Meninggalkan karier, masa lajang, keluarga, teman-teman, gaya hidup di negara tercinta dan semua hal familiar lainnya bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi, saat mendapati kalau saya hamil, padahal tadinya kami ingin menuda dulu sampai saya ‘settle’ di sini.
Kini saatnya, kita, urban mama dan papa, sebagai warga Jakarta yang baik mulai mengubah perilaku sejak sekarang dengan mengurangi sampah rumah tangga kita sendiri, dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Setiap akhir pekan, saya melakukan aktivitas memasak bersama Naia. Sesudahnya, dapur selalu seperti kapal pecah deh. Dengan pembersih dari Scotch Brite, saya bisa mengembalikan keadaan dapur kembali seperti semula dan menjaga supaya dapur dan perlengkapan masak tetap kinclong!
Kami belum sempat bulan madu karena saya harus segera mengurus pemberkasan untuk
diangkat menjadi CPNS. Dua minggu setelah menikah kami jatuh dari motor. Kejutan terbesarnya, belum sembuh luka-luka akibat kecelakaan itu, dokter mengatakan saya
positif hamil!
saya baru menyadari kalau saya terserang the famous baby blues saat petugas kesehatan datang untuk mengontrol Bhumi dan bertanya, "Is this what you expected as mother?"
Sebagai seorang jurnalis yang baru aktif bekerja pasca cuti melahirkan, saya mengalami masa-masa sulit dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Perhatian ibu yang menohok itu tak pernah pudar meskipun kami akhirnya harus terpisah darat dan lautan. Masih dengan caranya yang misterius, ibu selalu jadi pengingat kala saya mulai silau dengan kilaunya dunia.
Ketika suami mengajak kembali jalan-jalan ke Bali, saya sempat ragu. Keraguan timbul karena khawatir dengan Cena yang sudah mulai makan pendamping ASI. Bagi saya, Instant food is a big no no .