positif. Rinjani jadi makin bersemangat karena merasa karyanya dihargai. Itu sejalan dengan apresiasi terus-menerus dari kami berdua. Memujinya kalau bagus, bertanya kalau ada yang dirasa aneh, atau memberikan respons positif lainnya. Sebagian besar hasil gambarnya Rinjani selalu kami scan. Yang menurut kami cocok, ada yang kami buat menjadi desain sweater anak-anak, poster, dan lain-lain.

Apresiasi itu memang penting sekali untuk terus menjaga agar mood dan semangat berkaryanya tetap tinggi. Apalagi kalau hasil karyanya dipajang di dinding, lalu dilihat oleh siapa pun yang berkunjung ke rumah. Kalau sudah begitu, Rinjani biasanya langsung ingin menggambar lagi dan lagi. Rasa bangga terlihat jelas terpancar di mukanya, karena merasa karyanya dihargai. Sewaktu tahu bahwa Susu Cair UHT Ultra Mimi membuat Gallery #alamimi untuk usia 2 – 6 tahun dan membuka kesempatan kepada semua anak-anak untuk mengirim dan memajang karyanya di situ, cukup dengan upload foto gambarnya tanpa biaya. Selain itu, gambar yang terpilih juga bisa mendapat apresiasi kejutan voucher Mothercare* dari Ultra Mimi per dua minggunya. Rinjani pasti senang sekali kalau karyanya bisa dipajang di situ, dan bisa dilihat oleh banyak orang.

Kebetulan Rinjani memang selalu mengkonsumsi susu UHT Ultra Mimi ini. Sejak kecil Rinjani memang kami biasakan minum susu UHT Ultra Mimi. Selain karena bebas dari bahan pengawet, susu cair UHT Ultra Mimi ini juga bisa diandalkan sebagai asupan nutrisi alami buat Rinjani. Karena saya percaya stimulus motorik alami dari kegiatan menggambar harus diimbangi dengan asupan nutrisi alami yang seimbang untuk membantu memaksimalkan pertumbuhannya secara aman. Rasanya tidak sabar sabar ingin segera mengajak Rinjani belajar kurasi sederhana memilih-milih karya mana saja yang kira-kira menurut dia layak untuk ditampilkan di Gallery #alamimi dan dilihat oleh banyak orang.

*syarat & ketentuan berlaku

Almaviva Landjanun
Almaviva Landjanun

She loves creating stuff, more because she's kinda cheap mama, than just creative. Likes to carry mineral water and children's book enthusiast. She lives in Bandung with her husband, Ing Landjanun and their silly girl who has big sparkling eyes, Artanya Rinjani.

14 Komentar
Almaviva Landjanun
Almaviva Landjanun October 30, 2014 3:24 pm

Thalia - ahahaha iyaaa. Kulkasnya kecil sih jadi kurang banyak kalo buat dijadiin galeri :D Btw quotenya kereeen. Mo ditulis di dinding pajangannya Rinjani.

Heniek & Cindy - makasih. yuk-yuk upload ke galeri mimi!

Pryta - ahahaha iyaaa saat itu lagi suka2nya ama hello kitty. Iya nih, semoga galeri mimi tahun depan ada lagi ya :)

Pryta Aditama
Pryta Aditama October 29, 2014 11:19 pm

Rinjaniiii lagi suka hello kitty yaa?? banyak banget gambar hello kittynya, hihiii.. keren banget deh gambar2nyaa.. :D
akuuu lagi nunggu masanya Qavi suka gambar, ga sabar liat hasil karyanya nanti..semoga Galeri #alamimi bakal ada terus bertahun2 ke depan yaa.. ihiiyy..

Cindy Vania
Cindy Vania October 28, 2014 11:29 pm

Rinjani gambarnya baguuus,suka mewarnai juga ya?
anak #1 sekarang lagi hobii banget gambar,yang digambar sih selalu truck,tapi udah ngabisin beberapa buku gambar :D

ide bagus juga yaa kalo dipajang di dinding,dan tentunya beberapa gambar ada yang di upload ke galeri mimi :D

heniek
heniek October 27, 2014 2:40 pm

kak rinjani hebatt, asik banget bisa nglatih kemampuan motorik sekaligus jadiin gambarnya untuk desain sweater anak ^_^
plus dapet info Gallery #alamimi nih, jd semangat pengen uplot juga..
makasih sharingnya bunda alma...

thalia kamarga
thalia kamarga October 26, 2014 12:38 pm

dulu, ari pernah dibilangin ama dosennya waktu kuliah... katanya, "talent is the amount of pictures drawn by you that made it to the refrigerator"... kalo dalam hari ini, made it to the wall, kali ya? hihihi...